Category: kalsel | www.suaraborneo.com

Pemerintah RI Perpanjang Moratorium Penebangan Hutan

JAKARTA — Pemerintah Indonesia memperpanjang moratorium hutan alam dan lahan gambut selama dua tahun, yang ditetapkan lewat Instruksi Presiden No. 6/2013 tentang Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Penundaan pemberian izin ini diberlakukan di hutan konservasi, hutan lindung dan hutan produksi serta area penggunaan lain sebagaimana tercantum dalam Peta Indikatif Penundaan Izin Baru.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada VOA mengatakan kebijakan moratorium dilanjutkan untuk terus memperbaiki tata kelola di sektor kehutanan.

Kebijakan moratorium sebelumnya yang juga diterapkan selama dua tahun, kata Zulkifli, telah memberi manfaat dalam mencegah kerusakan hutan yang makin parah karena pemanfaatan komersial.

Dia menjelaskan saat ini deforestasi (penebangan hutan) hanya sekitar 450 ribu hektar per tahun, padahal pada 2001 hingga 2003, laju deforestasi mencapai 3,5 juta hektar pertahun seiring diterapkannya otonomi daerah.

“Pada 1998, deforestasinya dua juta hektar pertahun. Pada 2001, 2002, 2003 itu 3,5 juta hektar per tahun. Sekarang tinggal 450 ribu hektar per tahun, jadi jelas sangat signifikan hasilnya. Kami berpendapat moratorium itu bagus, banyak manfaatnya maka kita perpanjang,” ujarnya.

Juru kampanye hutan pada organisasi lingkungan hidup Greenpeace Indonesia Yuyun Indradi mengatakan pihaknya menyambut baik perpanjangan kebijakan moratorium ini. Meskipun itu kabar baik, kata Yuyun, Greenpeace menyayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak melakukan penguatan dalam perpanjangan moratorium tersebut.

Yuyun menambahkan pelaksanaan moratorium ini seharusnya tidak berdasarkan waktu tetapi berdasarkan indikator capaian sehingga seluruh carut marut dan pesoalan mendasar di sektor kehutanan bisa terselesaikan termasuk konflik sosial terkait hutan yang masih banyak terjadi.

“Hal-hal yang sebetulnya ingin kita lihat dalam moratorium yang baru ini, yang sayangnya tidak terpenuhi adalah misalnya mempertanyakan bagaimana dengan hutan primer yang berada di dalam kawasan konsesi. Bagaimana dengan kondisi atau status hutan sekunder yang seharusnya perlu dilindungi karena itu merupakan bagian dari hutan alam yang tersisa yang perlu diselamatkan,” ujarnya.

Greenpeace Indonesia, ujar Yuyun, mendesak pemerintah meninjau
konsesi yang ada, meningkatkan transparansi bagaimana lisensi diberikan, membangun basis data yang kredibel untuk lahan rendah karbon dan melakukan tata ruang yang jelas dan perencanaan penggunaan lahan.

Greenpeace juga meminta pemerintah Norwegia untuk membantu Indonesia mengurangi emisi dari deforestasi dan mendorong moratorium untuk diperkuat dan bukan sekedar diperpanjang.

Pemerintah Norwegia pernah memberikan dana US$1 miliar untuk membantu Indonesia mengurangi emisi dari deforestasi, ujar Yuyun.

“Dalam hal ini juga mendesak pemerintah Norwegia untuk pro aktif melihat bagaimana uang itu digunakan. Apakah memberi manfaat juga kepada masyarakat Indonesia atau tidak dan memberi manfaat terhadap keselamatan hutan atau usaha-usaha penyelamatan hutan atau tidak,” ujarnya.

“Nah itu yang sebenarnya yang menjadi tekanan kami mengapa kita meminta pemerintah Norwegia bertindak lebih proaktif terhadap pelaksanaan moratorium dan pelaksanaan letter of intent yang disepakati dua negara.” /voa

SMS Jadi Alat Kesehatan di Kenya

Penggunaan telepon selular (ponsel) di Afrika telah menyebar luas dan cepat. Pada akhir tahun lalu, diperkirakan bahwa 70 persen populasi memiliki ponsel. Sekarang ini, lembaga Palang Merah Internasional — International Federation of the Red Cross (IFRC) dan Red Crescent Societies — mengatakan mereka menggunakan teknologi ini untuk menyelamatkan nyawa.

