Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Jakarta

Legislator Athaillah Hasbi Prihatin Dengan Maraknya Peredaran Narkoba di HST

Published

on

JAKARTA, suaraborneo.com – Mencermati dan mengutip pemberitaan baik media cetak maupun online dalam beberapa hari terakhir tentang kasus penangkapan Narkoba di Hulu Sungai Tengah (HST),
hampir tiap hari ada saja penangkapan kasus narkoba jenis Sabu2 oleh Polres HST. “Tentunya membuat kita prihatin dan sedih sebagai anak bangsa dan warga HST”, kata Athaillah Hasbi yang juga sebagai Legislator DPRD Prov Kalsel Dapil IV meliputi Tapin, HSS dan HST ini, via telpon pada suaraborneo.com.

Atak, panggilan akrabnya sangat memberikan apresiasi atas kenerja Polres HST walau yang ditangkap hanya pengedar yang kecil ataupun pemakai saja. Namun hal ini membuktikan bahwa di HST masih marak peredaran Narkoba dan Polres HST belum menangkap bandar besar seperti BNN Prop Kalsel yang mendekati 1 KG beberapa waktu lalu.

Prihatin Peredaran Narkoba di HST, Atak yang duduk di komisi IV ini, memberikan saran, pembentukan tiap Desa/Kelurahan Bersih dari Narkoba dan Komunitas Anti Narkoba cegah penyalahgunaan dan peredaran Narkoba di HST.

Barabai ibu kota kabupaten HST yang letaknya sangat strategis karena berada ditengah-tengah sebagai lalu lintas dan antar propinsi Kaltim-Kalteng berpotensi terbuka untuk peredaran Narkoba, jelas Atak.

Diharapkannya pula, Instansi terkait dalam upaya pecegahan dan bersih dari narkoba wilayah HST, “Kami menyarankan kepada Pemerintah Daerah HST untuk mendorong dan mendukung bersama-sama masyarakat yang peduli dengan Bahaya Narkoba.dan anti narkoba disarankan untuk membentuk komunitas-komunitas Anti Narkoba, membuat program di tiap tiap Desa dan Kelurahan bersih anti narkoba hal ini tentunya untuk memberantas dan menekan peredaran Narkoba di desa-desa, sebab arus peredaran narkoba berasal dari berbagai jaringan. Dengan terbentuknya Program Desa/kelurahan Bersih dari Narkoba maka terbentuk kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba dan masyarakat anti Narkoba, juga sebagai bentuk ketahanan masyarakat desa anti narkoba,” harap anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Ditambahkannya, untuk pembiayaan komunitas anti narkoba bisa bersumber dari masyarakat yang peduli dan bantuan pemkab setempat, sedangkan untuk Program Desa Bersih dari Narkoba menggunakan dana desa karena program desa bersih narkoba juga program nasional dan belum terlihat dilaksanakan di kalsel khususnya HST, pungkas Atak seraya mengucapkan
Selamat Hari Anti Narkoba 26 Juni 2021. (hrs-sb)

 177 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Umum

Populer