Category: kaltim | www.suaraborneo.com

Pembangunan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan Capai 69 %

Balikpapan (SB-7/5). Pembangunan Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan sudah mencapai 69 % dari jadwal yang telah direncanakan. Proyek ini targetkan akan selesai pada akhir Oktober 2013
“Proyek Bandara sepinggan tersebut di bagi tiga paket. Paket pertama meliputi pembangunan terminal kargo, hanggar, apron, jalur taksi, gedung administrasi, kantor satuan kerja, gedung maskapai dan shelter alat besar di pastikan sudah selesai seratus persen. Paket satu ini telah menghabiskan dana sekitar Rp 129 miliar. Sedangkan paket kedua yakni pembangunan gedung terminal penumpang, yang menghabiskan dana sekitar Rp 1,1 triliun. Yang terakhir paket ketiga terdiri dari pembangunan fasilitas dan infastruktur penunjang, yaitu gardabrata, apron, jalan layang, jalan akses, dan lanskap menghabiskan dana Rp 256 miliar. “ tutur Agus Raharjo Sekertaris Proyek PT Angkasa Pura 1 kepada Suara Borneo.
”Bandara Sepinggan Balikpapan memiliki luas dua kali lebih besar dari Bandara Hasanudin Makasar. Bandara ini dibangun empat lantai dan disediakan flover untuk penumpang datang dan pergi yang dibuat secara terpisah. Penumpang yang berangkat dilantai tiga bisa langsung check in, sedangkan buat penumpang datang di lantai dua, turun ke lantai satu untuk penumpang yang membawa bagasi. Selain itu untuk area tengah bandara disediakan pertokoan dan mal,”ujar Agus.
Ditambahkan Agus, “pengerjaan poiyek ini, sedikit terlambat dari jadwal yang ditetapkan diakibatkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk dikerjakan termasuk keterlambatan material(katono)

Perkebunan Kelapa Sawit Merupakan Industri Ramah Lingkungan

Balikpapan. (7/5). Sebanyak 15 wartawan mengikuti Workshop “Kontribusi dan Tantangan Industri Kelapa Sawit” yang diselenggarakan PT. Astra Argo Lestari Tbk di lingkungan kerjanya di wilayah Kaltim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Borneo 3.
Acara workshop satu hari ini berlangsung di Hotel Menara Bahtera Balikpapan, pada hari Selasa (7/5). Salah satu isu yang menjadi pembahasan media, adalah adanya isu yang menuding Perkebunan Kelapa Sawit merupakan industry yang tidak ramah lingkungan bahkan cenderung merusak terhadap lingkungan.
Seperti yang dituturkan Topan Mahdi Head Of Public Relation PT. Astra Agro Lestari, “ Media cenderung memberitakan sebuah berita yang tidak berimbang, “
Sementara Budi Utarto Direktur Area Borneo 3, menegaskan, “bahwa sebagian masarakat masih menganggap Industri perkebunan kelapa sawit di nilai negatif. Hal ini tidak lebih dari sekedar politik dagang antar negara,”
“ Salah satu pesaing kita adalah minyak-minyak nabati seperti minyak bunga matahari yang banyak dihasilkan negara-neagra Amerika, yang memang produksinya sangat kecil dibanding dengan minyak sawit. Apalagi dalam persaingan minyak nabati dunia, minyak sawit Indonesia makin mendominasi. “ tegas Budi Untarto.
Ditegaskan Budi, “Industri kelapa sawit sudah menyumbang devisa yang sangat besar bagi negara, selain dari pajak ekspor sawit. industri sawit juga menyerap tenaga kerja hingga 5 juta orang. “
Sementara Dr. Bandung mengatakan “ bahwa tidak ada industri selain industri kelapa sawit yang tingkat keterlibatannya masyarakat sangat tinggi. Dalam mata rantai bisnis kelapa sawit, masyarakat disekitar perkebunan, adalah pihak pertama di luar perusahaan yang dilibatkan secara langsung dalam mata rantai tersebut. “
“ Keberadaan perkebunan kelapa sawit benar benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Berbicara masalah tanggung jawab sosial di perkebunan kelapa sawit,semua aspek dilakukan, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, “ tegas Bandung.
Pemerhati lingkungan dari Universitas Mulawarman, Ir Zulkarnain, bahwa tidak seharusnya industri kelapa sawit dikesampingkan. Karena sudah terbukti industri sawit memberikan dampak ekonomi yang sangat besar dan hampir semua kajian ilmiah membuktikan bahwa industri sawit sangat ramah lingkungan.
”Sawit adalah satu satunya industri berbasis sumber daya alam yang bisa menjadi sebuah industri yang berkelanjutan,”kata Ir Zukarnaen (katono).

