Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

FR Dan HR Ditangkap Di Bandara Juwata Buat Sendiri Surat Swab Palsu

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira telah berhasil mengamankan dua pelaku berinisial FR (47) dan HR (34) melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mengungkap mafia pembuatan surat jalan dan swab yang diduga palsu di Bandara Juwata Tarakan.

“Kedua pelaku diamankan saat tertangkap tangan sekira pukul 05.40 WITA di Bandara Internasional Juwata Tarakan,” kata AKBP Fillol Praja Arthadira, minggu (25/7/2021). Dan Perwira melati dua ini menjelaskan, FR tertangkap saat hendak menyerahkan hasil SWAB PCR dan surat jalan yang diduga palsu kepada 3 calon penumpang yang akan melakukan penerbangan di Bandara Juwata Tarakan.

Setelah dilakukan interogasi lisan dan TKP, para saksi calon penumpang yang akan melakukan penerbangan mengaku tidak melakukan tes SWAB PCR secara fisik. Kemudian berdasarkan keterangan terduga pelaku FR. Hasil SWAB PCR tersebut didapatkan dari seorang rekannya dengan inisial MA, yang memasang tarif Rp 1,5 juta untuk 1 buah hasil SWAB PCR.

Selain itu, informasi dari seseorang berinisial MA tersebut membuat surat hasil SWAB PCR palsu dengan cara membuatnya sendiri menggunakan laptop dan printer miliknya. Selanjutnya tanda tangan dan cap stempel dibuat semirip mungkin. Seolah-olah seperti yang dikeluarkan oleh salah satu rumah sakit yang ada di Tarakan.

Terkait surat jalan palsu, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku FR didapatkan dari salah satu oknum dengan inisial HR yang bekerja di Bandara Internasional Juwata Tarakan. Surat jalan palsu tersebut dibuat oleh pelaku FR dengan menggunakan komputer dan printer yang ada di rumahnya.

Pemalsuan surat jalan juga dibuat menggunakan nama perusahaan yang didapat melalui internet, dan dibuat seolah-olah calon penumpang tersebut merupakan karyawan dari perusahaan yang akan membesuk orang tua sakit.

“Terhadap pelaku FR diterapkan pasal 263 ayat (2) KUHP atau pasal 268 ayat (2) KUHP Jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pemalsuan Surat atau Dokumen Kesehatan Palsu. Ancaman hukuman pidana penjara selama 6 tahun,” terang Fillol. (Tim)

 242 kali dilihat

Umum

Populer