Bermasalah, Ratusan PMI Ilegal di Deportasi Lewat PLBN Entikong

Caption foto: PMI yang dipulangkan dari Malaysia tiba di PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Sabtu (5/12/2020).

SANGGAU, SB – Pemerintah Malaysia kembali memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada Sabtu (5/12), kali ini giliran sebanyak 231 PMI yang dideportasi dan 14 repatriasi melewati Pos Lintas Batas Negara PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau. Sabtu, (5/12/2020).

Ratusan PMI ini dipulangkan dari Depot Imigresen Semuja menggunakan 7 bus dan 1 Ben KJRI Kuching. “Pemulangan PMI ini dikawal langsung oleh Pihak Depot Imigresen Semuja dan pihak KJRI Kuching. Dan difasilitasi penanganannya oleh CIQS, Polsek dan POS BP2MI Entikong,” kata Koordinator Pos Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Entikong Reinhard HP Panjaitan.

Ia menyebut, jumlah PMI yang dideportasi dan repatriasi melalui PLBN Terpadu Entikong sebanyak 245 orang. Terdiri dari laki-laki 201 orang dan perempuan 44 orang.

Lebih lanjut Reinhard merinci, PMI dipulangkan karena tidak memiliki paspor berjumlah 130 orang, tidak memiliki permit 92 orang, operator judi online 13 orang, ikut orang tua 2 orang, lapor ke KJRI Kuching ingin dipulangakn ke Indonesia karena sakit 1 orang, gaji tidak dibayar 5 orang dan kasus narkoba 1 orang.

“Ada 1 orang PMI reaktif Covid-19 dan ditangani oleh pihak KKP Entikong. Kemudian 2 orang PMI dijemput keluarga dan 242 orang PMI diberangkatkan ke Dinas Sosial Pontianak menggunakan travel,” ujarnya.

PMI ini berasal Kalimantan Barat berjumlah 116 orang, Jawa Timur 30 orang, Jawa Tengah 7 orang, Jawa Barat 16 orang, Nusa tenggara Timur 12 orang, Lampung 2 orang, Nusa Tenggara Barat 22 orang, Sulawesi Selatan 28 orang, DKI Jakarta 1 orang, Banten 5 orang, Bengkulu 3 orang, Sulawesi Barat 2 orang dan Sulawesi Tenggara 1 orang. (Bry)

Check Also

Personil Kodim 1006/Martapura Bantu Pembangunan Jembatan Darurat Mataraman

MARTAPURA, SuaraBorneo.com – Jembatan Desa Banua Anyar Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang putus …