Di Kenya, IFRC telah mengembangkan survei berbasis ponsel cepat atau Rapid Mobile Phone (RAMP). Mekanisme ini memungkinkan kelompok bantuan medis mempelajari banyak hal mengenai kesehatan orang di komunitas terpencil di pedesaan dalam waktu yang sangat singkat.

Jason Peat, petugas kesehatan senior untuk malaria, mengatakan ide untuk survei tersebut muncul dari para pekerja sukarela IFRC.

“Ada pekerja-pekerja sukarela yang menggunakan ponsel untuk berkomunikasi. Mereka menggunakannya untuk menelepon, namun lebih sering untuk mengirim pesan singkat karena itu lebih murah. Para pekerja sukarela ini dan petugas kesehatan komunitas lainnya di tingkat lokal kemudian menggunakan ponsel untuk mengelola aktivitas dan program, tidak hanya program kesehatan tapi semua program,” ujarnya.

Para pekerja sukarela menggunakan RAMP untuk mengumpulkan data seperti yang terkait dengan kelahiran, perawatan bayi, imunisasi, malaria, paru-paru basah, diare dan isu-isu kesehatan lainnya. Peat mengatakan bahwa survei ponsel telah mengurangi biaya secara tajam. Skema ini 10 kali lebih murah dibandingkan dengan metoda ‘clipboard’ dan menghemat banyak waktu.

“Sistem ini sangat cepat,” ujar Peat. “Kami memiliki buletin data dalam 24 jam, sementara dulu perlu berbulan-bulan untuk bisa menghasilkan buletin data. Dan kami dapat menulis laporan tertulis dalam tiga hari.”

Lebih cepat informasi dikumpulkan, tanggapan yang diberikan pun lebih cepat.

“Alat ini memungkinkan kita dengan sangat cepat mencari akar masalah. Hal ini memungkinkan kita melihat dimana masalah berada, dimana kita ingin mengubah indikator-indikator kesehatan. Dan alat ini memberikan kita data dan kemajuan yang ada bisa diawasi dengan sangat cepat,” ujarnya.

Organisasi Kesehatan Sedunia dan ahli epidemiologi ternama di dunia membantu Palang Merah mengembangkan RAMP. Survei ponsel ini digunakan untuk membantu Kenya dan negara-negara Afrika lainnya mencapai Tujuan-Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) untuk kesehatan. Target untuk MDG adalah 2015./voa

Laba-Laba Super Ditemukan di Sri Lanka

Bagi Anda yang memiliki ketakutan terhadap laba-laba, atau disebut Arachnofobia, berhati-hatilah. Mimpi terburuk Anda telah ditemukan dalam bentuk tarantula yang beracun dan bergerak cepat seukuran wajah Anda dan hidup di wilayah hutan Sri Lanka utara.

Makhluk ini memiliki panjang kaki sampai 20 centimeter dan termasuk dalam genus Poecilotheria, menurut majalah Wired. Laba-laba dari genus ini dikenal juga sebagai laba-laba macan karena motif di tubuhnya. Sekitar 15 spesies tarantula diklasifikasikan dalam genus ini.

Laba-laba baru ini diberi nama Poecilotheria rajaei dan berbeda dari laba-laba lain dari kategori ini terutama karena motif di kakinya dan garis merah muda di bagian perutnya.

Kelompok British Tarantula Society menerbitkan studi mengenai laba-laba ini pada Desember, dan editor jurnal milik kelompok ini mengatakan pada Wired bahwa “spesies ini memiliki perbedaan-perbedaan yang cukup signifikan untuk membedakannya dari spesies lain.” Namun ia menambahkan bahwa meski ada perbedaan fisik dari tarantula lain dalam genus yang sama, contoh DNA diperlukan untuk mengkonfirmasi spesies baru tersebut.

Banyak dari tarantula Poecilotheria yang hidup di pohon terancam punah karena kehilangan habitat.

“Mereka cukup langka,” ujar Ranil Nanayakkara, salah satu pendiri lembaga riset Biodiversity Education and Research di Sri Lanka, kepada Wired. “Mereka menyukai pohon tua yang kokoh, tapi karena penebangan hutan, jumlahnya menurun dan karena kurangnya habitat yang sesuai, mereka masuk ke gedung-gedung tua.”

