Cegah Pemudik, 6 Titik Posko Dipintu Masuk Bengkayang Disiagakan

BENGKAYANG, Suaraborneo.com –┬áPemerintah Kabupaten Bengkayang mendirikan enam titik Posko untuk mencegah terjadinya Arus mudik yang mulai berlaku pada hari ini, Kamis (6/5) hingga 17 Mei mendatang.

Pemberlakuan tersebut dalam mendukung larangan mudik menyambut hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah 2021 menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro oleh pemerintah pusat. Hal tersebut juga dipastikan sesuai dengan Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tentang peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri untuk Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk di kabupaten Bengkayang.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam rapat terbatas bersama tim satgas Covid-19 kabupaten Bengkayang menyatakan, pemkab Bengkayang telah menetapkan enam titik pendirian posko untuk mencegah terjadinya arus mudik hingga dua pekan kedepan, termasuk posko di perbatasan Jagoi Babang – Malaysia.

“Posko tersebut salah satunya melarang kegiatan mudik yang dimulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Pemda Bengkayang telah menetapkan enam titik posko sebagai upaya pencegahan kegiatan mudik, baik yang masuk maupun keluar dari wilayah Kabupaten Bengkayang,” ujarnya, Kamis (6/5).

Enam titik Posko tersebut terletak di Sungai Duri Kecamatan Sungai Raya, Samalantan, Bengkayang, Teriak, Ledo dan PLBN Jagoi Babang.

Agar Posko yang dibentuk dapat berjalan efektif, Bupati Bengkayang, Darwis meminta kepada OPD-OPD terkait, termasuk Camat hingga Desa agar saling berkoordinasi dan bersinergi dengan Aparat TNI/Polri.

“Adapun hal-hal yang mesti diperhatikan atas keberadaan Posko antara lain SOP yang diterapkan, mekanisme kegiatan, fasilitas (sarana/prasarana) serta ketersediaan anggaran,” pintanya.

Selain sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan namun tidak tersedia ataupun stok terbatas, Bupati meminta kepada pimpinan OPD agar dapat mengusulkan kembali ke Pemerintah Provinsi, seperti alat Rapid SWAB Antigen.

Bupati juga meminta kepada OPD terkait agar menginventarisir sarana/prasarana yang dapat mendukung PPKM Mikro. Dengan dilaksanakannya PPKM Mikro ini, Bupati turut menekankan kepada para Camat untuk aktif memonitoring dan menyampaikan laporan harian.
“Saya minta baik camat, kepala desa dan semua stakeholder untuk aktif monitoring pelaksanaan PPKM mikro Posko Covid-19 tingkat desa juga dapat diaktif kembali, termasuk desa-desa yang berbatasan dengan daerah lain,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati juga telah menghimbau kepada masyarakat dan ASN untuk tidak mudik di hari raya idul Fitri. Himbauan tersebut disampaikannya berdasarkan Surat Edaran dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tentang peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri untuk Masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk di kabupaten Bengkayang.

“Untuk ASN itu tidak mudik ya di Bengkayang (Peniadaan Mudik),” ujar Darwis.

Selain Mudik lebaran, Darwis juga menyampaikan himbauan kepada Masyarakat Bengkayang yakni peniadaan Open House pada saat Hari Raya Idul Fitri Tahun ini untuk meminimalisir Kerumunan yang mengakibatkan penyebaran Pandemi COVID semakin menjalar.

“Termasuk himbauan, peniadaan Open House , agar tidak terjadi Kerumunan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bengkayang Damianus, menyatakan, pendirian posko di enam titik tersebut dengan menindaklanjuti instruksi Mendagri Nomor 09/2021 dan SK Gubernur No.280/Kesra/2021 tentang PPKM Kabupaten Bengkayang menerbitkan Instruksi Bupati Bengkayang No.443/1184/BPBD/2021 ttg PPKM Berbasis Mikro.

“Sehubungan dengan hal tersebut Bupati meminta Semua Posko Satgas Covid-19 yang pernah terbentuk baik Posko Satgas Covid-19 Kabupaten, Kecamatan, Lurah dan Desa agar diaktifkan kembali paling tidak di rentang tanggal 06 Mei sampai 17 Mei 2021. Dan itu juga tergantung status Zona atau menyesuaikan Regulasi pusat,” jelas Damianus.

Lanjutnya, adapun titik locus Posco perbatasan Negara, kabupaten/kota yang menjadi atensi Pemkab, yakni Posko Perbatasan Indonesia – Malaysia (dikomandoi oleh Dansatgas Covid-19 Pamtas). Kemudian enam Posko dibawah kendali Satgas Covid -19 kabupaten yakni, posko pertama di batas Sungai Duri – Mempawah di Pukesmas. Kedua, Batas Sei Raya Kepulauan – Singkawang di Karimunting. Ketiga, batas Monterado – Singkawang di Gerantung. Keempat, batas Teriak – Landak di Lapangan bola Sentibak. Kelima, batas Ledo – Sambas di Tebuah Marong dan, keenam dibatas Jagoi Babang – Sambas tepatnya di Semunying dan Posko kesekretariatan di rumah singgah Ex RSUD Bengkayang.

Sejauh ini kata Damianus lalu lintas pemudik dipantau lenggang karena semua kabupaten kota melakukan penyekatan selective berlapis. Jika pun ada pemudik yang nekat kata ia, akan disesuaikan dengan regulasi.

” Regulasi menyesuaikan dasar surat diatas. Posko ada yang sudah berjalan, sampai saat ini arus mudik terpantau lengang karena semua kabupaten/kota peyekatan selective berlapis,” jelasnya.

Secara terpisah. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bengkayang Gerardus mengatakan, akan memberikan sanksi kepada ASN yang nekat mudik lebaran. Pasalnya, surat edaran himbauan larangan mudik dari Pemda telah jauh hari disampaikannya kepada ASN yang ada di lingkungan Pemkab Bengkayang.
“Pemerintah Daerah melalui BKDPSDM, jauh-jauh hari sudah menyampaikan Surat Edaran Peniadaan Mudik,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, untuk sanksi bagi para ASN yang kedapatan Mudik Hari Raya Idul Fitri diatur dalam PP Nomer 53 tentang Disiplin PNS secara berjenjang.

“Kita sesuaikan dengan Sanksi Pegawai PP Nomer 53 itukan, secara berjenjang ada aturannya. Apakah sanksi ringan, sedang atau sanksi berat dan itu, dan itu juga nanti dilihat kualitas pelanggaran disiplin nya,” pungkasnya. (R)

Check Also

DKI Jakarta Alami Lonjakan Covid-19, Anies Baswedan Peringatkan Agar Tidak Ada Kerumunan Di Wilayahnya

JAKARTA, suaraborneo.com – DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus virus Corona (COVID-19). Gubernur Anies Baswedan memperingatkan …

//ugroocuw.net/4/4267251
error: Off