Terobos Banjir Dijalan Penuh Lobang, Relawan Gabungan Ini Butuh Waktu Segini Untuk Tiba Di Desa Paku Alam

MARTAPURA, SB – Sepuluh orang relawan gabungan bertolak dari Posko Tanggap Bencana Ekologis WALHI Kalsel diBanjarbaru menuju pengungsian korban banjir di Desa Paku Alam RT.1 Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar untuk menyalurkan bantuan logistik (sandang pangan) Jum’at 22/01/21 kemarin.

Menggunakan 2 unit mobil Feroza dan 1 unit mobil Pick Up mereka berangkat menuju Desa Paku Alam melalui Jalan Lingkar H. M. Syarkawi. Naas menimpa mobil pick up yang dikendarai oleh M. Reza Fahlipi ketika hendak melewati genangan banjir sesudah SPBU Lingkar Utara tersebut. Mobil yang mengangkut logistik (sandang pangan) itu terperosok dilobang yang sangat dalam hingga mesin mobil mati. Sedangkan 2 unit mobil Feroza yang membawa perahu karet dan relawan berhasil melewatinya.

” Saya sudah mencoba mengambil jalur kanan karena saya melihat gerakan mobil didepan (Feroza) yang menandakan adanya lobang disebelah kiri jalan. Saya kurang kekanan sehingga roda depan bagian kiri masuk kelobang tersebut. Ketika saya berupaya mundur namun tidak mampu juga akhirnya bertahan disitu dengan menjaga mesin agar tetap hidup tapi tak berapa lama akhirnya mesin kehilangan power dan mati. Mobil akhirnya didorong keatas jembatan yang berjarak sekitar 25 meter,” tutur Reza.

Setelah mobil diperbaiki oleh mekanik yang stanbye disekitaran lokasi tersebut akhirnya rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Paku Alam dengan panduan relawan yang berjejer dijalur banjir penuh lobang tersebut.

Kurang lebih 2 jam perjalanan melewati banjir dan lobang akhirnya rombongan tiba dilokasi tepatnya dijembatan sungai Martapura yang selanjutnya diakses menggunakan perahu karet menuju Desa Paku Alam yang berjarak sekitar 3 kilometer dari jembatan.

Lima orang relawan dan seorang warga Desa Paku Alam menggunakan perahu karet membawa logistik menuju pengungsian, sedangkan lima relawan lainnya menunggu diakses jalan Lingkar Utara dimana mobil diparkir.

“Kurang lebih 1 jam mengayuh perahu karet akhirnya kami sampai ketitik pengungsian yaitu di gedung sekolah MTSn Raudhatul Islamiyah Desa Paku Alam RT 1 Kec. Sungai Tabuk Kabupaten Banjar. Tak banyak buang waktu kami langsung bongkar muatan dan mendokumentasikannya karena selesai disini kami lanjut ke Mandastana,” ujar Reza.

Usai serah terima bantuan, relawan gabungan dari WALHI Kalsel, Serikat Petani Indonesia Kalsel, Forkamu Banjarbaru, Mapala dan lainnya tersebut kembali melanjutkan perjalanan menuju Kec. Mandastana Kab. Batola melalui jalan darat yaitu Jl. H. M. Syarkawi. Sebelum berangkat, relawan membagikan beberapa paket bantuan logistik keposko pengungsian warga Desa Sungai Pinang Lama yang berada diatas jembatan.

Baru sekitar 1 kilometer perjalanan kendala kembali dialami mobil pick up pengangkut logistik, mobil tersebut terpaksa ditarik menggunakan mobil truck pengangkut BBM yang kebetulan lewat menuju perempatan Handil Bakti karena mengalami trouble mesin. Hari sudah larut malam, akhirnya tim memilih kembali keposko induk Tanggap Bencana di Banjarbaru.

“Setelah berkoordinasi dengan posko induk, akhirnya seluruh tim menunda pendistribusian logistik ke Kec. Mandastana dan tim diminta kembali ke Banjarbaru,” pungkas Reza. (rf)

Check Also

Bukber SPS Sumut Jalin Silaturahmi

MEDAN, suaraborneo.com –  Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara mengadakan buka puasa bersama ( Bukber) …