Meski berukuran besar, Poecilotheria rajaei bukanlah laba-laba terbesar di dunia. Gelar itu dimiliki tarantula Amerika Selatan yang dikenal sebagai Goliath pemakan burung./voa

Bayi dengan HIV di AS Sembuh Lewat Perawatan Dini

Seorang bayi perempuan di Mississippi yang lahir dengan HIV telah sembuh setelah diberikan perawatan sangat dini dengan obat-obatan HIV standar, para ilmuwan AS melaporkan Minggu (3/3).

Kasus ini barangkali dapat menjadi terobosan dan menawarkan pengetahuan mengenai bagaimana menghilangkan infeksi HIV pada pasien-pasien yang masih sangat muda.

Kisah bayi ini merupakan yang pertama mengenai bayi yang mencapai apa yang disebut kesembuhan fungsional, sebuah peristiwa langka dimana seseorang mendapat kesembuhan tanpa perlu obat, dan tes darah standar menunjukkan bahwa tidak ada tanda virus itu berkembang biak lagi.

Lebih banyak pengujian perlu dilakukan untuk melihat apakah pengobatan tersebut akan memberikan efek yang sama untuk anak-anak lain. Namun hasil ini dapat mengubah cara perawatan bayi-bayi berisiko tinggi dan barangkali akan mengarah pada kesembuhan anak-anak dengan HIV, virus yang menyebabkan AIDS.

“Ini bukti dari konsep bahwa HIV memiliki potensi untuk disembuhkan pada bayi,” ujar Dr. Deborah Persaud, seorang ahli virus atau virolog di Johns Hopkins University, Baltimore, yang mempresentasikan penemuannya di Konferensi Infeksi Retrovirus dan Oportunistik di Atlanta.

Kisah bayi ini berbeda dari kasus Timothy Ray Brown, atau “pasien Berlin,” yang benar-benar sembuh dari infeksi HIV lewat perawatan lengkap untuk leukemia pada 2007 yang melibatkan penghancuran sistem kekebalan tebuhnya dan transplantasi sel induk dari seorang donor dengan mutasi genetik langka yang dapat melawan infeksi HIV.

“Kami yakin ini kasus Timothy Brown kami untuk menarik riset terhadap obat untuk infeksi HIV pada anak-anak,” ujar Persaud dalam jumpa pers.

Jika Brown mendapatkan pengobatan yang mahal, bayi di Mississippi tersebut, yang tidak diidentifikasi namanya, mendapatkan campuran obat yang sudah tersedia secara luas untuk mengobati infeksi HIV pada bayi.

Seorang dokter memberi bayi ini pengobatan yang lebih cepat dan lebih kuat dari biasanya, dimulai dengan infusi tiga obat dalam 30 jam setelah kelahiran. Hal itu terjadi setelah tes-tes mengukuhkan bayi tersebut terinfeksi dan tidak haya berisiko dari ibu yang terdiagnosa memiliki HIV sampai ia melahirkan.

“Saya merasa bayi ini memiliki risiko lebih tinggi dari normal dan layak mendapatkan usaha terbaik kita,” ujar Dr. Hannah Gay, dokter anak spesialis HIV di University of Mississippi.

Tindakan cepat tersebut ternyata mematikan HIV dalam darah bayi sebelum dapat membentuk persembunyian dalam tubuh.

Selanjutnya, tim Persaud berencana melakukan studi untuk membuktikan pengobatan tersebut, dengan perawatan lebih agresif atas bayi-bayi berisiko tinggi.

Sekitar 300.000 anak lahir dengan HIV pada 2011, sebagian besar di negara-negara miskin di mana hanya 60 persen perempuan hamil yang terinfeksi mendapatkan perawatan yang dapat mencegah mereka menularkan virus tersebut ke bayi-bayi mereka. Di Amerika Serikat, kelahiran seperti itu sangat jarang karena pengujian dan perawatan HIV telah lama menjadi bagian dari perawatan kehamilan. (AP/Reuters)

74 Pejabat dan Pesepak Bola Dunia Kena Sanksi FIFA

FIFA mengatakan badan itu memberi sanksi terhadap 74 pejabat, termasuk larangan seumur hidup bagi 11 orang, menyusul serangkaian kasus yang diadili oleh federasi sepak bola Italia.

Menurut FIFA, tuntutan itu terkait “main sabun”, taruhan gelap atau korupsi dalam organisasi.