6 Mata Pelajaran UN Susulan SMA di Kaltim Dicetak Ulang

Balikpapan (SB-21/4)Menghindari terjadinya kebocoran soal dalam pelaksanaan Ujian Nasional susulan tingkat SMA, SMK dan MA Kaltim, Kemendiknas terpaksa mencetak ulang 6 mata pelajaran ujian nasional susulan untuk SMA dan SMK jurusan IPA, IPS dan MA. Ke enam mata pelajaran tersebut diantaranya, untuk mata pelajaran IPA yaitu Kimia dan Biologi, untuk IPS, Sosiologi dan Geografi, dan Madrasah Aliyah bidang Fikih dan Hadist. UN susulan rencananya akan di laksanakan pada tanggal 25 April.

Cetak ulang ke enam mata pelajaran ini disebabkan adanya keterlambatan dan tidak terdistribusinya soal-soal UN untuk enam mata pelajaran tersebut. Karena soal-soal yang terlambat didistribusikan tersebut sudah diujikan terlebih dahulu di provinsi terdekat seperti di Kalteng dan Kalsel.

Pencetakan ulang ke 6 mata pelajaran ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan Prof Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S saat rapat kordinasi UN dengan Gubernur Kaltim, Ketua DPRD TK 1 Kaltim, Wakapolda Kaltim, Kasdam VI Mulawarman, Walikota Balikpapan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Se-Kabupaten Kota di Kaltim yang dilaksanakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan Sabtu (20/4) malam.
Dalam rapat kordinasi UN itu Wamendiknas Musliar Kasim membahas soal karut marut ujian nasional di Kaltim yang hampir sebagian besar bermasalah, seperti masalah keterlambatan pendistribusian dan tidak terdistrubsi beberapa mata pelajaran yang diujikan di dalam UN, yang menyebabkan sebagian besar kabupaten-kota di Kaltim terpaksa mempotocopy beberapa soal UN tersebut.
“ Karena provinsi-provinsi terdekar seperti Kalteng dan Kalsel sudah melaksanakan UN terlebih dahulu, maka untuk mata pelajaran UN susulan di Kaltim terpaksa dicetak ulang. Hal ini untuk menghindari kebocorran,“
kata Musliar Kasim.
Akibat keterlambatan ini salah seorang Wakil Kepala Diknas Pendidikan di Kutai Timur Kaltim sempat meminta konpensasi nilai kepada Wamendiknas, karena adanya kekhawatiran hasil un yang berdampak kepada siswa peserta UN. Konpensasi tersebut dalam bentuk konversi nilai. Namun Wamendiknas menolak memberikan konpensasi tersebut alasannya apapun hasilnya un tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. (SB).

Derby Kaltim Berakhir Imbang 2-2

Laga Derby Kaltim antara Persisam Samarinda dan Persiba Balikpapan harus berakhir dengan skor imbang 2-2 dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League 2012/2013. Laga yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (18/4/2013) berjalan menarik dari menit pertama.

Persisam yang bertekad meraih poin penuh untuk menghentikan catatan jelek di partai kandang sebelumnya langsung menggebrak. Tetapi tim tamu Persiba Balikpapan berhasil mencetak gol terlebih dahulu ke gawang tuan rumah. Gol tim berjuluk Beruang Madu ini diciptakan Yudi Koerudin menit akhir babak pertama. Gol Yudi tercipta melalui proses blok bola yang didrible M Roby. Yudi langsung menggiring bola menuju kepertahanan Persisam. Meski dibayang-bayangi oleh Joko Sidik, Yudi langsung mencongkel bola dari luar kotak penalti. Skor 1-0 pun bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Persisam mencoba menyamakan kedudukan. Upaya tuan rumah berhasil di menit 47. Adalah striker Richard Obiora yang membuat Pusamia bersorak. Proses gol ini tercipta karena tendangan bebas Lovenian Ebrahim langsung disambar oleh tandukan mantan striker Sriwijaya FC ini.

