Pemda Bengkayang Ajukan Dana Pinjaman Rp250 Milyar, Fransiskus : DPRD Sifatnya Hanya Pemberitahuan – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Bengkayang

Pemda Bengkayang Ajukan Dana Pinjaman Rp250 Milyar, Fransiskus : DPRD Sifatnya Hanya Pemberitahuan

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Bengkayang, untuk mempercepat pembangunan dan sekaligus Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah kabupaten Bengkayang, Pemkab mengajukan pinjaman di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp250 Milyar rupiah. Pinjaman PEN daerah tersebut akan dilunaskan dalam jangka waktu 8 tahun, Grace Period 1 Tahun.

Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis menyatakan, pinjaman PEN daerah tersebut sudah disetujui oleh Kemendagri.

“Iya kita melakukan pinjaman PEN di PT SMI melalui Kemendagri dan sudah disetujui. Harapannya untuk kepentingan masyarakat, karena ini juga fokus ke insfratruktur jalan. Karena insfratruktur menjadi perhatian kita bersama,” ucap Darwis usai menghadiri HUT DPRD ke-22 tahun 2021, Kamis (9/9).

Darwis menjelaskan, di Kalbar Bengkayang menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pinjaman PEN. Hal tersebut disampaikan karena perencanaan yang sudah matang dan juga sudah dinilai oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri, baik itu segi kemampuan pembayaran juga sudah di hitung oleh pusat.

“Dan persetujuan dari teman-teman DPRD dan pertimbangan persetujuannya untuk pembangunan infrastruktur di Bengkayang,” jelasnya.

Dengan program PEN tersebut, Darwis berharap dapat memberikan dampak pembangunan di daerah dan mengejar ketertinggalan.

“Dengan program ini (PEN) ketinggalan akan tercapai. Tinggal yang lain kita cari dana plus DAU kita. Kita yakin apabila ini didukung oleh semua stakeholder, insfratruktur yang dulu kita tertinggal ini bisa membuka daerah-daerah ekonomi baru, dan tujuannya untuk kepentingan masyarakat,” tambah Bupati.

Terkait hal tersebut, Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus mengatakan, pinjaman PEN daerah yang diajukan pemkab tersebut dengan dasar hukumnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Menangani Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional
dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 105/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Untuk Pemerintah Daerah.

“Itu sifatnya hanya pemberitahuan ke DPRD. Dari peraturan itu, saya sudah komunikasi dengan BPK tentang pinjaman PEN ini. Jika berdasarkan UU jika pinjaman daerah baik itu pinjaman ke pihak ketiga atau ke bank itu harus melalui persetujuan DPRD. Tapi karena PP dan PMK itu tadi, jadi sifatnya hanya pemberitahuan ke DPRD. Sehingga tidak ada DPRD berkata menolak atau menerima. Itu sesuai dengan peraturan nya. Dan bupati sudah ajukan itu,” jelas Fran.

Ia menjelaskan, sistem pinjaman tersebut tidak melalui DPRD jadi tidak ada hak DPRD untuk menolak atau menerima. Karena sifatnya hanya pemberitahuan.
“Pinjaman tersebut sudah disetujui oleh Kemendagri, namun di Kementrian Keuangan masih menunggu pertimbangan lain,” tuturnya.

Politikus partai Gerindra ini menyampaikan, awal usulan pemkab untuk pinjaman PEN daerah ini sebesar Rp500 Milyar, tetapi karena APBD tidak mampu menutupi pembiayaan setiap tahun, jadi diberikan pinjaman sebesar Rp250 milyar.

Sekali lagi Fran menegaskan, DPRD tidak ada hak menolak ataupun menerima, tapi sifatnya hanyalah pemberitahuan yang disampaikan oleh Pemkab ke lembaga DPRD. Terkait dengan program kegiatan, pihaknya sudah melakukan pembahasan, namun secara spesifik belum dilakukan, karena Bupati belum menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2022.

“Nah setelah itu dilakukan nanti, apakah secara bersama-sama programnya diusulkan Kemendagri atau ini sifatnya pinjaman saja. Nah kalau sifatnya pinjaman tentulah akan dibahas oleh DPRD sesuai dengan Permendagri 27 tentang pedoman penyusunan APBD. Kemudian setelah melakukan kesepakatan KUA-PPAS Bupati membuat Ederan kepada OPD untuk menyusun RKA,” paparnya.

Kemudian lanjutnya, RKA yang disusun oleh OPD itu nanti akan tertuang dalam rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja tahun berjalan. ” disitulah akan kita bahas dalam waktu 60 hari. Jika program ini melekat dan tidak bisa diganggu gugat lagi, nah kita mau ngomong apa,” bebernya.

Ia juga berharap, hutang yang ditanggung oleh semua masyarakat Bengkayang ini juga manfaatnya dirasakan semua masyarakat Bengkayang.

“Saya katakan adil itu bukan sama rata. Tetapi bagaimana hutang ini yang ditanggung oleh masyarakat Bengkayang selama 8 tahun ini dapat dinikmati seluruh wilayah di kabupaten Bengkayang yang terdiri dari 17 kecamatan,” pungkasnya.

