Gegara Limbah Ubur Perusahaan, Penghasilan Petani Rumput Laut Tarakan Merosot

KALTARA, SuaraBorneo.com – saya hampir pingsan menahan emosi melihat tingkah laku pimpinan CV Mitra Nelayan Abadi ketika anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara meninjau Perusahaan Ubur-Ubur 3 Oktober 2020 lalu,” kata Udin, bukan nama sebenarnya.

Soalnya, kata Petani Rumput Laut yang tinggal di Tanjung Pasir, Kelurahan Mamburungan Timur, Tarakan, Kalimantan Utara ini, pembuangan limbah langsung ke Laut.

“Pembuangan limbah dari Pabrik Ubur-Ubur langsung ke Laut, seolah-olah bukan sesuatu permasalahan yang harus dipersoalkan.

Udin, tentu saja kecewa terhadap keberadaan Pabrik Pengolah Ubur-Ubur ini. Sebab, hasil panen Rumput Laut yang dikelolanya terus menerus turun sejak Perusahaan Ubur-Ubur ini beroperasi.

“Bagaimana kita tidak marah. Sebelum perusahaan itu ada, kami bisa menghasilkan 10 Kg per tali. Sekarang, paling banter 3 – 5 Kg per tali, dikurangi 2 Kg bibit.

Apa yang disampaikan Udin dibenarkan Sudirman, Koordinator Petani Rumput Laut di Tanjung Pasir. Tidak kurang dari 1.500 Petani Rumput Laut di sepanjang Pantai Tanjung Pasir, Tanjung Batu, Amal Lama, Amal Baru, Andulung, hingga Juwata Laut, menjerit atas merosotnya panen Rumput Laut mereka akibat limbah Ubur-Ubur yang dibuang langsung ke laut oleh CV Mitra Nelayan Abadi.

Menurut Sudi, panggilan akrab lelaki kelahiran Sulawesi Selatan ini, limbah Pabrik yang semestinya diolah dulu di dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke Laut, ternyata perusahaan ini tidak memilikinya.

“Padahal, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltara sudah mengultimatum akan memberi sanksi tegas jika dalam enam bulan tidak memiliki IPAL, dan memerintahkan perusahaan ini menghentikan kegiatannya. Tapi, yang terjadi? Kegiatan perusahaan terus berjalan, air limbah tetap saja dibuang ke laut.

Dalam kasus Rumput Laut ini saja dapat dilihat kerugian. Jumlah Petani Rumput Laut di Tarakan ada sekitar 1.500 Petani, dan tiap orang rata-rata memiliki 500 tali, setiap tali menghasilkan 10 Kg Rumput Laut per 2 bulan panen, atau 5 ton dikalikan dengan 1.500 Petani tidak kurang dari 7.500 ton Rumput Laut per 2 bulan panen.

Menanggapi keluhan Petani Rumput Laut, Pimpinan CV Mitra Nelayan Abadi (MNA) Tanjung Pasir, Tarakan, menyebut sedang membangun IPAL. (mnd)

Check Also

Sosialisasi Perda Nomor 02 Tahun 2016 Kepemudaan, Anggota DPRD Fraksi Partai PSI Komisi 10, Eneng Malianasari

JAKARTA, suaraborneo.com – Anggota DPRD Fraksi partai PSI Komisi 10, Eneng Malianasari, S. Sos. terus …

//naucaish.net/4/4267251
error: Off