Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Banjarbaru

Hadapi Pandemi Covid-19, Pemuda Pancasila Persiapkan Relawannya

Published

on

BANJARBARU, suaraborneo.com – Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Gugus Tugas Relawan Task Force Kemanusiaan PPKM Covid-19 Cabang Banjarbaru, di Posko GTC Cabang Banjarbaru, dengan mengikuti bimbingan teknik (Bimtek) yang diadakan oleh Gugus Tugas Nasional Relawan Task Force Kemanusiaan (GTN RTFK) Covid-19 secara virtual,
Minggu (05/09).

Hal tersebut dilakukan agar relawannya benar-benar siap dalam menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19.
Terlebih Pemuda Pancasila menjadi percontohan dalam penanganan pandemi.

Kemudian dalam menghadapi pandemi Covid-19, Pemuda Pancasila bekerjasama dengan gugus tugas nasional, wilayah, dan Indika Foundation melakukan deklarasi “Gerakan Nasional Gotong Royong Cegah Covid-19”.

Dalam kegiatan Bimtek Gugus Tugas tersebut dihadiri Ketua Gugus Tugas Relawan Task Force Kemanusiaan Covid-19 Cabang Banjarbaru dan segenap para relawan.

Adapun untuk materi Bimtek disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Nasional Taks Force Covid-19 Pemuda Pancasila, Yahya Abdul Habib didampingi Ketua Badan Kesehatan dan Penanggulangan Bencana Majelis Pimpinan Nasional (BKPB MPN), dr Roby Oktadinata dan Koordinator Tim Relawan GTN, Ahmad Fauzi.

Selain itu ada pula penyemprotan disinfektan individual di tempat ibadah masjid dan gereja, pasar, permukiman warga, serta penyemprotan disinfektan di jalan umum, kecamatan dan kelurahan.

“Bencana Covid-19 ini bukan bencana biasa seperti tanah longsor dan banjir. Maka dalam melakukan penanganan para relawan perlu diberikan bimbingan teknis sesuai dengan protokol kesehatan,” tegasnya.

Bimtek, GTN RFTK Covid-19 menyampaikan materi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja tim distribusi bantuan dan sosialisasi saat pelaksanaan aksi sosial nanti.

Sekretaris GTN RTFK Covid-19, Yahya Abdul Habib dalam bimtek lebih rinci menyampaikan, sebelum menjalankan tugasnya mendistribusikan bantuan, tim relawan wajib memakai atribut dan tanda pengenal, masker, sebagai bentuk legalitas resmi dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Tim juga wajib melakukan pendataan penerima bantuan sebanyak 500 paket, dengan membuat tabulasi data penerima bantuan yang berisi nama penerima, NIK, alamat dan nomor HP atau telepon,” jelas Yahya

Selain itu tambahkannya pula bahwa tim relawan wajib mengambil foto-foto kegiatan dan video serta testimoni dari para penerima bantuan yang dikirim melalui masing-masing grup WhatsApp GTC yang ada, sebagai bentuk laporan rill pelaksanaan distribusi bantuan yang telah dilaksanakan.

Selanjutnya, GTC melakukan kompilasi foto-foto dan video serta testimoni yang seterusnya dilaporkan kepada gugus tugas nasional sebagai progres report (laporan perkembangan).

“Kelompok sasaran paket bantuan ini adalah kader-kader yang membutuhkan dan warga maupun masyarakat terdampak Covid-19,” ujar Yahya.

Sementara itu, untuk Tim Sosialisasi Percepatan Vaksin sambung Yahya, mereka wajib memakai atribut, masker, dan tanda pengenal sebagai bentuk legalitas resmi relawan saat bertugas di lapangan.

Tidak hanya itu, mereka juga melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait seperti BPBD, TNI-Polri hingga tokoh masyarakat setempat, agar mendapat kemudahan dalam melakukan tugas di lingkungan masyarakat.

“Kemudian sebagai bentuk laporan visual bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan, tim relawan wajib membuat dokumentasi berupa foto, video, dan testimoni, serta wajib menjaga nama baik organisasi dengan sikap ramah, komunikatif, sabar dan melayani demi lancarnya kegiatan di lapangan,” pungkasnya.

Seusai rapat bimtek, Ketua Gugus Tugas Cabang Pemuda Pancasila Kota Banjarbaru, A Yani Makkie mengatakan bahwa pihaknya siap melaksanakan seluruh kegiatan yang diarahkan oleh GTN, baik penyemprotan disinfektan, pembagian 500 paket bantuan, sampai sosialisasi dan edukasi terkait penanganan Covid-19.

“Lima ratus (500) paket bantuan itu nantinya disalurkan secara bertahap selama 14 hari, vegitu juga penyemprotan disinfektan. Ini dilakukan agar masyarakat tahu bahwa Pemuda Pancasila hadir di tengah-tengah mereka,” pungkasnya. (hsr-sb)

 78 kali dilihat

Umum

Populer