TBC Day Tahun 2021 Bersama Promkes RSUD di Radio Siaran Pemda

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas melalui Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) bersama dr. Erny Indrawati melaksanakan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat dalam memperingati Hari TBC Sedunia (TBC Day), beberapa waktu yang lalu di Radio Siaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas 91,4 FM yang beralamat di Jalan D.I Panjaitan.

dr. Erny Indrawati menjelaskan bahwa TBC (saat ini disebut TB) merupakan penyakit menular yang dapat menyerang semua golongan masyarakat dan dapat menurunkan produktivitas, terjadinya kecacatan, dan bahkan kematian. Sampai saat ini sebagian masyarakat masih berpikir bahwa TB adalah penyakit keturunan yang disebabkan oleh kutukan atau karena guna-guna, pamikiran seperti ini adalah keliru karena TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman TB yang disebut Mycobacterium tuberculosis.

“Penyakit ini sebagian besar menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh yang lain, misalnya kulit, tulang, otak, ginjal, kelenjar dan lain-lain. Kuman ini dapat bertahan hidup selama beberapa jam dalam ruangan yang tidak terkena matahari,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, gejala utama yaitu batuk terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih. Gejala lain yaitu batuk bercampur darah, sesak nafas dan nyeri dada, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, lemas, demam/ meriang berkepanjangan, berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan.

Ketika orang yang sakit TB batuk, bersin, berbicara maka kuman Tb akan keluar di udara, dan ketika udara yang telah mengandung kuman Tb tersebut terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain.

“Jika daya tahan tubuh orang yang menghirup udara yang mengandung kuman tersebut lemah, maka orang tersebut menjadi sakit TB, tetapi jika daya tahan tubuhnya kuat, maka orang tersebut tetap sehat,”ungkapnya.

Adapun cara mencegah penularan TB dapat dilakukan dengan menelan obat anti TB secara lengkap dan teratur sampai sembuh, menutup mulut saat batuk atau bersin, membuang dahak atau ludah di tempat tertutup, menjemur alat tidur, membuka jendela setiap pagi, makan makanan bergizi, tidak merokok dan minum minuman keras, olah raga teratur, dan Istirahat yang cukup.

“Untuk menurunkan kasus TB di masyarakat diperlukan peran serta masyarakat, antara lain dengan dibentuknya Kader TB, yang memiliki peran memberikan penyuluhan tentang TB pada masyarakat, membantu menemukan pasien TB yaitu orang-orang yang dicurigai TB disekitarnya yang kemudian merujuk ke Puskesmas, membimbing dan memberikan motivasi pada PMO untuk selalu melakukan pengawasan menelan obat. Sehingga semboyan TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) pasien TB dapat terlaksana dengan baik dan kasus TB di Indonesia,” ujarnya. (PromkesRSUDKps/hmskmf/ujang/ery-SB).

Check Also

Bupati : Kebijakan Penyekatan Perbatasan Kalteng-Kalsel Tekan Penyebaran Covid-19

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat MM MT menegaskan kebijakan …