Pemkab Bengkayang Upayakan Bantuan Sosial Bagi korban Banjir

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Pj. Bupati Bengkayang, Yohanes Budiman, S.IP.,M.Si didampingi Dandim 1202/Skw, Ketua DPRD, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Disdikbud, Camat Seluas, Camat Jagoi, Kapolsek Seluas dan Danramil Seluas turun langsung memantau kondisi banjir di Kecamatan Ledo, Sanggau Ledo dan Seluas.(15/1) Jumat pagi

Seperti yang diketahui bersama, akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir diwilayah kabupaten Bengkayang hampir setiap kecamatan dilanda banjir. Termasuk Kecamatan Bengkayang sebagai pusat pemerintahan. Namun, kondisi banjir paling parah terjadi di Kecamatan Seluas.

Dimana sebagian besar pemukiman warga dibantaran Sungai Kumba terendam banjir. Sedangkan akses jalan menuju perbatasan Jagoi Babang terputus di tiga titik, yakni di Pereges dan Pasar Seluas dua Titik.

Berdasarkan data yang disampaikan salah seorang relawan, Christian Boim, banjir yang melanda sekitar pasar Seluas telah merendam ratusan buah rumah warga, baik yang ada didusun Bangum, Pasar maupun di dusun Pereges. Meski demikian, patut disyukuri karena meski banjir cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
“Warga sebagian masih ada yang bertahan ditengah banjir, tidak mau dievakuasi,” tambah relawan dari PAC Partai Gerindra ini.

Pj. Bupati, Yohanes Budiman mengatakan Pemda Bengkayang telah mengupayakan bantuan sosial namun sedang diupayakan karena masih mengurus administrasi. Secara teknis nanti akan diserahkan kepada para Camat untuk menyerahkan bantuan tersebut.

” Saya minta kepada masyarakat agar ekstra waspada dan minta kepada aparat dibeberapa Kecamatan yang mengalami bencana agar benar-benar melakukan penanganan situasi, jangan sampai terjadi korban jiwa, ” tegas penjabat Bupati Bengkayang,Yohanes budiman

Saya minta kepada para Camat untuk melakukan pendataan terhadap berapa korban bencana banjir. Masyarakat harus tetap waspada karena kita tidak tahu kapan kondisi ini kembali normal.

Kita juga berpesan kepada posko bersama agar tetap standby, termasuk bagian kesehatan yang menangani warga saat bencana maupun pasca bencana karena tidak dipungkiri akan ada dampak kesehatan yang muncul setelah banjir ini reda.

Ketua DPRD, cukup prihatin melihat kondisi ini. Meminta kepada Pemda Bengkayang untuk mengambil sikap dalam mengatasi bencana banjir. Meminta Camat untuk mendata jumlah korban untuk memudahkan penanganan. Ketua DPRD juga mengarahkan kepada seluruh anggota DPRD yang didaerahnya terdampak bencana agar turun langsung membantu penanganan.
Adapun bantuan dari Pemda akan diserahkan kepada pihak Kecamatan untuk disalurkan kepada warga.

Dandim 1202, Condro : Fokus utama kami adalah menghindar terjadinya korban jiwa terhadap warga terdampak banjir. Dandim mengarahkan kepada anggotanya untuk terus memantau kondisi, melakukan pendataan, bekerjasama dengan stakholder terkait.

“Kami juga telah menyiapkan sarana dan prasarana dalam penanganan kondisi ini,” tambah Dandim.
Dandim mengingatkan warga agar tidak mengambil resiko dengan bertahan dikediaman mereka yang sudah terkepung banjir agar jangan sampai menimbulkan korban jiwa.

Sementara, pagi tadi, di Kecamatan Ledo, setidaknya ada dua titik banjir yang cukup parah, yakni dekat Gereja Katolik dan di Kampung Tanjung. Camat Ledo, Marimin mengatakan apabila pagi ini air baru saja pasang, dan diperkirakan akan bertambah tinggi pada siang harinya.
Pada dua titik tersebut, banjir biasanya mencapai ketinggian 1-1,5 dari batas jalan raya. Marimin meminta warga agar terus waspada dan segera mengamankan diri sebelum kondisi air semakin parah. (rb)

Check Also

Bukber SPS Sumut Jalin Silaturahmi

MEDAN, suaraborneo.com –  Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara mengadakan buka puasa bersama ( Bukber) …