Pasang Banner, Polsek Nanga Taman Himbau Stop PETI

SEKADAU, suaraborneo.com – Polsek Nanga Taman gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat guna memberikan Himbauan terkait larangan usaha pertambangan emas tanpa izin atau yang sering biasa disebut PETI di Wilayah Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau mencegah kerusakan lingkungan akibat dampak yang ditimbulkan dari PETI.

Jum’at (05/02/2021) ditemui diruangannya Kapolsek Nanga Taman IPDA Triyono menjelaskan bahwa Himbauan tersebut disampaikan melalui banner hingga himbauan yang dipasang di tempat keramaian hingga di pertokoan. Hal itu dilakukan agar Himbauan tersebut bisa dibaca oleh masyarakat yang melintas atau yang mengunjungi pertokoan.

Kapolsek Nanga Taman juga menuturkan Himbauan tersebut diberikan dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta mencegah terjadinya kerusakan lingkungan seperti selain dapat merusak sungai beserta ekosistemnya juga dapat menyebabkan bencana alam lainnya berupa bencana tanah longsor

“Larangan untuk melakukan PETI khususnya para penambang Emas Illegal dilarang berdasarkan undang-undang RI Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara serta ancaman Hukuman Penjara 10 Tahun dan Denda 10 Milyar Rupiah,” jelas Ipda Triyono.

Adapun Himbauan yang disampaikan melalui banner hingga pamflet berisikan antara lain :

1. Dilarang melakukan usaha pertambangan emas tanpa izin baik di aliran sungai maupun tempat-tempat lain yang dapat menimbulkan kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup.

2. Kegiatan usaha pertambangan emas tanpa izin merupakan perbuatan yang melanggar hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 dan atau Pasal 161 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

3. Setiap orang yang melakukan usaha pertambangan mineral dan batubara tanpa izin di pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

4. Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara tanpa izin, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

5. Apabila ditemukan adanya kegiatan usaha pertambangan emas tanpa izin di wilayah kecamatan Nanga Taman maka pihak kepolisian akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Kapolsek juga menambahkan bahwa selain himbauan ini dilaksanakan sebagai cara untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang dampak kerusakan serta bahaya yang ditimbulkan juga memberikan edukasi kepada warga masyarakat pekerja emas tanpa ijin agar meninggalkan kebiasaan bekerja menambang emas.

“Kami berharap supaya masyarakat beralih untuk mencari pekerjaan lain yang secara legal untuk memenuhi kebutuhan hidup,” pesan Ipda Triyono.

Kapolsek tidak lupa juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah kerusakan lingkungan di sekitar kita. Apabila ditemukan adanya aktivitas yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, maka akan ditindak tegas dan mendapat sangsi hukuman.

“Dengan adanya himbauan tentang larangan untuk aktivitas PETI, saya berharap warga masyarakat Kecamatan Kecamatan Nanga Taman untuk menghentikan aktifitas penambangan emas illegal. apabila dikemudian hari masih kami temukan akan kami lakukan tindakan tegas ,”Tegas Ipda Triyono. (Ps)

Check Also

LPFK Banjarbaru Inspeksi Listrik Medik Di RSUD Kapuas

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI melalui Loka Pengamanan Fasilitas Kesehatan (LPFK) …

//zuphaims.com/4/4267251
error: Off