Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Nusa Tenggara Timur

Keluarga Nuban Benahi Situs Tunbes

Published

on

NTT, suaraborneo.com – Situs bersejarah itu penting dan perlu dibenahi keberadaannya agar maknanya tidak menghilang dan berlalu begitu saja.

Keluarga Nuban yang berada di pulau timor khususnya kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan pembenahan situs Tunbes secara besar-besaran, Jumat, (10/7/2021) di lokasi situs Tunbes.

Alexander Nuban kepada media ini, menjelaskan, hutan Tunbes yang sebenarnya merupakan milik keluarga Nuban, selama ini keluarga Nubatonis mengklaim sebagai miliknya karena memperoleh SK dari bupati Timor Tengah Selatan (TTS).

Keluarga Nuban juga telah mengajukan surat klarifikasi pemetaan tanah di desa pili kepada pak bupati TTS dan surat itu telah diterima oleh pak bupati TTS (29/3/2021) namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari pak bupati sehingga hari ini kita keluarga Nuban mulai melakukan pembenahan dan atau perbaikan situs tunbes secara besar-besaran karena tunbes ini merupakan milik keluarga Nuban sehingga kita mau tunjukkan bahwa kitalah pemiliknya, jelasnya.

Selain itu, dijelaskan, kita sudah buatkan surat pemberitahuan dan surat undangan kepada pemerintah desa pili dan fatukusi, kecamatan KiE untuk menghadiri situs Tunbes, jelas mantan dosen fakultas hukum undana ini.

Sementara itu, Thanel Nuban, tua adat setempat, menuturkan, kita buatkan satu pintu gerbang agar setiap orang yang ingin masuk ke lokasi ini wajib lapor di pemerintah desa fatukusi. Selain itu, keluarga nuban yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 400 orang, tuturnya.

Sedangkan, Dani Nuban, perangkat desa Fatukusi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kita sudah memperoleh surat pemberitahuan dan undangan mengenai kegiatan yang dilakukan keluarga nuban hari ini. Selain itu, diungkapkan bahwa, “Tadi dari keluarga nubatonis menghubungi kami pemerintah desa fatukusi untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan keluarga nuban di hutan tunbes namun kami minta mereka datang lapor agar ada penyelesaian secara bersama-sama, kami tidak bisa menghentikan kegiatan ini, tetap mengikuti protokel kesehatan (Prokes),” ungkap kaur di desa fatukusi. (Albert BS)

 696 kali dilihat

Umum

Populer