Semua Korban Pencabulan 10 Anak Bawah Umur Pelajar SMP di Bengkayang

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Kasat Reskrim Polres Bengkayang, AKP Marhiba mengungkapkan kronologis penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu korban yang datang bersama orangtuanya ke Polsek Sungai Betung. Namun mengingat kejadian tersebut melibatkan anak dibawah umur, maka kasus tersebut dilimpahkan ke Satreskrim Polres Bengkayang untuk ditindaklanjuti.

“Hal ini dilakukan pelaku dalam rentang waktu hampir enam bulan, mulai dari bulan Agustus 2020 hingga saat ini (pertengahan Januari),” bebernya.

“Untuk pengungkapan, kita baru ketahui saat salah satu korban bersama orangtuanya melapor ke Polsek Sungai Betung. Hal tersebut terus berlanjut, hingga satu persatu korban bersama orangtua lainnya, sampai jumlah yang ditangi saat ini juga melapor atas perbuatan serupa,” ungkapnya.

Kasus itu langsung kita cross check hingga akhirnya kita dapat fakta bahwa memang pelaku memang benar melakukan persetubuhan terhadap murid-murid di sanggarnya yang rata-rata merupakan anak dibawah umur.

“Sehingga kondisi tersebut membuat kasus ini dilimpahkan ke kita dan penangkapan terhadap pelaku kita lakukan pada Minggu (17/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Selain itu, pengamanan terhadap pelaku kita lakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa pelaku bisa diamankan dari (amukan) pihak keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitar korban,” tambahya.

Untuk korban, kata Marhiba, sembilan diantaranya merupakan pelajar di tingkat SMP. yang rata-rata bersekolah di satu lingkungan yang sama. Sedangkan satu lainnya pelajar tingkat SMA. Sementara untuk rentang usia, korban yang disetubuhi oleh pelaku mulai dari 13 hingga 19 tahun.

“Untuk para korban saat ini telah kita serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Bengkayang untuk dilakukan pendampingan dan pemulihan dari sisi psikologis,” ucapnya.

Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan pihaknya. Seperti diantaranya pakaian korban serta alat-alat untuk melakukan ritual berkunci batin, yakni mangkuk plastik berisikan telur, batu, kemenyan dan daum sirih. Mangkuk kaca berisi beras kuning. Serta satu tempayan berisikan beras kuning.

“Dari pengakuan pelaku, dia melakukan aksi tersebut lantaran ajaran dari mantan gurunya dulu. Pelaku mengaku bahwa dirinya juga merupakan korban dari gurunya tersebut sehingga pelaku mendapatkan ilham untuk meneruskan kembali ajaran gurunya tersebut,” paparnya.

Lebih jauh, Kasat Reskrim juga mengungkapkan bahwa pelaku terancam dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 Jo Pasal 76 D UU RI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

“Adapun untuk hukuman terhadap pelaku kita jerat dengan Undang-undang perlindungan anak, dengan hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda paling banyak lima miliar rupiah,” pungkasnya. (rbn)

Check Also

Bukber SPS Sumut Jalin Silaturahmi

MEDAN, suaraborneo.com –  Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara mengadakan buka puasa bersama ( Bukber) …