Hutan Adat Diharapkan Jadi Perhatian Pemda

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Keberadaan hutan adat diharapkan jadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, kebijakan KUA PPAS APBD 2021 dinilai sepenuhnya belum memihak kepada kearifan lokal di Kabupaten Kapuas.

“Kalau disebutkan diantaranya, di Desa Tumbang Manyarung, Tumbang Tihis statusnya adalah hutan desa. Tapi beda definisinya dengan hutan adat,”kata anggota DPRD Kapuas dapil Kapuas Ngaju dari Partai Nasdem Berinto, SH, MH melalui rilisnya disampaikan kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Ditegaskan, terkait kebijakan Pemda Kapuas, selama kurang lebih 7 tahun terakhir ini tidak memperlihatkan komitmennya untuk melindungi, mengakui dan menetapkan hutan adat sebagai kebijakan prioritas.

Meski demikian, imbuh Berinto, dirinya mengakui tidak punya maksud untuk memojokkan Pemda Kapuas.

“Saya punya tanggung jawab untuk menyampaikan aspirasi rakyat dari pedalaman Kapuas agar hutan adat di pedalaman Kapuas itu tidak hanya tinggal cerita sebagai hutan adat,”tandasnya.

Dia melanjutkan, jika sekarang Pemda Kapuas membuka mata hutan yang ada di Kapuas Hulu sudah dikuasai HPH tambang dan sawit. Bahkan, ada tanda-tanda gundul.

“Tujuan kami soal hutan adat hanya memperjuangkan tanah leluhur, sehingga negara dan pemerintah mengakuinya,”pungkasnya. (ujang/ery-SB).

Check Also

Satu Unit Toko Meubel Roboh Akibatnya Banjir

SEKADAU, suaraborneo.com – Satu unit toko meubel yang berada di Desa Sungai Ayak, Kecamatan Belitang …