Namun tidak lama kemudian menit 56. Tendangan Syakir Sulaiman tak mampu dibendung oleh kiper Persisam yang dikawal Fauzi Toldo. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk Persiba. Bayu Gatra menjadi penyelamat tim Pesut Mahakam di 4 menit jelang bubaran. Sundulan pemain asal Jember ini memaksa kedudukan imbang 2-2.

Usai pertandingan Pelatih Persisam Samarinda, Sartono Anwar sangat tidak puas atas hasil imbang ini. “Anak-anak terlalu tergesa-gesa, penyelesaian akhir yang masih perlu dipoles lagi. Ini untuk yang ke empat kalinya kita gagal menang di kandang sendiri, partai selanjutnya kita akan menjamu Mitra Kukar semoga dapat meraih poin penuh,” jelas Sartono.

“Persiba saya akui main bagus, mereka lebih sabar dalam bermain. Soal evaluasi ataupun penambahan pemain saya belum bisa pastikan karena melihat perkembangan dulu,” beber mantan Pelatih PSIS Semarang ini.

Sementara itu arsitek Persiba Balikpapan, Hery Kiswanto mengaku bersyukur atas keberhasilan meraih poin ini. “Anak-anak bermain disiplin, tenang, dan sabar. Saya mengapreasiasi hasil ini,” ujar Herkis panggilan akrap Hery Kiswanto.

“Pertandingan yang cukup menarik, kedua tim saling serang. Selanjutnya kita akan menjadmu Persija dan PSPS di kandang, semoga dapat menyapu bersih kemenangan,” tukas Herkis.

Hasil imbang ini menempatkan Pesut Mahakam di peringkat tujuh klasemen dengan nilai 22 dari 16 laga yang dijalani. Sedangkan bagi Persiba, hasil imbang tidak memberikan pengaruh terhadap posisi mereka di klasemen. Tim Beruang Madu menempati peringkat ke-11 dengan koleksi nilai 17 dari 15 pertandingan./ligaindonesia.co.id

Pelepasliaran Orangutan Samboja Lestari (1)

Mulai hari ini (14/4) Yayasan BOS melepasliarkan tiga orangutan dari Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari, ke Hutan Kehje Sewen. Sejak pagi seluruh tim yang bertugas telah bersiap untuk kegiatan ini. Tim Medis Samboja Lestari mulai melakukan pembiusan terhadap orangutan kandidat pelepasliaran sejak pukul 6 pagi. Leo, orangutan jantan salah satu kandidat pelepasliaran, mendapat giliran pertama untuk dibius karena dialah yang akan pertama kali diberangkatkan ke hutan Kehje Sewen.
Setelah dibius dan dimasukkan ke kandang transport, Leo kemudian diangkut dengan helikopter Bell 412 milik National Utility Helicopter (NUH). drh. Agus Irwanto dan seorang teknisi dari Samboja Lestari mendampingi penerbangan Leo ke Hutan Kehje Sewen yang diperkirakan akan ditempuh dalam waktu 1 jam 50 menit.

Sementara itu, Juminten dan Titin diberangkatkan ke Sangatta dengan jalan darat. Mereka berdua akan beristirahat satu malam di kandang transit yang ada di Kaltim Prima Coal dan terbang ke Kehje Sewen dengan helicopter keesokan harinya. Titin dan Juminten akan didampingi drh. Agnes dan tujuh orang teknisi dari Samboja Lestari.
Kabar kurang baik datang dari Kehje Sewen. Tadi malam, Kehje Sewen dilanda hujan deras, yang mengakibatkan meluapnya Sungai Lesik dan longsornya tebing di belakang camp. Pagi tadi, gerimis dank abut tebal masih menyelimuti Kehje Sewen. Hal ini menyebabkan jarak pandang yang sangat minim dan berbahaya bagi penerbangan Leo yang telah direncanakan. Kondisi terus dipantau untuk memastikan keberangkatan orangutan menuju Kehje Sewen.
Syukurlah, cuaca berangsur cerah. Gerimis mulai berhenti dan kabut tebal yang menyelimuti Kehje Sewen berangsur hilang. Leo siap diterbangkan menuju rumahnya! Pukul 07.45 pagi helikopter mulai mengudara menuju Kehje Sewen.
Pukul 09.30 pagi helikopter yang membawa Leo sukses mendarat di helipad Camp 103 Kehje Sewen. Seluruh tim yang bertugas dengan sigap menyambut kedatangan helikopter dan melakukan proses pemindahan kandang transport Leo dari helikopter menuju jembatan sling di Sungai Lesik.
Menyeberangkan kandang transport melewati Sungai Lesik bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kecermatan dan ketelitian demi keselamatan orangutan. Kandang transport Leo berhasil diikat dan diseberangkan melewati Sungai Lesik, meskipun tampak Leo beberapa kali berusaha melepaskan tali pengikat dari dalam kandangnya.
Setelah berhasil menyeberang Sungai Lesik, Leo kemudian diangkut dengan mobil menuju titik pelepasliaran yang terletak di Sungai Lembu. Sampai di sana, Leo diseberangkan lagi dengan sling ke sisi lain Sungai Lembu. Setelah sampai di seberang, kandang diletakkan sekitar 150 meter dari tepi sungai. Jam menunjukkan pukul 15.00 ketika kandang dibuka, Leo langsung berlari menuju pohon terdekat dan memanjatnya. Semua tersenyum bahagia dapat menyaksikan kebebasan Leo yang sesungguhnya. Selamat menikmati kebebasanmu, Leo!

Bagaimana dengan Juminten dan Titin? Kami baru saja mendapat kabar bahwa mereka berdua telah sampai dengan selamat di Sangatta. Sekarang, Juminten dan Titin tengah beristirahat di kandang transit. Semoga cuaca esok hari bersahabat sehingga penerbangan Juminten dan Titin ke Kehje Sewen akan berjalan dengan lancar(Monica Devi Krsinasari/BOSF).

Tiga Orangutan Kaltim Siap Dilepasliarkan

Tidak lama lagi, populasi orangutan di Kehje Sewen akan bertambah. Pada tanggal 14 April 2013 mendatang, tiga orangutan rehabilitan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari akan segera dilepasliarkan ke hutan Kehje Sewen. Mereka bertiga adalah Juminten, Leo dan Titin. Berikut profil mereka.

Juminten

Diselamatkan dari hutan industri milik PT Surya Hutani Jaya (SHJ) di Sebulu, sekitar perbatasan Taman Nasional Kutai, Juminten ketika itu baru berusia 6-7 tahun. Di usianya itu, orangutan liar yang hidup alam bebas sejak lahir bisa dianggap sudah remaja karena mereka sudah lepas dari ibu mereka. Juminten, orangutan betina remaja tersebut ditemukan dalam blok tanaman industri akasia dan dibawa ke pusat rehabilitasi Yayasan BOS di Samboja Lestari pada 12 April 1998. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan awal, saat itu Juminten memerlukan perawatan medis.

Pada 2010 Juminten kemudian dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran di mana dia bertemu Leo. Sudah beberapa waktu ini, keduanya menjalin hubungan. Sebuah catatan menarik tentang Juminten, dia sering terlihat merawat bayi orangutan betina lain dengan penuh kasih ketika ibunya sedang sakit. Juminten yang cantik kini berusia 21 tahun dan semakin berperilaku liar sebagaimana dia seharusnya. Dan tibalah waktunya untuk kembali ke rumahnya di hutan!
Leo

Leo adalah orangutan jantan yang diselamatkan saat masih berumur 4-5 tahun dari Sebulu, salah satu kawasan di Kalimantan Timur yang telah musnah oleh kebakaran hutan pada tahun 1997/1998. Dia dibawa ke Wanariset-Samboja (kini Samboja Lestari) pada 26 September 1997. Leo menunjukkan tingkah laku yang sangat liar, memperlihatkan bahwa dia tidak pernah atau jarang berhubungan dengan manusia. Setelah beberapa lama ditempatkan dalam kandang sosialisasi, Leo akhirnya dipindahkan ke sebuah pulau pra-pelepasliaran, Pulau 3, pada tahun 2009. Leo sangat senang tinggal di pulau. Dia menyesuaikan diri dengan cepat, memanjat pohon, membuat sarang, dan menunjukkan usahanya mencari makanan hutan secara aktif.