FIFA mengatakan empat kasus baru yang melibatkan warga Korea Selatan merupakan kelanjutan sanksi bagi 10 orang tahun lalu dan 41 orang bulan lalu.

Sanksi global itu diumumkan hari Rabu, dua hari setelah FIFA menambah hukuman 58 orang yang dinyatakan bersalah atas keterlibatan di Tiongkok.

FIFA dapat menerapkan sanksi di seluruh dunia setelah federasi sepakbola nasional menyelesaikan penyelidikan mereka sendiri dan memberlakukan sanksi-sanksinya./voa

Kalahkan Persela 3- 1, Barito Putra Meroket Masuk Papan Atas

Martapura (SB-23/2). Tim debutan divisi utama Barito Putra membuktikan dirinya sebagai tim yang patut diperhitungkan lawan-lawannya. Barito Putra yang berhasil mengalahkan tamunya Persela Lamongan di kandang dengan skor telak 3 – 1, berhasil mengeser posisi Persisam Putra diperingkat 4 klasemen sementara Liga Super Indonesia 2013. Sementara Persisam melorot ke peringkat ke 5 klasemen sementara.
Sama-sama mengantongi point 14 dengan Persisam, Barito Putra lebih unggul dari Persisam. Tim bubuhan orang Banjar ini unggul dengan jumlah laga. Barito baru melakoni 7 kali pertandingan, dibandingkan Persisam yang sudah berlaga sebanyak 8 kali.
Barito Putra berada diurutan keempat dibawah Mitra Kukar diperinkat 1 dengan membukukan 19 poin, Persipura diperingkat 2 dengn membukukan 15 point dengan 7 kali laga, dan Arema diperingkat 3 yang membukukan 15 point dengan 8 kali laga. Barito Putra dipastikan akan terus memberikan ancaman bagi tim-tim lainnya.
Sementara Persiba Balikpapan yang ditahan oleh tim debutan Persepam Madura, dipaksa bermain imbang di kandang. Persepam berhasil menahan Persiba dengan skor 3 – 3 (SB).

Indonesia Catat Inflasi Tinggi Awal 2013

JAKARTA — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan bahwa Indonesia mencatat inflasi 1,03 persen pada Januari 2013, naik dari 0,76 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Suryamin mengatakan kenaikan inflasi ini terutama dipicu oleh komponen makanan dan bahan makanan, yang distribusinya terhambat karena cuaca buruk termasuk banjir.

“Yang bergejolak ini terutama komoditas-komoditas yang dipengaruhi oleh musim, seperti sayuran, daging ayam, cabai, bawang… Pada Januari ini memang musim di beberapa daerah kurang bersahabat,” ujarnya di Jakarta, Jumat (1/2).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin. (VOA/Iris Gera)
Suryamin mengatakan pemerintah harus meningkatkan pengawasan dan pengendalian harga dan distribusi berbagai kebutuhan pangan agar inflasi pada bulan-bulan mendatang tidak meningkat.

“Pemerintah bisa mengontrol komoditas-komoditas yang cukup besar pengaruhnya terhadap inflasi, khususnya beras, daging ayam, minyak goreng dan sebagainya. Tapi kalau musim kita tidak bisa memprediksi,” ujarnya.

Menurut pengamat dari lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Hendri Saparini, inflasi tinggi akan tetap terjadi jika pemerintah tidak mampu mengendalikan mekanisme pasar. Ia menilai masalah cuaca hanya sebagai salah satu faktor penyebab tingginya inflasi pada Januari 2013.
“Menurut saya ini tidak akan mudah untuk 2013. Kalau BPS mengatakan hanya karena masalah faktor musim, saya rasa musim itu adalah salah satunya. Tetapi ada masalah-masalah lain,” ujarnya.

“Kebijakan pemerintah di sektor pangan yang melepas harga pasar.. berbeda dengan banyak negara. Untuk bahan makanan strategis, peran dari pemerintah itu cukup besar. Bagaimana Vietnam mengatur bahan makanan strategis, bagaimana Malaysia memiliki kontrol baik dari sisi produksi maupun dari sisi konsumsi. Petani itu dilindungi tetapi konsumen juga dilindungi,. Nah, ini yang di Indonesia tidak ada.”

Hendri menambahkan bahwa selama pemerintah melepas harga kepada pasar dan tidak berusaha untuk mengendalikan, bukan saja inflasi tinggi yang akan mengancam namun juga daya beli akan turun. Jika hal itu terjadi, menurutnya, ekonomi akan bergerak lambat.

