Maria Rawi Sari Putri Binti, Putri Dayak Mendapat Penghargaan Tesis Menarik Versi Media

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Maria Rawi Sari Putri Binti Putri Dayak Kalimantan Tengah kelahiran Banjamasin Putri Tunggal Pasangan Sadagori Binti dan Aryani Renteng mahasiswa Fakultas Psikologi S2 Psikologi Profesi Universitas 17 Agustus Surabaya yang juga Wisudawan Prodi Magister Psikologi Profesi Fakultas Psikologi menoreh prestasi yang membanggakan.

Ia mendapat penghargaan dari Rektor Universitas 17 Agustus Surabaya sebagai tesis menarik versi media.

Maria Kamis (29/10/2020) di Palangka Raya menjelaskan untuk tugas akhir tesisnya dia mengangkat judul Hubungan Self Awareness dan Problem Focused Coping dengan kecemasan saat menghadapi Pandemi Covid-19 pada Karyawan Restauran.

Untuk itu, dia sudah melakukan wawancara langsung dengan responden sebanyak 91 subyek yang terdiri dari 35 subjek berjenis kelamin laki-laki dan 56 subyek berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia 20-25 tahun dan hasilnya ada 17 orang mengalami kecemasan rendah 59 orang mengalami kecemasan sedang dan 15 orang mengalami kecemasan tinggi.

Dikatakan, sisi ini sengaja dia angkat karena Pada saat Covid-19 melanda Indonesia penerapan work from home mulai dikerjakan di berbagai instansi dan Pemerintah mengimbau kebijakan work from home dilaksanakan kecuali untuk bidang pekerjaan kesehatan energi jasa keuangan dan pangan.

Oleh karena itulah, agar tetap bisa beroperasi semua restoran atau tempat makan mewajibkan pelanggan menggunakan masker.

Maria juga menjelaskan, kecemasan terhadap penyebaran covid-19 dikalangan karyawan rumah makan juga dipengaruhi oleh masih adanya pelanggan yang melanggar protokol kesehatan.

Sehingga, menimbulkan kecemasan di kalangan karyawan dan kecemasan terhadap penyebaran Covid-19 sangat dipengaruhi oleh kesadaran diri atau self awareness dari masing-masing individu.

Lanjutnya, strategi coping atau upaya sadar seseorang untuk memecahkan masalah pribadi dan antar pribadi untuk mencoba menguasai meminimalkan atau mentolerir stras atau konflik juga mempengaruhi kecemasan dalam situasi bencana seperti ini.

Ditambahkannya, para pekerja juga membutuhkan strategi coping yang efektif dan tepat untuk mengatasi kecemasan yang dialami. “Salah satu bentuk strategi coping tersebut adalah problem focused coping atau usaha individu untuk mengurangi stressor dengan mempelajari cara cara atau keterampilan yang baru,”ujarnya.

“Begitupun dengan problem focused coping, semakin rendah problem focused coping atau usaha individu untuk mengurangi stressor dengan mempelajari cara cara atau keterampilan yang baru maka akan semakin tinggi kecemasan dan sebaliknya,”tutup Maria
yang wisuda IPK nya mencapai 3,67 yang juga sarjana strata satu psikologinya lulusan Universitas Brawijaya Malang itu. (ujang/ery-SB).

Check Also

JMSI NTB Dilantik, Pemprov Beri Apresiasi

LOMBOK UTARA, SuaraBorneo.com –  Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus Daerah Jaringan Media …