Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Jakarta

ALB Dan Munas Kadin Digelar, Sanksi Pidana Menanti

Published

on

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia secara resmi menyatakan Konvensi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin tidak bisa dilangsungkan di Jakarta 25 Juni 2021.

Jika ternyata ada pihak lain yang tetap melaksanakan Konvensi ALB Kadin dianggap tidak sah dan terancam sanksi pidana.

Demikian tertuang dalam Surat Kadin Indonesia dengan nomor 514/MUNAS/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 yang ditandatangani Ketua Pelaksana Munas VIII Kadin Indonesia Ir Dyah Anita Prihapsari MB dan Panitia Pengarah Munas VIII Kadin Benny Soetrisno dalam pers rilisnya disampaikan ke media Jumat (25/6/2021).

Rencananya Konvensi ALB akan diikuti 122 asosiasi dan akan memilih 30 perwakilan untuk mengikuti Munas VIII Kadin yang akan berlangsung 30 Juni di Kendari. Dengan ALB batal terlaksana otomatis Munas VIII Kadin Indonesia di Kendari 30 Juni tidak bisa berlangsung.

Sementara itu AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI, yang juga mantan Ketua Kadin Jawa Timur mengingatkan Kadin sebagai organisasi para pengusaha tentu harus memberi contoh kepada masyarakat.

Jangan rakyat kecil hajatan dibubarkan polisi tapi para pengusaha justru menggelar pertemuan besar. Itu memalukan nama Kadin.

“Bila Munas tetap digelar bisa terkena sanksi pidana. Kan punya potensi melanggar protokol kesehatan,”kata LaNyala ketika menerima anggota Asosiasi Pengusaha Rabu (23/6/2021) di Jakarta.

Ditempat terpisah Peter Frans juru bicara Asosiasi yang juga Ketua Umum Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) mengingatkan Kadin berseberangan dengan pemerintah yang saat ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 5 Juli 2021.

“Aturan PPKM itu intruksi Presiden. Semua komponen harus patuh. Tabu untuk dilanggar termasuk oleh Kadin sebagai organisasi profesional,” kata Peter Frans

Ketika ditanya apakah mungkin ALB dilaksanakan dengan sistem daring atau onlinesebagai wacana yang beredar.

“Tidak segampang itu. Harus pelajari dulu peraturannya,” pungkas Peter Frans.

LSM FPR Kapuas Kalteng mendukung pembatalan rencana Munas Kadin VIII di Kendari itu karena Covid-19. (ujang/ery-SB).

 159 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer