Banjir Serbu Sejumlah Kabupaten Di Kalsel, Cak Kis : Kami Selalu Ingatkan Bahwa Kalsel Darurat Ruang Dan Darurat Bencana Ekologis

BANJARBARU, SuaraBorneo.com – Ada di 2 Kabupaten di Kalimantan Selatan yang dilanda bencana banjir terparah diawal tahun 2021 ini yaitu Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, menyusul Kota Banjarbaru, Tabalong dan Tapin.

Dampak bencana banjir yang sudah beberapa hari terjadi tersebut mengakibatkan ribuan rumah penduduk terendam air dan ribuan warga mengungsi sedangkan korban jiwa berjumlah 2 orang.

Direktur Eksekutif WALHI Kalsel Kisworo Dwi Cahyono atau yang akrab disapa Cak Kis angkat bicara terkait bencana banjir yang mengepung sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Menurut Cak Kis, pihaknya sudah sering mengingatkan bahwa Kalsel dalam kondisi darurat ruang dan darurat bencana ekologis. Selain carut marut tata kelola lingkungan dan SDA, banjir kali ini juga sudah bisa diprediksi terkait cuaca oleh BMKG. Dan pemerintah lagi-lagi tidak siap. Akhirnya rakyat yg menanggung akibatnya, ujarnya, Rabu (13/1/2021).

“Saya mendesak agar pemerintah terutama Gubernur, Bupati dan Walikota segera turun tangan untuk segera bertindak terutama sebelum banjir, pada saat banjir dan pasca banjir. Selain kerugian harta benda, petani juga mengalami kerugian misalnya di Desa Sungai Batang, Kec. Martapura Barat, Kab. Banjar. Pada musim tanam tahun ini benih/bibit padi menjadi kendala serius karena semua gabah kering yang dimiliki petani terpaksa dijual karena rumah mereka terendam banjir. Pemerintah wajib menyiapkan bibit gratis untuk mereka,” tambahnya lagi.

Cak Kis juga mendesak Pemerintah sekarang maupun pemerintah hasil pilkada 2020 melaksanakan:
1. Tanggap Bencana (sebelum, pada saat dan pasca bencana).
2. Review Perijinan industri ekstraktif.
3. Stop ijin baru.
4. Penegakan hukum terutama terhadap perusak lingkungan.
5. Perbaikan/Pemulihan kerusakan Lingkungan termasuk sungai, dan dainase.
6. Review RTRW.
7. Memastikan banjir tidak terulang lagi.

Berdasarkan pantauan suaraborneo.com dilapangan, petani di Desa Pemuda dan sekitarnya di Kabupaten Tanah Laut juga mengalami kerugian bahkan ratusan hektar sawah terendam dan terancam gagal panen karena padi yang baru ditanam tenggelam akibat banjir.

Nasib malang juga dialami oleh petani di Desa Bangkal Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru pasalnya, padi yang disimpan didalam rumah ikut terendam banjir karena hanya sedikit saja yang mampu diselamatkan. (rf)

Check Also

Kegiatan DPRD Banjarbaru Saat Ramadhan

Nurkhalis Anshari, anggota DPRD KOTA BANJARBARU BANJARBARU, SuaraBorneo.com -Bulan Ramadhan saat ini masih diliputi dengan …