Pengelolaan Dana Desa Bileon, Masyarakat Kecewa

NTT, suaraborneo.com – Masyarakat RT.02, RW.01, Dusun A, Desa Bileon, Kecamatan Fautmolo, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, merasa kecewa dengan pengelolaan dana desa Bileon, pasalnya, masyarakat RT.02 ini diminta melengkapi semua berkas agar dibawa untuk asistensi di dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten TTS dan diminta membersihkan lokasi pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar difoto sebagai bukti dan para tukang kayu atau pun batu diminta menanda tangani berkas agar dapat disetujui di dinas PMD karena telah melewati berbagai tahapan di desa Bileon seperti Musyawarah Desa (Musdes).

drg. Octavia Seobilta Nuban, S.KG. pendiri beberapa sekolah Paud dan Sekolah Dasar di TTS termasuk PAUD Seo Bone, Bileon, kepada media ini menandaskan.

“Saya dihubungi pengelola PAUD, kalau pembangunan gedung PAUD dialihkan padahal lokasinya sudah dibersihkan sehingga saya meminta mereka bertemu dengan saya di Soe agar mengklarifikasinya di rumah ibu sekretaris desa Bileon yang ada di oefau,Soe, karena Penjabat Desa dan Sekretarisnya selama ini di Soe,” tandasnya.

Hal senada, disampaikan Nitanel Tobe, warga desa Bileon, kami merasa kecewa karena berdasarkan hasil musyawarah desa disepakati 4 pembangunan rumah warga dan 1 pembangunan gedung PAUD.

“Kami pengelola Paud Via Seo Bone ini diminta Yeremias Tofeto, salah satu perangkat desa Bileon untuk menyiapkan lokasi, menyerahkan surat ijin operasional sekolah ini dan para tukang juga diminta tanda tangannya agar dananya segera dicairkan namun setelah semuanya diselesaikan, kembali diinformasikan oleh Yeremias Tofeto bahwa dari dinas PMD coret dana pembangunan gedung ini sehingga mantan desa Bileon untuk cari kejelasan ke penjabat dan sekretarisnya,” Jelasnya.

Pantauan media ini, di rumah sekretaris desa Bileon yang terletak di Oefau, Soe, TTS, saat warga yang terdiri dari ketua RT.02, pengelola Paud dan beberapa warga bersama pendiri Paud mendatangi rumah sekretaris.

Sekretaris Desa Bileon, Yublina Selan menelpon penjabat desa agar ke rumahnya karena warga sudah berada di rumahnya. Setelah Penjabat desa, Ingrid Nenotek, bersama pendamping lokal desa bileon, Gina Tobe, berada di rumah sekretaris, Ketua RT bersama warga menyampaikan kekecewaan mereka dan dijawab oleh penjabat desa, Ingrid Nenotek bahwa menyampaikan permohonan maaf karena setelah berkonsultasi dengan dinas PMD mengenai bangunan fisik rumah warga dan gedung PAUD, dari PMD tidak menyetujui pembangunan Paud sehingga kami rubah rancangannya karena tahun ini untuk pemulihan ekonomi sehingga kita perjuangkan lagi tahun depan tapi kita doakan agar pandemi ini segera berakhir.

Sementara, sekretarisnya, Yublina Selan, juga menyampaikan permohonan maafnya karena tidak bisa bertemu dengan warga di bileon karena sibuk mengurus SPJ. Dirinya juga mengatakan, hasil musyawarah desa tetap dimuat tetapi ditolak di PMD bukan karena kami tidak muat.

“Bahkan kami sampai dua atau tiga kali perjuangkan ini namun ditolak,sehingga dana untuk bangunan gedung Paud dialihkan, yakni ditambah lagi pembangunan tiga rumah warga.
Sedangkan, Gina Tobe, pendamping lokal desa Bileon juga menyampaikan kepada warga yang hadir bahwa dirinya bersama dengan penjabat desa dan sekretarisnya ke dinas PMD untuk urus ini, bahkan sampai jam 7 atau delapan baru selesai,” pungkasnya.

Setelah pertemuan, Emi Liunesi, pengelola Paud, Nitanel Tobe dan ketua RT.02 mengaku tetap tidak puas dengan penjelasan karena dana untuk pembangunan PAUD dialihkan dan ditambah lagi pembangunan 3 rumah warga yang sebenarnya tidak ada dalam musyawarah desa. (Albert BS)

Check Also

DKI Jakarta Alami Lonjakan Covid-19, Anies Baswedan Peringatkan Agar Tidak Ada Kerumunan Di Wilayahnya

JAKARTA, suaraborneo.com – DKI Jakarta mengalami lonjakan kasus virus Corona (COVID-19). Gubernur Anies Baswedan memperingatkan …

//oackoubs.com/4/4267251
error: Off