Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Budaya

Aco Lundayeh Diharapkan Berbuah Rekomendasi Alternatif Pemulihan Ekonomi Perbatasan

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – Aco Lundayeh 2021 resmi dibuka, Sabtu (17/7). Karena di tengah pandemi Covid-19, Festival Aco Lundayeh ke-2 ini digelar secara virtual yang dihadiri seluruh warga Lundayeh dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Serta semua kepala daerah dan Forkopimda se-Kaltara dan Ketua Paguyuban yang ada di Kabupaten Nunukan.

Gubernur Kaltara, Drs H. Zainal A.Paliwang, SH., M.Hum pun turut hadir dalam festival tersebut secara daring dari rumah jabatan di Jalan Enggang, Tanjung Selor, Bulungan.

Begitu juga dengan Wakil Gubernur Kaltara, Dr Yansen, TP, M.Si yang merupakan Ketua Umum Persatuan Dayak Lundayeh (PDL) Pusat.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan Aco Lundayeh yang terlahir dari semangat kebersamaan sebagai saudara sekandung dayak Lundayeh – Lun Bawang, yang tersebar di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam merupakan upaya menghadirkan dayak Lundayeh sebagai bagian yang tidak terpisahkan untuk membangun dan memberi kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara.

“Melalui Aco Lundayeh, Dayak Lundayeh merepresentasikan harkat hidup dayak Lundayeh dengan segala sisi dan prinsip budaya yang dimilikinya, untuk memberi kebaikan bagi banyak orang,” ujar Gubernur.

Oleh karenanya, lanjut dia, tepatlah dalam kegiatan Aco Lundayeh ke-2 yang diadakan secara virtual ini mengangkat tema ‘Lundayeh Ferurum, Lundayeh Ngekem, Mere Luk Do (Lundayeh Bersatu, Lundayeh Bekerja Dan Memberi Kebaikan).

Dikatakan Gubernur, wilayah perbatasan secara keseluruhan, dan khususnya dataran tinggi Krayan (dimana sebagian masyarakat dayak Lundayeh berdomisili), dalam beberapa tahun terakhir mengalami percepatan pembangunan yang cukup menggembirakan.

Guna menyikapi hal itu maka pelaksanaan Festival Aco Lundayeh ke-2 tahun 2021 diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi alternatif dalam upaya Pemprov meningkatkan dan memulihkan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan Kaltara.

“Melalui kegiatan Aco Lundayeh ini, saya berharap dapat menjadi momentum silaturahmi bagi saudara-saudara yang datang dari berbagai wilayah perantauan, juga sebgai media membangun semangat, memperkokoh persatuan dayak Lundayeh sebagai modal yang besar untuk bekerja dan menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi keluarga dan pembangunan daerah umumnya,” demikian Gubernur. (mndd)

 354 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer