Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

Gubernur Kaltara Saksikan Pidato Presiden RI Dalam Sidang Tahunan 2021

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – Di sela perjalanannya menuju perbatasan Sebatik, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang turut menyaksikan pidato kenegaraan Presiden RI dalam sidang tahunan 2021. Didampingi oleh Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, Gubernur menyaksikan pidato secara virtual dari Kabupaten Nunukan, pada senin, (16/8) pagi.

Dalam sidang tahunan ini, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan dua pidato. Pertama, pidato Presiden RI dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2021. Kedua, pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun anggaran 2022 disertai Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya.

Dalam pidato pertamanya, Presiden Jokowi mengatakan selama satu setengah tahun menghadapi pandemi, terjadi penguatan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi, infrastruktur kesehatan serta kelembagaan nasional.

“Hal ini merupakan modal besar untuk menuju masyarakat yang lebih sehat dan dalam pengembangan SDM yang berkualitas,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi menambahkan bahwa pandemi sudah seharusnya ditangani secara cepat. Ia pun mengatakan bahwa seluruh lembaga nasional telah memberikan dukungan dalam konsolidasi kekuatan fiskal.

“TNI, Polri, dan birokrasi dari tingkat nasional hingga tingkat desa terus bahu-membahu dalam melakukan pendisiplinan protokol kesehatan 3T, termasuk vaksinasi dan penyiapan fasilitas isolasi terpusat, ” ungkapnya.

Walaupun begitu, agenda besar dalam memajukan Indonesia tetap akan berjalan. Pengembangan SDM berkualitas, pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran dan pembangunan ekonomi juga akan tetap menjadi agenda utama.

“Pandemi telah mengajarkan kepada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem. Keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan kepentingan perekonomian,” jelasnya.

Selanjutnya dalam pidato kedua, Presiden Jokowi menyampaikan perekonomian negara yang sempat terkendala di masa pandemi ini mulai membaik. Hal tersebut dapat dilihat pada kuartal II tahun 2021 pertumbuhan ekonomi berada di 7,07 persen serta tingkat inflasi yang berada diangka 1,52 persen.

“Pemulihan sosial ekonomi akan terus di manfaatkan sebagai penguat fondasi untuk mendukung pelaksanaan reformasi struktural secara optimal,” jelasnya.

Ia juga mengharapkan bahwa APBN harus dirancang dengan penuh kehati-hatian terutama dalam menghadapi ketidakpastian terutama dalam menangani pandemi Covid-19.

“APBN tahun 2022 harus antisipatif, responsif, dan fleksibel dalam merespon ketidakpastian namun tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian,” ujarnya. (mndd)

 225 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Umum

Populer