“Kalau tidak ada koreksi, jangan hanya bermimpi untuk menjaga inflasi, tetapi juga jangan bermimpi untuk menjaga daya beli. Kalau inflasi tinggi tentu saja akan mengancam daya beli. Kalau inflasi yang terjadi seperti di Indonesia inflasi terbesarnya adalah makanan, bahan makanan maka pasti kelompok masyarakat yang pengeluarannya terbesarnya untuk bahan makanan dan makanan yang paling terkena dampak daya belinya,” ujarnya.

BPS mencatat empat daerah penyumbang inflasi tertinggi pada Januari 2013 adalah Sibolga, Pontianak, Sorong dan Ternate.

Pemerintah tahun ini menargetkan inflasi antara 4,5 persen hingga 5,5 persen. Pada 2012, realisasi inflasi adalah 4,3 persen, lebih rendah dari target awal 5,3 persen. /voa

MK Bubarkan RSBI, Sekolah Unggulan Jalan Terus

Balikpapan (SB). Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di bubarkan. Namun, institusi pendidikan berlabel itu di Kaltim tak perlu resah. Pemprov Kaltim tetap menjalankan program sekolah unggulan.Informasinya, eks sekolah yang berstatus RSBI itulah yang diproyeksi menjadi sekolah unggulan. Sementara Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Balikpapan Imam Sujai, Sabtu (12/1) menanggapinya dengan santai. Yang jelas, pro dan kontra pasti ada setelah MK memutuskan untuk menghilangkan status RSBI, ada yang setuju ada pula yang tidak setuju. Tak ada masalah baginya dengan dihapusnya status RSBI dari sekolah yang dia pimpin. ”Kami tetap mematuhi saja apa yang menjadi keputusan MK dan bagaimana kebijakan pemerintah nanti lewat Dinas Pendidikan.Tanpa status itu juga kami tetap akan berjalan sesuai program yang telah kami buat,” kata Imam Sujai saat ditemui media online Suaraborneo, Sabtu (12/1). Dia menjelaskan selama sekolah berstatus RSBI, tidak pernah menarik pungutan pungutan seperti biaya partisipasi yang dibebankan kepada siswa baru. ”Plang yang bertuliskan RSBI di SMA Negeri 1 ini akan segera dihilangkan sebagai wujud patuh terhadap putusan MK,ada atau tidak adanya embel embel RSBI dalam sekolahnya tidak akan mempengaruhi kualitas pendidikan yang diajarkan, ”katanya. Ia menambahkan dihapusnya RSBI tidak akan berdampak pada siswanaya kalaupun ada itu hanya sebagian kecil saja. ”Kami akan sampaikan penjelasnya pada seluruh siswa siswi SMA Negeri 1 pada Upacara Senen mendatang,”ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Musyahrim melalui smsnya mengatakan, Keputusan MK tak mempengaruhi dunia penidikan di provinsi ini. ”Tetap semangat belajar,tidak ada yang perlu dikawatirkan,meskipun tak ada RSBI, lanjutnya, Pemprov Kaltim memang sudah punya program unggulan, sejak jauh hari. Masing masing kepala pemerintahan kabupaten dan kota sudah menetapkan sekolah unggulannya di daerah.Program ini terlahir pada tahun 2009 lalu melalui Memorandum of Understanding (Mou) antara Pemprov Kaltim, 14 Pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim,dan diketahui Bambang Sudibyo yang kala itu masih menjadi Menteri Pendidikan Nasional, Katanya.MoU juga dikuatkan keluarnya peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.”ada payung hukum yang jelas dalam pelaksanaan sekolah unggulan ,”terangnya. Intinya menetapakan program pendidikan 12 tahun Wajib belajar, tanpa menggolongkan dari segi kemampuan dana siswa yang msuk di sekolah unggulan,jelas musyahrim.(katono)

Aktivis Kecam Perlakuan Kasar Atas Ternak di Indonesia

Para aktivis hak-hak binatang pada Senin (7/1) mengecam perlakuan “kejam” atas ternak di Indonesia setelah munculnya foto-foto sapi yang dikerek dengan tambang terikat di kepala mereka.

