Kejari Barabai Di Pertanyakan Kelanjutan Kasus Korupsi PDAM HST

BARABAI, suaraborneo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Barabai dipertanyakan kelanjutan kasus penanganan dugaan korupsi pengadaan tawas, diduga kuat double anggaran pada tahun anggaran 2018-2019 di Tubuh PDAM Tirta Darma Hulu Sungai Tengah (HST) yang merugikan keuangan Negara 2 milyar rupiah, yang kasusnya di bulan januari 2021 lalu telah diperiksa Kejari Barabai.

Namun hingga kini tidak ada kejelasan kasus yang merugikan negara ini.

Athailah Hasby Anggota Dewan provinsi dari Dapil Kalsel IV pertanyakan kelanjutan kasus dugaan pengadaan Tawas PDAM HST tersebut.

“Kami sangat berbahagia sekali jika kejaksaan negeri Barabai juga memberikan penjelasan apakah dilanjutkan atau Di SP3 kan.” kata Athailah.

Sebagaimana diberitakan ANTARA -Rabu (13/1) lalu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Trimo menyatakan ada kasus dugaan korupsi yang penanganannya Tahun 2020 masih berlanjut di Tahun 2021 ini.

“Kasus tersebut merupakan dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten HST yang nilainya diperkirakan merugikan negara mencapai Rp 2 miliar lebih. Karena dua kali anggaran,” katanya di Barabai.

Kasus tersebut terkait pengadaan tawas pada Tahun Anggaran 2018 hingga 2019, namun kasusnya diproses Tahun 2020 tadi. (hrs-sb)

Check Also

Peringati HUT Ke 71, PSMS Yakin Lolos Liga 1 Musim Depan

MEDAN, suaraborneo.com – CEO PSMS Medan, Kodrat Shah mengaku optimis jika club asuhannya bisa menempuh …