Yovi : Menurut Saya Program IP3K Lebih Masuk Akal, Tinggal Memerlukan Tata Kelola Yang Baik

SEKADAU, suaraborneo.com – Program Infrastruktur, Perkebunan, Pertanian dan Perikanan untuk Kesejahteraan (IP3K) yang ditawarkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sekadau nomor urut 1, Aron-Subandrio dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sekadau saat ini.

Hal ini diungkapkan Dr. Yovinus, M.Si, akademisi muda asal Kabupaten Sekadau.

Menurut Yovinus, publik harus menilai program yang ditawarkan para kandidat secara komprehensif. Artinya, tidak sepotong-sepotong.

“Dengan delapan puluh persen lebih masyarakat Kabupaten Sekadau yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, program IP3K menjawab kebutuhan saat ini dan juga untuk masa mendatang. Karena memang dua sektor ini yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Sekadau,” ujar Yovinus di Sekadau, Jumat (6/11).

Di masa pandemi Covid-19, kata Yovinus, harga komoditi yang stabil adalah kelapa sawit. Bahkan saat ini harga TBS mencapai 2.000 rupiah lebih. Masyarakat yang memiliki kebun kelapa sawit mandiri, perekonomiannya relatif stabil ditengah pandemi.

Apalagi, pemerintah sedang menggalakkan biodiesel yang berbahan baku minyak kelapa sawit. Ia meyakini harga komoditi kelapa sawit masih stabil di tahun-tahun mendatang.

“Saya melihat paslon Aron-Subandrio ini visioner dalam menjawab tantangan di masa depan. Visi misi paslon jika terpilih nantinya akan dijabarkan secara luas oleh organisasi perangkat daerah dirumuskan menjadi rencana pembangunan jangka menengah daerah. Terlalu prematur jika ada yang menganggap program IP3K tidak realistis,” tutur Yovi.

Di bidang pertanian pun, program revitalisasi sawah dengan target panen dua kali dalam satu tahun yang dicanangkan oleh pasangan Aron-Subandrio berpotensi mendongkrak swasembada pangan di Kabupaten Sekadau.

“Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di sektor penguatan pangan,” beber Yovinus.

Bidang infrastruktur yang juga menjadi concern pasangan Aron-Subandrio merupakan sarana penunjang agar taraf perekonomian masyarakat meningkat.

“Perlu dipahami, infrastruktur adalah sarana penunjang. Dengan pembangunan infrastruktur yang merata dan tepat sasaran, maka mobilisasi barang dan jasa menjadi lancar. Semua ini muaranya adalah menuju kesejahteraan,” ulas Yovi.

Karenanya, ia berharap masyarakat Kabupaten Sekadau dapat memilah program mana yang menghadirkan solusi yang lebih realistis.

“Menurut saya program IP3K lebih masuk akal. Tinggal memerlukan tata kelola yang baik,” pungkasnya. (PS)

Check Also

Nyoman Slogo (75) : Saya Senengnya sama Pa Zairullah Dari Dulu, Beliau Sering Berkunjung Ke Desa dan Membantu Kami

BATULICIN, SuaraBorneo.com – Antusias warga Bali di Desa Kerta Buana Kecamatan Sungai Loban untuk memberikan …