Rumah Sakit Di zona Merah, Komisi III DPRD Bengkayang Desak Pemkab Tambah Ruang Isolasi Covid-19

BENGKAYANG, suaraborneo.com –  Seiring dengan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 meningkat di Bengkayang, dan ruangan isolasi sudah penuh atau dikenal BOR (bed occupancy rate atau Bed tingkat keterisian tempat tidur), Anggota DPRD kabupaten Bengkayang, Ir. Martinus Khiu meminta agar pemerintah daerah segera meningkatkan jumlah bed untuk perawatan pasien Covid-19. Hal tersebut disampaikan ia lantaran ruangan untuk pasien sudah penuh.

Khiu juga meminta agar ada keterbukaan informasi terkait jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bengkayang.

“Dinas terkait bisa mengupdate dan upgrade informasi Covid-19 secara berskala. Sehingga masyarakat tahu dan bisa waspada,” ucapnya, Senin (31/5).

Menurut Khiu, informasi terkait Covid-19 masih sangat susah didapatkan. Seharusnya dinas terkait bisa melakukan pemberitahuan kepada masyarakat, terutama terjadinya lonjakan kasus. Terbaru kata ia, informasi Covid-19 masih belum dapat penjelasan dari dinas terkait.

” Lebih tepat memang Dinkes atau RS bisa harus segera menjelaskan pemahaman data itu,” ujarnya.

Dari data BOR All (Intensif dan Isolasi) kabupaten Bengkayang berada di Zona merah (83 persen,red) per tanggal 29 Mei 2021.

“Pemerintah harus segera meningkatkan jumlah bed untuk perawatan pasien covid-19, baik ruang isolasi maupun perawatan intensif. Termasuk segala peralatan penunjang,” pintanya.

Khiu meminta agar Pencegahan harus dilakukan secara maksimal, antara lain pengawasan lebih ketat terhadap orang masuk di wilayah Kabupaten Bengkayang. Posko Covid-19 harus memiliki atau dibuatkan SOP agar mereka bekerja secara optimal.

“Dan juga boleh diinisiasi lock down/ besansam dengan kearifan lokal sebagai langkah antisipatif. Pencegahan lain testing, treacing dan treatment dilakukan secara masif,” pungkasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana kabupaten Bengkayang, I Made Putra Negara menjelaskan, Bengkayang dikatakan zona merah tersebut karena data BOR RSUD, atau ruang isolasi penuh. Hal tersebut kata ia merupakan barometer penilaian sehingga dikatakan berada pada zona merah.

“Itu data BOR RSUD , kalau diatas 80persen dianggap zona Merah untuk kategori kemampuan Rumah Sakit merawat pasien Covid-19 sudah tidak ada lagi. Itu salah satu barometer saja,” ucapnya.

Made mengakui memang ruangan di rumah sakit Bengkayang kurang, dan akan ditambah.
“Kita mau tambah, selama ini hanya tersedia 4 ruangan untuk perawatan Covid-19, terisi 4 jadi tercatat 100 persen. segera kita tambah 5 Ruangan lagi,” jelasnya.

Lanjut Made, satu ruangan hanya menampung maksimal 2 orang pasien positif. Sementara hasil lab PCR yang dikirim ke Lab Untan kasus terkonfirmasi Covid-19 baru sampai tanggal 27 Mei sebanyak 30 kasus.

“Kita berharap masyarakat tetap patuhi semua Prokes yang ada,” imbuhnya. (rbn)

Check Also

Sosialisasi Perda Nomor 02 Tahun 2016 Kepemudaan, Anggota DPRD Fraksi Partai PSI Komisi 10, Eneng Malianasari

JAKARTA, suaraborneo.com – Anggota DPRD Fraksi partai PSI Komisi 10, Eneng Malianasari, S. Sos. terus …

//soaheeme.net/4/4267251
error: Off