Pengajuan Pinjaman

Pemkab Bengkayang ajukan pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah kabupaten Bengkayang ke PT. SMI. PT. SMI salah satu perusahaan BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan dan penyiapan proyek infrastruktur.

Tujuan pinjaman PEN daerah kabupaten Bengkayang yakni,
1. Melakukan percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kabupaten khususnya pada ruas jalan strategis kabupaten yang memiliki potensi pengembangan ekonomi dibidang pariwisata, pertanian, perkebunan dan peternakan, serta untuk meningkatkan konektivitas dan aksessibilitas antar daerah perdesaan, kecamatan, dan antar kabupaten;
2. Menciptakan lapangan pekerjaan baru dalam upaya menekan angka pengangguran yang semakin meningkat ditengah pandemic COVID-19.
3. Sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai dampak meningkatnya produksi sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan meningkatnya pertumbuhan disektor pariwisata akibat menurunnya biaya logistik yang disebabkan kondisi infrastruktur jalan kabupaten dalam kondisi mantap.

Nilai pinjaman yang cukup fantastis ini diperuntukkan untuk infrastruktur baik jembatan maupun jalan. Dari jumlah pinjaman Rp250 Milyar tersebut untuk Penggantian/Pembangunan Jembatan di empat titik dan tujuh ruas jalan.

Untuk jembatan yakni, penggantian jembatan Keraso sebesar Rp7 Milyar, jembatan Sekayok Rp4,2 milyar, pembangunan jembatan BBI Rp 4,2 milyar, dan pembangunan jembatan sungai Karangan Rp8,4 milyar. Sehingga total untuk pembangunan dan penggantian jembatan sebesar Rp 23,8 milyar.

Sementara kegiatan jalan untuk tujuh titik/ruas jalan yakni Jalan Pangkalan Makmur-Capkala sebesar Rp 42,6 Milyar, Jalan Capkala-Monterado Rp 52,2 milyar, Jalan Monterado-Samalantan Rp30,4 milyar, Jalan Puaje-Monterado Rp25,5 milyar, Jalan Sayung-Temu Rp16,5 milyar, Jalan Sanggau Ledo-Dawar Rp51 milyar, dan Jalan Sujah-Nibung Rp16,5 milyar. Biaya untuk pengawasan jalan dan jembatan (11 paket) sebesar Rp9,6 Milyar. Sehingga jumlah total pinjaman PEN sebesar Rp250 milyar.

Kemudian rencana pengembalian hutang atau pengembalian pinjaman dalam kurun waktu 8 tahun dengan suku bunga sebesar 6,19 %, dan Biaya Pengelolaan 0,185% per Tahun dari jumlah pinjaman atau pemkab Bengkayang harus membayar sebesar Rp38.3 milyar lebih setiap tahunnya, yang dipotong langsung dari APBD. Selanjutnya, ada Biaya Provisi 1% (satu persen) dari jumlah pinjaman atau Rp 2,5 milyar.

Dengan rencana pencairan tiga tahap, yakni tahap 1 September 2021 sebesar Rp62,5 milyar atau 25%. Tahap 2 Januari 2022 sebesar Rp 115,5 milyar atau 45%. Tahap 3 Juni 2022 sebesar Rp75 milyar atau 30%. (Rbn)

Bengkayang

Komisi III DPRD Bengkayang Sidak SMPN 4 Tak Punyai Gedung Sekolah

Published

on

Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang melalui Komisi III bidang kesehatan dan pendidikan melakukan sidak SMPN 4 Bengkayang yang tak mempunyai gedung sekolah permanen sejak dibuka tahun 2020 silam.

Sidak tersebut pun dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya, Kamis (4/8/22).

Diketahui pula sidak tersebut dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Bengkayang untuk memastikan informasi bahwa sekolah SMPN 4 berpindah lokasi bahkan harus melakukan belajar mengajar dilantai kelas, akibat jumlah kursi dan meja yang tak memadai.

Terlihat satu persatu ruangan yang ditumpangi SMPN 4 Bengkayang di Sekolah Swasta SMAK ditinjau.

Mereka pun menyapa anak-anak yang belajar di lantai, yang tak beralas apapun, hanya ditemani buku dan alat tulis belajar.

Siswa-siswi SMPN 4 pun terlihat riang gembira, dalam benaknya setelah dilakukan peninjauan, gedung permanen dan sarana-prasarana seperti kursi dan meja, bakal ia dapatkan, sehingga dapat belajar dengan penuh konsentrasi.

Selepas meninjau lokasi SMPN 4, Wakil Ketua DPRD, selaku koordinator Komisi III, Jonedhi menyebut, ia sebagai wakil rakyat akan mengawal dan menindaklanjuti keluhan orang tua siswa dan pihak sekolah kepada pemerintah terkait realisasi gedung permanen SMPN 4 dan sarana-prasarana penunjang pembelajaran.