Pada 2010, kami mengenalkan Leo kepada beberapa orangutan betina – Eliza, Mona dan Juminten. Sekali lagi, dia menunjukkan perilaku ingin tahu, begitu lembut dan senang bermain dalam pendekatannya kepada mereka. Leo jelas tertarik kepada Juminten, tetapi terhadap Mona dan Eliza dia lebih berperan sebagai kakak. Kemajuan Leo telah meyakinkan kami bahwa dia telah siap untuk hidup di dalam hutan yang sebenarnya. Kini di usia 20 tahun, pejantan tampan dengan bantalan pipi besar ini tidak lama lagi akan pulang!

Titin

Titin adalah orangutan betina yang tiba di Samboja Lestari pada tanggal 9 Maret 1994. Dia diselamatkan di ibukota Kalimantan Timur, Samarinda, pada usia 4-5 tahun. Pada tahun 2000, Titin melahirkan bayi laki-laki, Titon, yang tinggal bersama ibunya sampai usia 7 tahun. Setelah Titon dipindahkan untuk bersama orangutan lain seusianya, pada 2008, Titin melahirkan bayi kedua – kali ini bayi perempuan – yang dinamai Tina-Toon. Pada akhir 2010, Titin dan putrinya Tina-Toon dipindahkan ke sebuah pulau pra-pelepasliaran, bergabung dengan Leo dan Juminten.

Sekarang setelah Tina-Toon meninggalkan ibunya untuk menjalani Sekolah Hutan, Titin terlihat banyak kemajuan, terutama keterampilan hutannya yang berkembang jauh lebih cepat. Meskipun ia tidak begitu dominan seperti Juminten, Titin adalah orangutan nomor dua yang disegani di pulau. Meski demikian, Titin tidak menunjukkan perilaku represif terhadap orangutan muda di pulau. Pada umumnya, dia adalah tipe orangutan yang ramah dan juga memiliki ketertarikan kepada Leo, pacar Juminten. Namun Juminten kelihatannya tidak keberatan sama sekali. Kehidupannya di pulau begitu indah dan berharga. Dan kini di usianya yang ke-23 tahun, Titin akan segera memulai perjalanan pulang ke rumahnya.

SMP GPIB Targetkan Anak Didiknya Lulus UN 100 %

Balikpapan (SB-8/4). Ujian Nasional 2013 tak terasa semakin mendekat, sejumlah siswa diberbagai daerah mulai menyiapkan diri. Baik mempersiapan mental maupun persiapan lainnya. Seperti yang dilakukan siswa-siswi kelas IX SMP GPIB Balikpapan yang sudah jauh hari bersiap diri menghadapi UN 2013 yang sudah tinggal bilangan hari itu. Sekolah dengan segudang prestasi ini sudah tidak takut lagi menghadapi UN.
“ Dari persiapan strategi cara belajar, sampai dengan strategi cara mengolah pikiran mental supaya siap secara psikis. Karena tidak jarang ada beberapa siswa yang justru drop dan jatuh sakit menjelang ujian nasional berlangsung, hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya persiapan dalam menghadapi ujian nasional. “ tutur Jetty E Makauntung SPd, MM Kepala Sekolah SMP GPIB Balikpapan.
Ditambahkan Jetty, “Selain persiapan materi pelajaran dan teknis menghadapi UN, tak kalah pentingnya juga akan persiapan mental anak didik secara matang baik oleh guru maupun orang tua. Sehingga anak didiknya benar-benar memfokuskan perhatian menghadapi pelaksanaan ujian, “
“Persiapan UN sebenarnya sudah dilakukan sejak Nopember 2012.Kita sudah mengadakan bimbingan belajar, tri out kemudian pada hari Senin ini kembali akan diadakan tri out yang terakhir dengan mata pelajaran yakni, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA. Ujian Nasional tahun ini lebih ketat dibandingkan tahun lalu, UN tahun ini ada 20 paket soal yang berbeda di setiap ruang kelas yang hanya diisi 20 siswa yang akan mengerjakan soal UN yang berbeda. Agar mental siswa lebih siap maka pihak sekolah akan mengadakan acara spiritual, acara ini rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu pada tanggal 12/4 akan dibimbing langsung oleh para rohaniawan.
”Selain itu kami juga akan menyerahkan anak didiknya ke gereja untuk melakukan ibadah bersama dengan jemaat GPIB JL milono Balikpapan,”ujar Jetty.
Sebagai guru panutan yang penuh dedikasi, Jetty tak puas kalau disekolahnya ada yang gagal dalam mengikuti UN kelak. Ia berharap dari 29 peserta yang akan menghadapi UN dapat lulus 100 persen. Disamping mepersiapkan siswanya menghadapi UN, Jetty sudah jauh hari mempersiapkan sekolah GPIB yang dipimpinya menerima siswa-siswa baru tahun ajaran 2013-2014.
“Bukan hanya UN yang menjadi perhatian kita, tapi juga penerimaan siswa baru tahun ajaran 2013-2014. Bagi 60 pendaftar pertama pihak sekolah akan membebaskan uang pangkal,” tutur Jetty mempromosikan sekolah yang dipimpinnya.
“Kemudian kami informasikan juga kepada khlayak luas, bahwa tahun ajaran yang akan datang, kami akan membuka sekolah jurusan SMK Bahtera Pelayaran, izinnya sudah keluar dari Dinas Pendidikan,”ujar Jetty bangga.(katono)

