BI Optimis, Pemulihan Ekonomi Kalsel Di Tahun 2021

Ket Foto : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Perekonomian global terus membaik dan diprakirakan akan meningkat lebih tinggi pada 2021. Implementasi program vaksinasi COVID 19, peningkatan mobilitas dan berlanjutnya stimulus kebijakan fiskal dan moneter di berbagai negara diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi global. Nilai Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur dan jasa yang meningkat serta pertumbuhan ekonomi kearah positif pada negara Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang dan kawasan Eropa, akan mendorong kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas. Ketidakpastian pasar keuangan global diperkirakan menurun dengan ekspektasi positif terhadap prospek perekonomian global seiring ketersediaan vaksin, sehingga diharapkan terjadi peningkatan aliran modal ke negara berkembang dan mendorong penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi domestik diprakirakan juga akan membaik pada tahun 2021. Sejumlah indikator seperti peningkatan mobilitas masyarakat, perbaikan PMI Manufaktur, penguatan keyakinan serta ekspektasi konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha mulai menunjukkan kinerja yang positif. Peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi dari belanja modal pemerintah maupun dari aliran masuk investasi asing sebagai respons positif dari UU Cipta Kerja diharapkan juga mendorong pemulihan ekonomi nasional. Inflasi yang terkendali sesuai sasaran 3±1% serta nilai tukar Rupiah yang bergerak stabil dan masih berpotensi untuk menguat dengan efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar akan mendukung stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Bank Indonesia (BI) akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait. Vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 merupakan kondisi prasyarat yang harus dipenuhi bagi proses pemulihan ekonomi nasional. Optimisme perekonomian domestik yang membaik juga didukung oleh kebijakan untuk mendorong (i) pembukaan sektor-sektor produktif dan aman secara nasional maupun di masing-masing daerah, (ii) akselerasi stimulus fiskal, (iii) penyaluran dan restrukturisasi kredit perbankan dari sisi permintaan dan penawaran, (iv) kelanjutan stimulus moneter dan makroprudensial, serta (v) percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus lebih baik pada Triwulan IV 2020 di kisaran -1% hingga -2% pada 2020, serta selanjutnya meningkat positif pada kisaran 4,8-5,8% pada 2021. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam menempuh langkah-langkah kebijakan lanjutan agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi.

Optimisme perbaikan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) pada tahun 2021 juga terus berlanjut. Perekonomian Kalimantan Selatan pada Triwulan II tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar 2,63% (yoy) dan pada triwulan III 2020 mengalami kontraksi sebesar 4,68% (yoy). Namun secara triwulanan, perekonomian Kalimantan Selatan mulai menunjukkan perbaikan yaitu positif 3,26% (qtq). Kondisi ekonomi saat ini dan ke depan yang cenderung membaik sejalan dengan peningkatan Indeks Keyakinan Ekonomi (IKE) sebesar 72,36, lebih tinggi dibanding November 2020 yang sebesar 58,33 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat dari 87,85 pada November 2020 menjadi 95,14 pada Desember 2020.

Peningkatan indeks tersebut menunjukkan optimisme masyarakat Kalimantan Selatan terhadap perbaikan kondisi perekonomian sejalan peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas di luar rumah, sehingga beberapa restoran dan pusat perbelanjaan kembali dibuka serta aktivitas masyarakat di luar rumah secara umum mulai meningkat. Optimisme pemulihan ekonomi tersebut didukung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui perumusan berbagai strategi dalam rangka peningkatan serapan belanja daerah (APBD) seperti prioritas pencairan anggaran pada kegiatan-kegiatan yang berdampak luas pada masyarakat/padat karya, melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel, serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah dan optimalisasi anggaran kontraktual pada kegiatan prioritas termasuk pemantauan progress penyelesaiannya. Terkait stimulus fiskal (program PEN), perangkat daerah terus mendorong percepatan dan perluasan serapan agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.

Disamping itu, optimalisasi transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tumbuh positif sejalan dengan preferensi dan akseptasi masyarakat dalam penggunaan platform dan instrumen digital di era Adaptasi Kebiasaan Baru, perlu terus didorong. Jumlah merchant yang terhubung dengan QRIS di Kalimantan Selatan terus meningkat dari 53.716 merchant pada bulan November 2020 meningkat 16,2% menjadi sebanyak 62.444 merchant pada bulan Desember 2020. Adapun dari data nominal dan volume transaksi e-commerce pada Oktober 2020 mengalami kenaikan sebesar 9,77% dan 14,44% dibandingkan September 2020.

Inflasi Kalimantan Selatan tahun 2020 tercatat sebesar 1,68% (yoy). Secara tahunan, inflasi Kalimantan Selatan tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 4,01% (yoy). Inflasi yang rendah tersebut dipengaruhi oleh permintaan domestik yang belum kuat sebagai dampak pandemi Covid-19. Selain itu pasokan yang memadai dan sinergi kebijakan antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan instansi lainnya dalam TPID mampu menjaga kestabilan harga. Secara bulanan, inflasi Kalimantan Selatan pada Desember 2020 sebesar 0,79% (mtm), lebih tinggi dibandingkan November 2020 sebesar 0,69% (mtm). Inflasi didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara seiring dengan momentum libur HBKN Natal 2020 dan tahun baru 2021. Pada bulan Januari 2021, Kalimantan Selatan diprakirakan tetap mengalami inflasi namun tidak setinggi bulan sebelumnya. Inflasi diprakirakan menurun sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca libur HBKN dan tahun baru. Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga inflasi di kisaran sasarannya 3,0±1% pada 2021. (*/ad)

Check Also

Dirsamapta Polda Kalteng : Kami Akan Selalu Siap Bantu Tanggulangi Karhutla

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo.com – Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kali ini ikut berperan …