Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

Tingkatkan Nilai Ekspor, Wagub Ajak Kabupaten/Kota Optimalkan Pengelolaan Hasil Laut

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – pertemuan bersama pimpinan serta perwakilan dari lima kabupaten dan kota di Kalimantan Utara (Kaltara), Wakil Gubernur Yansen TP hadiri Rapat Koordinasi Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan yang menjadi lanjutan dari Rapat Koordinasi Pengawasan Internal Keuangan dan Pembangunan Daerah beberapa waktu lalu ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur pada Rabu, (7/7).

Selain Wakil Gubernur, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Tana Tidung Hendrik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Kaltara Taupan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Tarakan Tarmiji, Staf Ahli Bidang Hukum Kesatuan Bangsa dan Pemerintah Provinsi Kaltara Udau Robinson, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan antar Lembaga Provinsi Kaltara Edy Suharto, dan perwakilan dari Kabupaten/Kota di Kaltara serta instansi terkait.

Dalam kesempatan ini, Bupati Malinau yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malinau Sofyan menjelaskan bahwa wilayahnya memiliki perbedaan dengan kabupaten dan kota di Kaltara. Hal ini dilihat dari tidak adanya tambak serta kurangnya penghasilan laut di Kabupaten Malinau.

“Kami memang tidak seperti daerah Tarakan, Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung. Ini karena kami tidak memiliki tambak, bahkan hasil laut kami masih kurang karena kondisi wilayah,” jelasnya.

“Tapi tetap kami mengupayakan agar kebutuhan rakyat dapat terpenuhi, kami telah masukan program budidaya benih ikan dan udang. Budidaya tersebut tidak besar, tapi ada. Banyak faktor yang mempengaruhi, jadi sekarang masih kami benahi lagi,” tambahnya.

Menurutnya hal ini tidak mengurangi keistimewaan Kabupaten Malinau, ia mengaku bahwa Malinau memiliki potensi ikan tawar yang dapat menjadi keunggulan untuk Kaltara ke depannya.

“Orang Malaysia menyebutnya ikan empurau, menurut informasi yang saya kumpulkan ikan itu ternyata harganya memang mahal. Coba kita mulai untuk pikirkan, ini tidak hanya menjadi potensi milik Kabupaten Malinau saja melainkan potensi milik Kaltara juga nantinya,” beber Sofyan.

Selain itu, Kepala Bidang Pendataan Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan Sirajudin Saleh selaku perwakilan Bupati Nunukan menjelaskan bahwa Kaltara juga kaya akan sumber daya rumput laut.

“Namun menurut catatan di pusat, Surabaya dan Makassar merupakan pengekspor rumput laut terbesar di Indonesia. Ini karena hingga sekarang Kaltara selalu mengirimkan hasil sumber dayanya ke dua wilayah tersebut, jadi istilah kasarnya kita yang kerja tapi nama Surabaya dan Makassar yang tercatat,” sambung Sirajudin Saleh lagi.

Melihat kekayaan sumber daya alam yang dihasilkan oleh Benuanta, Wakil Gubernur mengaku bahwa hal ini harus mendapatkan perhatian lebih. Sangat disayangkan apabila limpah ruah kekayaan tersebut hilang begitu saja, karena potensi-potensi tersebut dapat mengangkat nama Kaltara.

“Sekarang kita mulai lagi, banyak sekali potensi alam yang memang bisa kita pasarkan ke luar daerah bahkan negara. Tidak hanya rumput laut saja kekayaan alam yang kita punya ini, banyak sekali. Nanti kita adakan rapat lagi terkait ekspor tersebut,” pungkas Wakil Gubernur Yansen. (mnd)

 482 kali dilihat

Umum

Populer