Jelang PSU, Polda Kalsel Ajak Masyarakat Jaga Kesejukan dan Keamanan

Teks Foto : Dit Intelkam Polda Kalsel Gelar Kegiatan silaturrahmi tatap muka bersama para tokoh agama, masyarakat dan OKP di Kabupaten Banjar, Senin (26/04)

BANJARMASIN, suaraborneo.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan, kedamaian dan kesejukan jelang PSU Pilgub di Kalsel harus terus dilakukan, hal ini tentu saja menjadi tanggung jawab bersama baik elemen masyarakat, tokoh dan semua pihak karena semua kedamaian ini bisa terpelihara dengan baik berkat adanya kesadaran serta pendewasaan dalam menyikapi kondisi perpolitikan di banua

“Kami ingin semua pihak bisa bahu membahu saling menjaga keamanan yang sudah terjaga dengan baik,” Ujar
Kabid Politik Dit Intelkam Polda Kalsel, AKBP Asep Hidayat kepada Kalselpos disela sela kegiatan silaturrahmi tatap muka bersama para tokoh agama, masyarakat dan OKP di Kabupaten Banjar Senin (26/04)

Pihak kepolisian Polda Kalsel terus berupaya melakukan tupoksi secara profesional dengan harapan banua tetap damai, aman dan sejuk oleh karena itu silaturahmi kali ini Polda Kalsel mengundang DPD KNPI Kabupaten Banjar, MUI, Bank Kalsel, GP Ansor dan tokoh masyatakat guna mendengarkan saran sekaligus menyamakan persepsi dengan harapan jelang PSU sampai pelaksanaan hingga pasca kita harapkan banua tetap damai dan sejuk termasuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakata (Kamtibmas). Kemudian untuk laporan yang diproses kepolisian saat ini 3 perkara sedang tahap proses dari 9 laporan dari Bawaslu Kalsel

“Kami ingin mengajak semua organisasi Islam, pemuda dan masyarakat agar bersama sama menjaga kedamaian dan kesejukan terkait PSU ini,” harap pria ramah ini

Sementara itu Sekretaris MUI Kabupaten Banjar, H. Fauzan Asniah mengungkapkan fakta saat ini memang Kalsel cukup kondusif jauh dari suhu politik yang memanas karena masyarakat kita sudah cerdas, hanya saja untuk media sosial perlu pengawasan yang lebih intensif. Oleh karena itu pertemuan tatap muka yang digagas direktur intelkam Polda Kalsel ini bagian dari upaya antifitasi agar daerah kita tetap terjaga baik, damai dan sejuk jangan sampai kenyamanan ini terganggu sehingga merusak stabilitas keamanan yang sudah kondusif

“Kami mengajak semua pihak dan masyarakat termasuk timses agar sama sama menjaga banua ini tetap aman, damai dan sejuk,” sebutnya

Selain itu perihal politisasi tempat ibadah sebenarnya jika sekedar ingin beribadah seperti salat silahkan tanpa ada pesan pesan politik dengan mengajak maupun mempengaruhi masyarakat, artinya diantara paslon pilgub tidak boleh menyampaikan pesan pesan apapun

“Kita tidak bisa melarang orang salat kecuali memanfaatkan mesjid atau mushola dengan memberikan pesan politik tentu tidak diperkenankan,” tukasnya. (*/ad)

Check Also

RS KBJ Nanga Pinoh Bagikan 40 Paket Sembako ke Warga Kurang Mampu

MELAWI, suaraborneo.com – Rumah Sakit Kasih Bunda Jaya (RS KBJ) Nanga Pinoh menggelar bakti sosial …