Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

Peringatan BMKG, Gubernur Minta Sinergi Serta Kolaborasi Pemerintah Dengan Kabupaten/Kota

Published

on

KALTARA, suaraborneo.com – Gubernur Kalimantan Utara H. Zainal A. Palawing, SH menghadiri secara virtual Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKB) Tahun 2021 dengan mendengarkan arahan Presiden RI Jokowi Widodo untuk segera ditindaklanjuti guna mengantisipasi kejadian bencana. “Akan kita tindaklanjuti bersama stakeholder terkait khususnya BMKG yang ada di kabupaten/kota se Kaltara,”kata Gubernur, dirumah Jabatanya.

Gubernur meminta, agar layanan BMKG harus disertai dengan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Pentingya adaptasi teknologi ini, lanjut Gubernur untuk kepentingan observasi, analisis, prediksi dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat untuk meminimalkan risiko bencana. “Agar kita lebih mampu meminimalkan risiko yang harus kita hadapi,” kata Gubernur.

Gubernur juga menghimbau, peringatan BMKG harus digunakan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah di berbagai sektor di kabupaten/kota. “Informasi dari BMKG, seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara, harus menjadi perhatian dan acuan bagi berbagai sektor dalam merancang kebijakan dan pembangunan,” jelasnya.

Gubernur meminta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dan pemerintah kabupaten/kota harus diperkuat. Artinya kebijakan yang dibangun harus benar-benar antisipatif terhadap kerawan bencana.

“BMKG harus mampu memberikan layanan informasi yang akurat, yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah. Sehingga informasi dan data dari BMKG tersebut bisa digunakan olehpemerintah daerah dalam merancang kebijakan dan merencanakan pembangunan,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga meminta peningkatan kapasitas manajemen penanggulangan dan adaptasi bencana, terutama di tingkat daerah dari tingkat kelurahan, desa, hingga provinsi secara terus menerus.

“Harus ada desain manajemen yang jelas yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat, sejak fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Manajemen ini juga perlu disimulasi dan dilatih sehingga ketika terjadi bencana kita sudah sangat siap, langsung bekerja dengan cepat,” jelasnya. Sehingga perlu adanya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana. (mndd)

 281 kali dilihat

Umum

Populer