Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Bengkayang

UMKM Pesisir Bengkayang Raup Omset Rp 10 Juta/Bulan dari Usaha Dodol Pisang

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dusun Soga, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat secara kreatif mengelola buah pisang menjadi dodol sebagai alternatif penghasilan selama pandemi Covid-19.

Salah satu pengagas UMKM Dusun Sogan Aprianingrum mengatakan, usaha dodol yang ia namai dodol Jadoel ini bermula dengan adanya potensi kebun pisang dari petani setempat dengan harga relatif murah.

“Kami mencetus dodol pisang ini sebagai produk unggulan yaitu disini banyak petani pisang. Sehingga yang kami olah disini adalah hasil dari pisang-pisang yang sudah masak karena kalau pisang yang kebanyakan dipanden dijual dengan harga yang murah kalau sudah matang. Jadi disini kami membuat ide untuk mengolah pisang-pisang yang tadinya sudah masak menjadi dodol,” jelas Aprianingrum Senin (6/9/2021).

Aprianingrum mengatakan bukan hanya dodol pisang jadoel saja yang diolah kelompok UMKM binaannya sebagai produk unggulan. Kelompok ini juga mengelola dodol dari beragam jenis buah seperti dodol labu, nanas, jagung, kacang hijau, dodol buah naga, durian dan dodol manggrove.

“Untuk kendala selama ini adalah kemasan. Untuk mendapatkan kemasan yang lebih unik dan lebih menarik kami masih belum maksimal. Kami masih dalam proses untuk perbaikan kembali kemasan dalam pemasaran,” tambah Aprianingrum.

Sementara untuk harga jual dodol jadoel. Dipasarkan dengan harga Rp. 70.000 perkilogramnya. Dengan omsep perbulan yang didapatkan mencapai Rp. 10 juta rupiah.

“Dodol ini masih dalam pengurusan ijin. Untuk harga jual dodol jadoel ini kami jual Rp. 70.000 perkilogram tapi untuk yang menjadi reseler kami akan memberikan harga khusus,” ungkapnya.

Lebih jauh Aprianingrum mengaku bersyukur dengan adanya UMKM yang saat ini tengah digelutinya dapat menyokong perekonomian keluarga ditengah pandemi Covid-19. Dengan harapan peluang usaha tersebut kedepan dapat semakin berkembang.

“Kelompok UMKM di pesisir Bengkayang ini sendiri terdiri dari dua kelompok dibagi menjadi 5 orang perkelompok,” pungkasnya. (rb)

 190 kali dilihat

Umum

Populer