Tak Dilengkapi Persyaratan, Bibit Tanaman Asal Malaysia Diamankan

ARUK, SB – Karantina Pertanian Entikong wilayah kerja Aruk bersama Bea dan Cukai Sintete berhasil menggagalkan pemasukan media pembawa Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) karena tidak dilengkapi dokumen Phytosanitary Certificate dari negara asal, berupa bibit dan benih tanaman yakni 108 batang bibit jeruk, 14 batang bibit jambu, 400 gram benih kacang panjang, 10 gram benih cabai, dan 100 gram benih mentimun yang dibawa oleh pelintas asal Miri, Malaysia. Sabtu, (12/12/2020).

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang pelintas melalui mesin X-Ray, petugas Karantina Pertanian serta Bea dan Cukai, menemukan sebuah box kardus berukuran cukup besar dan tas yang diduga digunakan untuk membawa benih dan bibit tanaman.

“Dalam visual mesin X-Ray, menunjukkan komoditas pertanian dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan bibit tanaman jeruk dan jambu dalam box yang dimasukkan dalam kantong-kantong plastik serta beberapa pack benih tanaman,” ujar Pejabat Karantina Pertanian, Rachmad Dwi Pramudyanto.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan mengatakan, tindakan karantina yang dilakukan ini merupakan upaya pencegahan masuknya OPTK ke wilayah Indonesia.

“Peran Karantina Pertanian di wilayah perbatasan sangatlah vital dalam menjaga kelestarian pertanian di kawasan terluar negeri. Oleh karena itu penegakkan aturan di perbatasan harus dilaksanakan secara tegas,” pungkasnya.

Kedepan, pihaknya akan tetap terus meningkatkan pengawasan dan selalu bersinergi dengan Instansi terkait diperbatasan terlebih menjelang hari raya natal dan akhir tahun ini sehingga segala bentuk penyeludupan bisa ditekan. (Bry)

Check Also

Aksi Sosial, DPD PSI Jakarta Barat Berbagi Takjil

JAKARTA, suaraborneo.com – Di Bulan Suci Ramadhan 1442 H tahun 2021 kali ini banyak pihak …