Proyek Rehabilitasi Jembatan Gantung Nanga Biaban Masih Di Lanjutkan

SEKADAU, suaraborneo.com – Proyek Rehabilitasi Jembatan Gantung di desa Nanga Biaban kecamatan Sekadau Hulu, yang menghubungkan desa Nanga Biaban dan desa Sunsong sampai saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.

Proyek rehabilitasi jembatan gantung yang di biayai oleh APBD tahun 2020 dengan pagu Rp. 198.200.000 sampai saat ini belum di rasakan manfaatnya oleh warga setempat.

Menurut salah satu warga yang setiap Minggu melewati jembatan tersebut, Alum mengatakan, pembangunan jembatan gantung tersebut kalau dibangun seperti itu, dan belum ada kelanjutannya, masyarakat kawatir sekali mengingat jembatan gantung yang lama sudah sangat memprihatinkan dan jangan sampai memakan korban sebelum jembatan baru bisa difungsikan.

“Kami yang sering melewati jembatan lama sangat kawatir dengan kondisi jembatan yang lama, jembatan yang lama sangat memprihatinkan, sebelum terjadi dan memakan korban kami sangat mengharapkan jembatan yang baru bisa cepat difungsikan,” keluhnya.

Di konfirmasi kepada kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ahmad Suryadi terkait mangkrak proyek tersebut, mengatakan, bahwa proyek rehabilitasi jembatan gantung ini berasal dari dana APBD Kabupaten Sekadau tahun 2020, dengan pagu Rp. 198.200.000.

“Kami sudah menganggarkan dana di anggaran perubahan, kami juga banyak mendengar keluhan dari masyarakat, tapi karena dana untuk pembangunan banyak yang terpotong pasca pandemi covid-19 makasih jembatan tersebut dianggarkan ke dana perubahan,” kata Akhmad saat ditemui di ruangannya Selasa (20/10/2020).

Dia juga mengatakan, kalau ada inisiatif dari warga setempat atau kepada desa Nanga Biaban dan desa Sunsong untuk melakukan swadaya atau memakai anggaran desa juga kami ijinkan.

“Kalau ada inisiatif masyarakat dan kepala desa untuk swadaya atau pun menggunakan anggaran desa kami persilahkan, dan surati kami, supaya kami bisa menindaklanjuti kembali, kalau menunggu anggaran APBD kan masih lama,” lanjut Akhmad.

“Terkait dengan cat warna, itu kami tidak ada perintahkan untuk cat seperti itu, karena musim pilkada, warna tersebut tidak elok,” tutup Akhmad.

Sementara pihak pemborong dari jembatan tersebut yaitu CV. Abadi Sonta Bersama, Judan, mengatakan dari pihak pemborong tinggal menunggu perintah dari dinas terkait dengan anggaran perubahan.

” Tu masuk ke perubahan, itu tergantung dinas jak lagi,” kata Judan, saat dikonfirmasi melalui media WhatsApp, Senin (28/9/2020) lalu.

“Tergantung dinas PU lagi, untuk pengganggaran nya,” tambanya. (Ps)

Check Also

Datang ke Desa Wonorejo Kusan Hulu, Zairullah Disambut Tarian Bali

BATULICIN, SuaraBorneo.com – Warga Desa Wonorejo Kecamatan Kusan Hulu, begitu antusias menyambut kedatangan Calon Bupati …