Hal ini merupakan pukulan lagi bagi reputasi Indonesia dalam mengelola ternak, menyusul kritikan internasional pada 2011 ketika sebuah stasiun televisi Australia menyiarkan gambar para pekerja yang menyiksa sapi-sapi yang dikirim dengan kapal dari Australia.

Kantor berita AFP melaporkan, tiga sapi dikerek dari sebuah kapal di Surabaya dengan menggunakan tambang. Selain itu, tujuh sapi dikerek dengan cara yang sama dalam satu kelompok, dan leher mereka meregang sakit.

Kapal tersebut mengangkut ternak dari Sumbawa, namun tidak jelas apakah ternak tersebut memang dikembangbiakkan di pulau berjarak sekitar 500 kilometer ke arah timur dari Surabaya itu.

Sapi-sapi tersebut akan diangkut ke Jakarta, namun tidak diketahui nama perusahaannya.

“Sungguh gila karena praktik-praktik tersebut masih dilakukan,” ujar aktivis Benvika dari Jakarta Animal Aid Network kepada kantor berita AFP.

Ketua Asosiasi Dokter Hewan Indonesia Wiwiek Bagja mengatakan undang-undang kesejahteraan hewan yang berlaku sejak 2009 tidak efektif karena tidak menjelaskan hukuman terhadap orang-orang yang berlaku kejam terhadap binatang.

“Pendeknya, Indonesia masih jauh dari pelaksanaan dan penegakan hukum,” ujar Wiwiek.

Pada 2011, video sapi-sapi yang mati perlahan dan kesakitan, dengan mata tercungkil, ekor patah dan tenggorokan luka, mendorong pemerintah Australia menghentikan sementara ekspor ternak ke Indonesia selama sebulan. (AFP)/voa

Obesitas Tingkatkan Resiko Kematian Penderita Kanker

Para pakar mengatakan, hingga 25 persen kasus kanker pada orang gemuk, karena alasan yang belum jelas, tumor tampaknya lebih agresif dengan terapi kurang efektif pada pasien yang kelebihan jaringan lemak.

Namun, para peneliti di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di Houston mungkin telah menemukan alasannya pada tingkat molekuler. Mereka mengatakan, sel-sel jaringan lemak yang membesar mengeluarkan hormon dan faktor pertumbuhan, yang disebut adipokines, yang mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru yang memicu pertumbuhan tumor.

Mikhail Kolonin, guru besar bidang sel induk di Institut Kesehatan Universitas Texas untuk Pengobatan Molekuler, mengatakan, “Hipotesis kami adalah sel-sel jaringan lemak bergerak menuju lokasi kanker dan menjadi komponen tumor. Lalu faktor-faktor makanan itu, yang disebut adipokines, mulai dikeluarkan dari dalam tumor. Karena itu, sel-sel itu lebih kuat, sebab berada dalam konsentrasi lebih tinggi di dalam tumor.”

Dalam percobaan dengan tikus gemuk dan kurus yang mengidap tumor, tim Kolonin memberi makan setiap kelompok tikus dengan makanan yang sama. Tumor pada tikus gemuk tumbuh lebih cepat. Selain itu, para peneliti mendapati, pertumbuhan itu pada tikus-tikus gemuk yang terlihat dalam sel-sel lemak. Sementara, banyak dari sel itu berubah menjadi lemak dalam tumor, yang lainnya mendorong pembentukan jaringan pembuluh darah, membawa oksigen dan nutrisi.

Kolonin mengatakan, penurunan berat badan yang signifikan dapat mengurangi sel-sel lemak pembentuk tumor. Ia yakin proses bypass lambung atau operasi pengurangan berat badan pada orang-orang gemuk adalah cara cepat dan efektif untuk mengurangi risiko kanker.

“Jelas sekali, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, mengatasi obesitas sebelum timbulnya kanker mungkin sangat bermanfaat, karena operasi pengurangan berat badan, misalnya, tidak hanya mencegah risiko berkembangnya diabetes, tetapi juga mengembangkan jenis-jenis kanker tertentu,” paparnya.

Kanker-kanker yang demikian, yang umum pada orang yang kelebihan berat badan, termasuk kanker usus besar dan kanker prostat pada laki-laki dan kanker endometrium , sejenis tumor rahim, pada perempuan.

Artikel oleh Mikhail Kolonin dan sejawat-sejawatnya tentang hubungan antara obesitas dan kanker ini diterbitkan dalam jurnal Cancer Research/voa