RSUD Kapuas, Derma Bakti Operasi Katarak

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Bertempat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas Jalan Tambun Bungai No.16, dilaksanakan Acara Derma Bakti / Bakti Sosial Operasi Katarak untuk masyarakat Kabupaten Kapuas, Minggu (25/10/2020).

Kegiatan ini, terselenggara atas kerjasama Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Klinik Mata Tambun Bungai dan Kapal Kemanusiaan 07 AMCF (Asian Muslim Charity Fondation) Yayasan Muslim Asia serta RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas.

Acara derma bakti operasi katarak ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia tahun 2020, yang diperingati setiap hari Kamis di minggu kedua bulan Oktober.

Tema Global Hari Penglihatan Sedunia tahun 2020 adalah “Hope In Sight” dan mengusung tema nasional “Mata Sehat, Indonesia Maju”. Tujuan peringatan Hari Penglihatan Sedunia untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mata.

Mata merupakan indera penglihatan yang berperan penting untuk menyerap informasi secara visual dalam proses pembelajaran, bekerja, dan beraktivitas sehari-hari, sehingga dengan mata yang sehat dapat menjadikan SDM yang lebih unggul dan produktif.

Adapun acara pembukaan mengingat, social distancing dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting, dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, serta dibuka oleh Prof. Dr. dr. Nila Djuwita FAM, Sp.M (K).

Kepala Dinas Kesehatan, Apendi mengungkapkan, penjaringan pasien yang terindikasi penyakit katarak sudah dilakukan pada setahun sebelumnya melalui seluruh puskesmas di Kabupaten Kapuas. Selanjutnya screening untuk pelaksanaan operasi katarak dilaksanakan di Poliklinik Mata pada tanggal 16 -17 Oktober 2020.

Hingga selesai pelaksanaan kegiatan, didapatkan jumlah pasien yang melaksanakan operasi katarak berjumlah 45 orang dari total 49 orang yang sudah terdaftar. “ Ttiga orang tidak bisa dilakukan operasi karena terkendala kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan dan satu orang tidak hadir,” kata Apendi.

Diharapkan, peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun ini dapat menekan angka gangguan penglihatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan berdaya saing. (PromkesRSKps/hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Fahri Bachmid : Kedudukan, Tugas dan Wewenang Menurunkan Spanduk HRS Tidak Boleh Sewenang-wenang Ngacu Pada Tugas Pokok dan Peran TNI

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim (UMI) Indonesia Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. menejalaskan …