SMKN 3 Balikpapan, Gudangnya Siswa Berprestasi

Balikpapan (SB-7/4). Setiap peserta didik mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di luar kurikulum atau lebih di kenal dengan sebutan ekstrakurikuler. Tak jarang,s iswa mampu berprestasi dalam bidang ekskul tertentu dan bahkan mampu membawa nama baik sekolah. Seperti halnya di SMKN 3 Balikpapan yang merupakan sekolah yang berwawasan lingkungan memiliki keunggulan tersendiri dalam bidang ekstrakurikuler bidang olah raga. Para siswa di sekolah ini sering menyabet prestasi di setiap even yang diikuti.
”Setiap pertandingan anak didik kami kerap memperoleh juara baik tingkat Kota maupun tingkat provinsi bahkan hingga sampai ke tingkat nasional, bukan hanya di bidang ekskul saja di bidang akademik pun pernah diraihnya,”kata Adik Sujarwo guru bidang kesiswaan itu.
Dia menjelaskan,beberapa juara yang pernah diraih di SMKN 3 diantaranya, yudo, bolavolly, lari, bulu tangkis, lomba keterampilan siswa (LKS) dan masih banyak ekskul lainnya. Sedikitnya 100 piala dalam setahun telah diraihnya.Baru baru ini SMKN 3 juga telah memperoleh juara 1 bulu tangkis tingkat Kota Balikpapan dan juara I lomba keterampilan siswa (LKS) dibidang grafika teknologi tingkat SLTA se-Balikpapan. Adi Wibisono yang masih duduk dibangku kelas X ini mengaku bangga telah meraih juara 1 bulu tangkis yang diadakan oleh SMAN 5 Balikpapan.
Sebelumnya saat Adi masih duduk dibangku SMPN 7 juga pernah menjadi juara 1 untuk tingkat Kota, Provinsi bahkan hingga sampai ketingkat nasional.
”Bukan hanya menjadi juara bulu tangkis saja,saya juga pernah mewakili Kota Balikpapan untuk mengikuti pertandingan lari 1.500 meter tingkat provinsi meraih 5 besar dari 8 finalis,” kata Adi yang bersekolah dijurusan pemasaran itu.
Lain halnya dengan Danu yang meraih juara 1 dalam lomba keterampilan siswa (LKS) tingkat SMK se-Balikpapan, dirinya mengaku baru kali ini menjadi juara, sebelumnya juga pernah menjadi juara 1 karikatur ketika masih di SMP.
Sementara itu Drs. Subandi, kepala Sekolah SMK 3 Balikpapan saat ditemui diruang kepala sekolah mengatakan, merasa bangga dengan keberhasilan prestasi yang diraihnya baik prestasi dibidang non akademik maupun prestasi akademik mudah mudahan kedepannya akan menjadi lebih baik lagi (katono)

Walikota Balikpapan Resmikan Pusat Batik Nusantara di Plaza Balikpapan.

Balikpapan. (SB-6/4). Walikota Balikpapan Rizal Efendi pagi tadi (6/4) meresmikan Pusat Batik Nusantara di Plaza Balikpapan. Hadir dalam acara itu Walikota Pekalongan M. Basyr Asmad, GM Marketing The Plaza Balikpapan dan sejumlah unsur Muspida Kota Balikpapan. Konsep Pusat Batik Nusantara ini tak jauh berbeda dengan Pusat Batik Nusantara yang ada di Thamrin City Jakarta.

