Dugaan Penyalahgunaan Bansos Provinsi di Kapuas Oleh Petahana Terstruktur Sistematis Dan Masif

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo – Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas Peduli Demokrasi Yang Bersih Dan Sehat, melakukan aksi demontrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kapuas Jalan Seroja Kamis (17/12/2020) siang.

Aksi, menuntut Bawaslu
terkait hasil laporan penyalahgunaan bantuan sosial (Bansos) Covid-19 Pemerintah Provinsi Kalteng diduga ditunggangi petahana.

“Kami, meminta kepastian Bawaslu terkait laporan disampaikan tanggal 8 Desember 2020,”tegas koordinator aksi, M Junaidi L Gaol usai aksi kepada wartawan di kediaman Iber H Nahason Jalan Cilik Riwut Kuala Kapuas, Kamis (17/12).

Ditegaskan, laporan
bukan persoalan hasil suara.
Namun, terkait dugaan penyalahgunaan Bansos Pemprov Kalteng itu.

“Seharusnya, penyaluran bansos berkoordinasi dengan Pemda melalui Dinas Sosial Kapuas serta perangkat kelurahan desa membagikan kepada warga,”tegasnya didampingi, Iber H Nahason, Agung Supramaji, Gatner Eka Tarung, Karya Yetsi dan Zainal Makmur.

“Bahwa, temuan kami faktanya dibagikan tim Sugianto Sabran-Edy Pratowo Kapuas Ansari Mujahidin. Lagipula terjadi masa minggu tenang,”tegasnya.

Dijelaskan, penyaluran bansos oleh tim 02 terjadi di dua desa dua kelurahan yakni Desa Pulau Telo Pulau Telo Baru Kelurahan Murung Keramat dan Kelurahan Panamas Kecamatan Selat. Belum lagi, yang desa lainnya yang tak diketahui.

“Kami menilai atas fakta dan bukti itu petanaha menunggangi dan menyalahgunakan kewenangan memanfaatkan bansos untuk kepentingan Pilkada, kendati saat itu petahana posisinya sedang cuti dan ditunjuk Plt Gubernur,”tegasnya.

Meski begitu, imbuhnya, terkait laporan justru Bawaslu Kapuas menyatakan, tak dapat menindak lanjuti laporan tersebut pun tak terjadi pelanggaran.

Padahal, laporan lengkap disertai barang bukti lengkap berupa, beras, sarung juga disisipi gambar calon gubernur petanaha, Sugianto Sabran-Edy Pratowo.

Pertanyaannya? Ada apa dengan Bawaslu Kapuas, sehingga memberikan berbagai argumentasi asumsi yang membuat kami semakin tak jelas.

Dalam Perbawaslu Tahun 2020. Salah satu, fungsi lembaga pengawas pemilu yakni, melakukan pencegahan terkait dugaan berbagai pelanggaran. Hanya saja, itu tak mereka lakukan.

“Jadi, berdasar fakta hukum kami menilai dugaan pelanggaran oleh petahana, Sugianto Sabran – Edy Pratowo soal bansos Covid-19 di Kapuas adalah terstruktur sistematis dan masif (TSM),”timpalnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, persoalannya tetap dibawa ke ranah Mahkamah Konstitusi (MK). Sejauh ini, kami sudah menyiapkan semua data-data untuk itu.

“Jika nantinya terbukti atas putusan MK pihaknya meminta dalam rangka mencari keadilan dan demokrasi pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Kalteng Tahun 2020 untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kecamatan Selat

Lebih dari itu, jika kemudian petanaha terbukti, melalui permohonan diskualifikasi terkait dugaan pelanggaran pidana Pemilu,”tegasnya lagi.

“Selain PSU, harapannya perolehan suara petanaha di Kapuas di nol kan,”timpal Agung Supramadji.

“Kami tegaskan, pelanggaran petahana dengan bukti-bukti kuat,”jelas Karya Yetsi.

Sementara, Gatner Eka Tarung menambahkan, Bawaslu menyatakan, dugaan pelanggaran petahana tak dapat ditindak lanjuti adalah sesuatu yang ironis.

“Ada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Selain, Bawaslu ada Kepolisian Kejaksaan yang kemudian merumuskan bersama, dugaan pelanggaran Pemilu.

Bawaslu harus berlaku adil, independen sesuai ketentuan. Kami memperjuangkan mengawal keadilan dan demokrasi demi NKRI,”tegasnya.

Pantauan, di Kantor Bawaslu Kapuas, aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Kabupaten Kapuas Peduli Demokrasi Yang Bersih Dan Sehat, Kamis (17/12) siang dikawal ketat aparat kepolisian Brimob Polda Kalteng dan Polres Kapuas.

Usai, membacakan pernyataan sikap di halaman Kantor Bawaslu koordinator aksi, M Junaidi L Gaol menyerahkannya, ke komisioner Bawaslu Kapuas.
Selanjutnya, membubarkan diri beserta massa lainnya. (ujang/ery-SB).

Check Also

Personil Kodim 1006/Martapura Bantu Pembangunan Jembatan Darurat Mataraman

MARTAPURA, SuaraBorneo.com – Jembatan Desa Banua Anyar Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang putus …