Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltara

Sekda Ingatkan Pengaruh Ideologi Terhadap Bahaya Terorisme dan Kelompok Radikal

Published

on

KALTARA, SuaraBorneo.com – Kalimantan Utara (Kaltara) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, oleh karena itu pemerintah daerah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik mengadakan sosialisasi bersama tokoh masyarakat, mahasiswa dan organisasi masyarakat, serta media untuk mencegah paham-paham yang menyimpang.

Sosialisasi yang mengangkat tema Peran Masyarakat dan Media dalam Mencegah Paham Ekstrimisme, Radikalisme, dan Terorisme di Wilayah Bumi Benuanta (sebutan lain Kaltara, red) ini turut mengundang Sulaiman selaku Kepala Badan Intelejen Negara Daerah Kaltara, Dwi Hariyanto selaku Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Kaltara, Tauchid Mansyur selaku Kepala Bidang IKP Dinas KISP Kaltara, dan Datu Iskandar Zulkarnaen selaku Kepala FKPT Kaltara sebagai narasumber.

Mewakili Gubernur Drs H Zainal A Paliwang S.H M.Hum, Sekretaris Daerah Suriansyah membuka sekaligus memberi sambutan pada acara yang berlangsung di Ruang Serbaguna, Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kaltara pada Rabu (25/8).

“Kejahatan dan bahaya terorisme tidak hanya berada pada aspek aksi dalam kehidupan saja, tapi juga berpengaruh pada ideologi dan aspek lainnya yang justru lebih berbahaya. Mengamputasi faktor jaringan dan logistik kelompok radikal bukan satu-satunya cara yang efektif dalam menanggulangi kejahatan ini,” ujar Sekda.

“Hakikatnya terorisme memiliki faktor yang berujung pada kekerasan, yaitu dengan berdasar pada pemicu-pemicu seperti lingkungan. Ini adalah salah satu faktor yang paling rentan dalam menjerat seseorang pada kegiatan terorisme,” tambahnya lagi.

Selain itu, Sekda berharap dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menjadi salah satu pencegah sejak dini adanya kegiatan terorisme serta radikalisme yang dapat memberikan rasa takut dalam berkehidupan di provinsi termuda ini.

“Sebagai penutup saya juga meminta kepada teman-teman peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, mahasiswa perwakilan organisasi masyarakat, dan media untuk ikut serta dalam membantu memberikan edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (mndd)

 93 kali dilihat

Umum

Populer