Wawali Tarakan Dan Masyarakat Tokoh Agama Sosialisasi Aliran Sesat

KALTARA, SuaraBorneo.com – Wakil Walikota (Wawali) Tarakan Effendi Djuprianto secara resmi membuka acara sosialisasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat yang bertempat gedung serbaguna di Pemkot Tarakan Kalimantan Utara.

Pada acara sosialisasi turut hadir Sekda Kota Tarakan, Asisten, Kajari, Ketua FKUB kota Tarakan, Kemenag Kota Tarakan, Polres Tarakan, Kesbangpol, Satpol-PP, Kodim, Camat, Lurah, RT, Tokoh masyarakat dan tokoh Agama.

Kegiatan sosialisasi ini mengambil tema “Menangkal Radikalisme dan Menjaga Toleransi dalam Kehidupan Beragama”, dan dalam sambutannya, Wakil Walikota Tarakan mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki satu tujuan dan satu makna yaitu memperoleh informasi yang benar tentang adanya aliran kepercayaan dan agama yang berkembang di masyarakat khususnya masyarakat Kota Tarakan, ungkapnya.

Selain itu juga sangat diperlukan yaitu peran kejaksaan adalah membina dan mengawasi aliran kepercayaan serta agama yang berkembang di masyarakat, “Maka dari itu diharapkan kepada masyarakat Kota Tarakan jika ada menemukan fenomena aliran yang menyimpang langsung melaporkannya kepada pihak yang berwajib, jangan melakukan hal-hal yang dapat melanggar hukum”, ungkap  Effendi Djurprianto.

Tak lupa Wawali kota Tarakan menghimbau kepada masyarakat, jika mendapatkan informasi dari media internet, sebelum menyebarkan informasi tersebut mohon dicek dulu kebenarannya melalui tim Pakem atau yang bersangkutan, ungkapnya.

Pemerintah kota Tarakan dalam hal ini sangat menyambut baik serta mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini. Beliau menyampaikan maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk mendapatkan informasi, menyamakan persepsi, menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tentram, damai dan sejahtera, memelihara kondisi damai dan harmonis serta meningkatkan tenggang rasa dan toleransi.

Kemudian beliau juga mengatakan perkembangan isu dan fenomena adanya aliran-aliran yang ada di tengah masyarakat perlu diwaspadai karena aliran-aliran itu cukup mudah dipelajari dari perangkat teknoligi atau internet oleh karena itu diperlukan upaya preventif untuk menghindari perpecahan, radikalisme.

Effendhi Djuprianto berharap dengan adanya Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) bisa mampu melakukan pendataan dan validasi terhadap seluruh aliran-aliran atau perkumpulan keagamaan yang ada di masyarakat. (md)

Check Also

RS KBJ Nanga Pinoh Bagikan 40 Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

MELAWI, suaraborneo.com – Rumah Sakit Kasih Bunda Jaya (RS KBJ) Nanga Pinoh menggelar bakti sosial …