Pusat Batik Nusantara ini terletak di lantai 1 dan 2 Plaza Balikpapan. Meski baru dibuka sejumlah pedagang batik baik dari Balikpapan dan Pekalongan sudah memenuhi stan yang tersedia.
“Pusat Batik Nusantara yang ada di Balikpapan ini adalah yang kedua di Indonesia setelah Thamrin City Jakarta. Dan ini akan menjadi pusat batik terlengkap di Balikpapan, “ujar IGK Kusumo Jati GM Marketing The Plaza Trade Mall.
“ mage Pekalongan sebagai kota batik sangat lekat di kalangan masyarakat. Rasanya kalau bicara batik, ya Pekalongan,” tutur Rizal Efendi dalam sambutannya. (SB)

Yayasan ASEAN Luncurkan Program Pasca Sarjana ASEAN-China

YOGYAKARTA — Penandatanganan nota kerjasama pembentukan jaringan program pasca-sarjana Bisnis dan Ekonomi negara-negara ASEAN dan China dilakukan di Yogyakarta hari Selasa oleh wakil dari pemerintah China, Jaringan Universitas ASEAN (ASEAN University Network), Universitas Gadjah Mada dan Yayasan ASEAN (ASEAN Foundation).

Pembentukan jaringan baru tersebut diajukan oleh Yayasan ASEAN dan pemerintah China dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu anggota Jaringan Universitas ASEAN, bertujuan untuk mengantisipasi secara proaktif pergeseran komunitas global dan regional dari Amerika ke Asia. Selain itu juga mendukung terwujudnya Komunitas Ekonomi ASEAN.

Rektor UGM Profesor Pratikno mengatakan, jaringan kerjasama tersebut merupakan dukungan perguruan tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi yang progresif di kawasan negara-negara ASEAN dan China dewasa ini.

“Kita sangat berkepentingan mendorong agar ASEAN dan China memiliki kerjasama yang lebih intens. Tugas kami diantara perguruan tinggi ini adalah memfasilitasi pertukaran mahasiswa, dosen, kerjasama riset, publikasi dan berbagai bentuk mobilitas lainnya,” kata Rektor UGM.

Wakil pemerintah China Zheng Xuefang mengatakan, pemerintahnya akan meningkatkan jumlah mahasiswa China belajar di negara-negara ASEAN dan sebaliknya dari 100 ribu menjadi 200 ribu pada akhir tahun 2020. China juga akan menyediakan 10 ribu beasiswa untuk mahasiswa ASEAN untuk sepuluh tahun kedepan, dan mengundang 10 ribu mahasiswa dan guru dari sepuluh negara ASEAN untuk berkunjung ke China.

Ia menambahkan, kementerian pendidikan China sangat mendukung jaringan kerjasama pendidikan ASEAN dan China.

“Kementerian Pendidikan China sangat mendukung kerjasama dan program pertukaran antara perguruan tinggi di negara-negara ASEAN dan China karena prospeknya sangat cerah,” kata Zheng Xuefang.

Sementara itu, direktur eksekutif Jaringan Universitas ASEAN, Profesor Nantana Gajaseni mengatakan, jaringan program pascasarjana bisnis dan ekonomi ASEAN plus China ibaratnya bayi yang baru lahir yang perlu dipelihara dan dibesarkan. Menurut rencana, akan dilakukan pertemuan tahunan dan dibentuk Komite Pengarah yang akan mengevaluasi dan mengusulkan program yang diperlukan.

Prof. Nantana Gajaseni (Executive Director, ASEAN University Network) memberikan sambutan saat peresmian jaringan program pasca sarjana bisnis dan ekonomi universitas ASEAN-China di Yogyakarta (2/4). Foto: M. SahanaProf. Nantana Gajaseni (Executive Director, ASEAN University Network) memberikan sambutan saat peresmian jaringan program pasca sarjana bisnis dan ekonomi universitas ASEAN-China di Yogyakarta (2/4). Foto: M. Sahana
??
“Kami akan menyelenggarakan pertemuan tahunan dan membentuk Komite Pengarah yang akan melakukan monitoring, evaluasi dan memberikan masukan tentang program yang perlu dilakukan,” kata Professor Nantana Gajaseni.

Hari Rabu, di kampus UGM juga diselenggarakan serah-terima sekretariat jaringan program bisnis dan ekonomi intra ASEAN dari universitas De LaSalle Philipina kepada UGM. /voa