Pemilik Lahan Tambang Emas Illegal Di Aruta Diciduk Polres Kobar

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo – Jajaran Polres Kotawaringin Barat (Kobar) mengamankan Hendra alias Endar (28) kepala rombongan dan satu orang lainnya Riki Fitriyadi (34).

Warga Kelurahan Raja Kecamatan Arut Selatan (Arsel) Kabupaten Kobar Provinsi Kalteng itu diamankan karena kasus kepemilikan lahan tambang emas ilegal.

Riki diamankan petugas lantaran dia merupakan pemilik lahan sekaligus pemilik modal dalam kegiatan pertambangan tanpa izin di Sungai Seribu Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kobar.

 

“Pelaku ini perannya sebagai pemodal dari pekerja tambang yang mana biaya pengeluaran dan pemasukan dipercayakan kepada Hendra selaku kepala rombongan buruh tambang illegal tersebut,”jelas Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah saat memimpin press realese pada Minggu (22/11/2020).

Menurutnya dari tangan pelaku petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah Surat Keterangan Tanah (SKT) nomor 593.2/29/KP.PEM tanggal 1 April 2018 a.n. Riki Fitriyadi satu buah buku catatan keluar masuk keuangan dan satu buah nota bertuliskan Salopa 2.

“Atas perbuatannya pelaku dijeratdnegan Pasal 158 Jo Pasal 35 Undang Undang RI nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas Undang Undang RI nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara, atau Pasal 55 ayat 1 ke – 1 KUH Pidana,”imbuhnya.

“Untuk ancaman penjara maksimal lima tahun dan denda Rp 100 milyar,”tandas Devy, mantan Kapolres Kabupaten Barito Selatan (Barsel) itu. (ujang/ery-SB).

Check Also

Kaltim Kembali Kirim Bantuan Untuk Korban Banjir Di Kalsel, Giliran Aliansi Kalimantan Bontang Yang Berangkat

BONTANG, SB – Dilepas secara resmi oleh Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Pemkot …