Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kalteng

Berhasil Ungkap 20 Kasus Dalam Dua Bulan

Published

on

PALANGKA RAYA, SuaraBorneo.com – Kerja Keras Polri dalam mengungkap kasus peredaran narkoba perlu di acungi jempol, hal tersebut terbukti dengan berhasil mengungkap 20 kasus tindak pidana narkotika yang disampaikan saat konferensi pers di Lobi Mapolda Kalteng, Kamis (08/07/2021).

Konferensi pers kali ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. dan didampingi Kepala BPOM dan perwakilan dari BNNP.

Konferensi pers bertujuan untuk menyampaikan keberhasilan Polda Kalteng dan Polres jajaran dalam mengungkap kasus narkotika selama dua bulan terakhir dari bulan April hingga Juni 2021 yang terjadi di enam Kabupaten yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Gunung Mas, Seruyan, Kapuas dan Pulang Pisau.

Pada Pengungkapan Kasus ini, Polda Kalteng berhasil mengamankan 24 orang dan barang bukti sabu dengan berat total kurang lebih 1.073,94 gram.

Ini merupakan bukti konsistensi Polri terutama Polda Kalteng yang tanpa henti dan lelah dalam memberantas peredaran narkotika di Kalimantan Tengah.

“Untuk modus operandinya dari barang bukti yang berhasil disita sebaguan berasal dari pontianak yang dibawa melalui jalur darat perbatasan Kalbar dan Kalteng untuk diedarkan di wilayah Kotim. seruyan dan Palangka Raya serta sebagian besar lagi berasal dari Bannjarmasin yang dibawa melalui jalur darat ke Palangka Raya, Pulpis, Kapuas dan Gunung Mas untuk diedarkan diwilayah perkebunan dan pertambangan.

Diungkapkan Kapolda dia mengucapkan terima kasih kepada personel Ditresnarkoba Polda dan Polres jajaran yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dalam menjalankan tugas memberantas narkoba di Kalimantan Tengah.

“Untuk para tersangka merupakan pengedar dan kurir yang dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) Undang-Undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda 1 Miliar Rupiah dan maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati dan denda paling banyak 10 Miliar, jelasnya. (ujang/ery-SB).

 226 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer