Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

Tanah Longsor, Satu Orang Meninggal Tertimbun Lumpur

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – Kapolsek Tarakan Barat, Iptu Angestri membenarkan kejadian Peristiwa longsor menimpa warga Kelurahan Sebengkok RT 20 pada Kamis dinihari, 5 Agustus 2021 sekira pukul 01.00 WITA. Malam tadi.

“Kejadian di operkiranak pukul jam 01.00 WITA pada saat hujan deras, runtuhan pertama dari atas gunung langsung menimbun rumah tepatnya ke arah kamar Supriadi (21) yang meninggal dunia akibat tertimbun,” ungkap Iptu Angestri.

Sebenarnya rumah kediaman Sabran (Kepala Keluarga) bersama istri dan anaknya berada di daerah Hutan Lindung yang sebelumnya sudah dipasang plang larangan pembangunan rumah, tapi tetap di bangun.

Jadi dengan musibah ini kami sangat prihati, dan korban meninggal dunia atas nama Supriadi yang tertimbun, selama kurang lebih satu jam dilakukan pencarian oleh tim PMK, BPBD dan Pol PP dan Basarnas,” ujarnya.

Lebih lanjut di katakan Iptu Angestri, setelah korban di evakuasi langsung dibawa oleh Ambulans menuju kediaman keluarga mereka di Kelurahan Selumit. Dan Prediksi kerugian sekitar 100 juta, karena rusaknya material dan perlengkapan rumah.

Ditangani langsung oleh Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PMK) Kota Tarakan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan dimulai pada pukul 02.05 WITA.

Pada saat kejadian ditangani langsung oleh PMK Tarakan, BPBD, Basarnas, Pol PP dan Polsek Tarakan hingga pukul 03.05 WITA.

Saat awak media benuanta.co.id tiba di lokasi bencana, terlihat pihak kepolisian memasang garis polisi guna menindaklanjuti penyelidikan dan pihak RT turut hadir di lapangan.

“Memang daerah disini sudah dilarang membangun rumah sejak dulu, tapi masyarakat kurang merespon. Sekarang ini keluarga dan jenazah korban sudah berada di rumah keluarganya di Selumit,” tutup Ketua RT 20 Hastiah. (tim).

 131 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer