Petani Di Tiga Kabupaten Ini Bersatu Bersama Serikat Petani Indonesia

BARABAI, SuaraBorneo.com, Minggu 29 Nopember 2020 – Ribuan petani di Kalimantan Selatan bersatu dalam sebuah lembaga bernama Serikat Petani Indonesia (SPI) yang tersebar di 3 (tiga) Kabupaten.

Petani yang resmi bergabung di SPI Kal-Sel adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Kabupaten Balangan. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan Musyawarah Cabang pertama di 3 Kabupaten tsb sehingga terbentuk secara resmi kepengurusan organisasi Serikat Petani Indonesia.

Musyawarah Cabang yang digelar sejak hari Jumat 27-28 Nopember 2020 tersebut menghasilkan kader-kader terbaik petani yang menduduki jabatan Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) dan Majelis Cabang Petani (MCP).

“Alhamdulillah 3 DPC telah menggelar Muscab yang artinya petani-petani yang tersebar dikabupaten HST,HSS, dan Balangan telah bersatu dalam organisasi Serikat Petani Indonesia.
Selanjutnya, petani akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hulu Sungai Tengah pada hari Senin 30/11/20 esok.” Ujar Dwi Putra Kurniawan selaku panitia wilayah.

Pada saat Musyawarah Cabang digelar estafet di 3 Kabupaten tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi para petani terungkap seperti petani di Desa Pangambau Hilir Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Petani didesa tersebut hanya bisa bercocok tanam padi satu kali saja dalam kurun waktu setahun karena kendala dipengairan sedangkan petani dihilirannya bisa bercocok tanam padi hingga 3 kali setahun.
Selain bibit padi yang gagal tumbuh, pupuk juga menjadi persoalan serius bagi petani di Hulu Sungai Tengah.

“Kami berharap melalui SPI Kab. HST ini nantinya bisa memperjuangkan kepihak terkait agar petani disini bisa mendapatkan solusinya,” ucap Fani

Di Kab. HSS khususnya dikecamatan Daha Selatan petani diresahkan karena adanya patok yang isunya dari pihak PT. Pertamina atau vendor Pertamina yang berada dilahan-lahan milik petani.
Keberadaan patok tersebut menurut para petani belum jelas peruntukan ataupun hal yang lainnya.

Sementara itu, di Muscab Kab. Balangan, petani-petani disana terkendala dengan adanya UU Kehutanan No.41 tahun 1999 tentang pembakaran hutan atau karhutla.

“Sejak leluhur nenek moyang kami disini (wilayah adat) membakar lahan merupakan bagian wajib dari sistem pertanian adat. Sebelum membakar kami menggelar ritual terlebih dulu dan ketika pembakaran pun kami gotong royong menjaga agar tidak merambat. Hendaknya sistem pertanian adat ini mendapat pengecualian hukum atas UU Karhutla,” tutur Ali Udar selaku kepala adat Dayak Pitap.

Bakri ketua DPC SPI Kab. HSS terpilih, Anang Suriani ketua DPC SPI Kab. Balangan terpilih, dan Adiansyah ketua DPC SPI Kab. HST terpilih.

“Panitia wilayah SPI KALSEL mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Muscab di 3 Kabupaten, semoga para Ketua terpilih bisa menjaga amanah dan terus berjuang untuk menuju kesejahteraan petani yang berkeadilan, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkas Dwi Putra.

Menurut informasi panitia wilayah Muhammad Reza Fahlipi, Musyawarah Wilayah akan digelar pada hari Senin 30/11/20 di Aula Baruh Bunga Desa Haliau Kecamatan Batu Benawa Kab. Barabai. Acara penting para petani tersebut akan dihadiri oleh Ali Fahmi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Jakarta. (Pp)

Check Also

Dukung Vaksinasi Covid-19, Garuda Indonesia Luncurkan Desain Livery Khusus Armada B737-800NG

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Maskapai Nasional Garuda Indonesia pada Jumat (15/1/2021) meluncurkan livery khusus dalam rangka …