Dinkes Kapuas Gelar Pertemuan Orientasi Pemutakhiran Data Surveilans Gizi

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – 
Dinas Kesahatan (Dinkes) Kapuas mengadakan kegiatan pertemuan orientasi pemutakhiran data surveilans gizi tingkat Kabupaten Kapuas Tahun 2020, bertempat di Aula Hotel Raudah, Rabu (20/10/2020).

Dalam acara pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Apendi sekaligus membuka secara resmi dan juga dihadiri pejabat Eselon III dan IV dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Kepala Dinas Kesehatan Apendi dalam sambutannya menyampaikan bahwa gizi balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu penanganan serius.

“Masih tingginya angka stunting di Kabupaten Kapuas diperlukan kerja keras kita bersama dalam hal menanggulanginya,”ungkap Apendi.

Sebanyak 9,2 juta dari 24,5 juta anak dibawah umur 5 tahun di Indonesia (30,8%) mengalami stanting (Stunting). Di Kalimantan Tengah persentase anak balita yang mengalami stanting 43,04% (data Riskesdas 2018), sedangkan untuk Kabupaten Kapuas jumlah balita mengalami stanting tahun 2018 hasil riskesdas sebesar 41,53%, dari data tersebut Kabupaten Kapuas persentase stunting melebihi provinsi.

Arah Kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2020-2024 adalah meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dengan salah satu strateginya dilakukan melalui perbaikan gizi masyarakat.

Untuk memperoleh informasi pencapaian kinerja perbaikan gizi masyarakat secara cepat, akurat, terkini, berkelanjutan dan dapat dipertanggung jawabkan, perlu dilaksanakan kegiatan surveilans gizi diseluruh wilayah Puskesmas dengan menggunakan Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), Integrasi data EPPGBM kedepannya bersinergi dengan program ibu, anak dan imunisasi.

Dengan kegiatan pertemuan orintasi pemutakhiran data surveilans gizi yang dilaksanakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas.

Oleh karena itu, diharapkan petugas gizi puskesmas benar-benar bisa mempelajari dan mengimplementasikan EPPGBM dalam pemantauan pertumbuhan balita, kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas gizi dari 26 puskesmas di Kabupaten Kapuas. (dinkes/hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Hari Ini, Pengurus Pusat JMSI Dikukuhkan

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dikukuhkan siang ini (Senin, 25/11) …