PAPPRI Kalsel Kembali Beri Bantuan Banjir

 

Foto: Pengurus PAPPRI Kalsel, menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga Semangat Dalam, Alalak Batola.

BARITO KUALA, SuaraBorneo.com – Setelah dua kali turun langsung ke lapangan seminggu lalu, kini Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalsel, kembali memberikan paket bantuan sembako kepada korban banjir yang ada di kawasan Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Barito Kuala, Sabtu (31/1/21).

“Ini bantuan sebanyak 100 paket sembako yang dihimpun dari kawan-kawan di PAPPRI Kalsel. Alhamdulillah ternyata kawan-kawan sangat perhatian dengan kegiatan sosial yang kita adakan. Saya tidak menyangka hingga hari ini terus ada kawan-kawan bersimpati menyerahkan bantuan, baik berupa uang tunai maupun bahan sembako lainnya. Besok rencananya kita akan ke lapangan lagi menyerahkan bantuan kawan-kawan,” ujar Anne Fitriani, salah seorang pengurus PAPPRI Kalsel.

Saat memberikan bantuan ke lapangan salah satu anggota PAPPRI Kalsel, Peter Lantu, juga sempat menemui anak-anak yang mandi balumba di jalanan yang masih tergenang air, dan mengajaknya untuk bernyanyi bersama lagu Cicak di Dinding. Dengan riang dan tertawa sambil bernyanyi anak-anak merasakan kegembiraan saat balumba.

“Anak-anak korban banjir ini sebenarnya perlu mendapat bimbingan atau pendampingan agar mereka tidak sampai kehilangan masa bermain dan belajar. Banjir yang cukup lama ini tentu membuat mereka kehilangan ruang bermain bersama kawan-kawan, dengan mandi bersama di suasana begini biarkan mereka menikmati kegembiraan sepanjang ada pengawasan dari orang tua mereka,” ujar Peter Lantu mengemukakan alasannya.

Untuk wilayah Kecamatan Alalak, Desa Semangat Dalam yang memiliki 53 RT dan dihuni sekitar 15.000 jiwa penduduknya, memang merupakan paling banyak terdampak banjir. Kecamatan lainnya terdampak banjir di wilayah Barito Kuala adalah Jejangkit, Mandastana dan Cerbon.

Beberapa fasilitas infrastruktur di wilayah terdampak banjir ini juga ada mengalami kerusakan. Diantaranya putusnya jembatan penghubung antara Desa Semangat Karya dengan Desa Tarantang (Mandastana) diterjang banjir, air deras melalui Sungai Alalak yang memanjang hingga Jejangkit.

Muhammad Hilmi, salah seorang warga lainnya menyatakan terima kasih atas adanya bantuan langsung berupa sembako tersebut. “Memang sudah ada beberapa bantuan berupa sembako di sini, tapi di sini banjir masih merendam kampung otomatis warga juga tidak bisa beraktivitas dengan leluasa, ada bertani atau berkebun yang lahannya juga terendam. Jadi tidak bisa apa-apa. Terima kasih untuk bantuannya,” ujarnya. (k-asa)

Check Also

Pengda Sumbar Bakal Gelar Raker Perdana

PADANG, suaraborneo.com – Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sumatera Barat periode …