“Pertemuan kita hari ini untuk memastikan kondisi dan keluhan pihak sekolah dan siswa yang beberapa hari ini viral di media,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Martinus Khiu mengutarakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mencarikan solusi terbaik, salah satunya dengan melakukan rapat dengan pihak dinas terkait, untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang dinilainya sangat riskan.

“Kita akan mencari solusi, saya sedih dan kasian, melihat kondisi di SMKN 4 ini,” timpalnya.

Martinus memastikan, pihaknya selaku Komisi III bidang pendidikan dan kesehatan akan terus menindaklanjuti permasalahan tersebut hingga direspon pemerintah dan segera dapat mengucurkan anggaran untuk merealisasikan pembangunannya.

Kepala Sekolah, SMKN 4 Bengkayang, Yulius mengungkapkan terimakasih kepada DPRD Kabupaten Bengkayang yang telah berkunjung melihat kondisi sekolah yang ia pimpin.

Ia berharap, sejak tiga tahun terakhir, harapan para guru dan murid dapat dibantu oleh wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.

“Kita ucapkan terimakasih telah datang, dan meninjau ke SMPN 4. Semoga kedepan dapat dibantu dan disuarakan kepada pemerintah,” tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

1.120 Peserta Atlet Karate Ikuti Turnamen di Kabupaten Bengkayang

Published

on

Open Turnamen Karate Se-kalimantan barat di kabupaten Bengkayang. (Foto : Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Sebanyak 1.120 Peserta Atlet karate Se Kalimantan Barat Mengikuti Open Turnamen Bengkayang Cup yang di buka dihalaman Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (27/7).

Open Turnamen Bengkayang Cup di buka langsung Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal.

Turnamen kali ini, diikuti 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat, dan terdiri dari 1.120 peserta.

Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia kabupaten Bengkayang, Rudi menyampaikan, open turnamen karate adalah ajang silahturahmi penggiat dan penggerak olahraga Karate. Sekaligus menjadi ajang menjaring anak-anak dan kaum muda yang berprestasi di olahraga karate.

“Untuk mempromosikan olahraga karate dikalangan anak muda melalui Open Turnamen, yang nantinya di persiapkan menjadi atlet karate yang hebat,” ungkap Rudi dalam pembukaan turnamen tersebut.

Rudi berharap karate lewat Open turnamen Bengkayang Cup mampu menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi serta dapat menumbuhkan semangat untuk kemajuan di cabang olah raga karate di Bengkayang, dan Kalbar pada umumnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal menyampaikan, Bengkayang Cup Karate Open Turnamen se-kalimantan Barat akan merebutkan piaya bergilir Bupati Bengkayang tahun 2022. Wabup Rizal juga mengapresiasi seluruh kesiapan panitia pelaksana dan para atlet yang terlibat.

“Mari Kita jadikan turnamen ini sebagai ajang untuk meningkatkan silahturahmi para pecinta karate, dan mencari bibit bibit atlet karate yang handal dan tangguh siap memajukan perkembangan olah raga karate,” ucap Rizal.

Kata Rizal , selama berlangsungnya Open Turnamen seluruh peserta turnamen harus mengedepankan sportivitas tinggi dan menerima baik itu menang dan kalah setiap pertandingan.

“Turnamen ini tentu ada yang menang dan kalah kita harap bisa saling menerima, raihkan kemenangan dan prestasi serta junjung tinggi sportivitas,” pesan Wabup.

Selain itu, Wabup Rizal juga menyatakan, open turnamen piala bergilir Bupati Bengkayang ini juga sebagai pemanasan awal dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalbar (Porprov) mendatang.
Disela-sela wawancara Wabup juga mempromosikan objek wisata yang da di kabupaten Bengkayang.

“Manfaat kan lah objek wisata yang ada, agar Bengkayang bih dikenal,” pungkasnya.

Wabup juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan selama bertanding. Ia pun berpesan, jika nantinya terdapat kesalahpahaman dan hal lainnya dapat diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan.

Ketua KONI kabupaten Bengkayang, Mardiansyah Herman mengapresiasi pengurus Forki dan semua pengurus perguruan karate di Bengkayang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Menurut Herman, KONI sendiri mendukung penuh kegiatan yang berlangsung dengan sejumlah Fasilitas seperti menyiapkan mobil angkut baik untuk pelatih, peserta atlet, official yang ikut dalam turnamen ini.

“Kita harap, enam perguruan yang ikut turnamen bisa bersaing dan dari turnamen ini akan dipersiapkan Porprov Kalbar mendatang,” pungkasnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, Jabat Kapolres Bengkayang

Published

on

AKBP Dr Bayu Suseno Kapolres Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo. com – Setelah sebelumnya melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Polda Kalbar, kini AKBP Dr. Bayu Suseno resmi menjabat sebagai Kapolres Bengkayang yang baru.

Kedatangan Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno disambut dengan tradisi adat pemotongan tebu serta jajar kehormatan dari personel Polres Bengkayang, Rabu (13/07/22).

Tarian penyambutan dari Sanggar Pabayo Tarigas Bengkayang juga turut mengiringi masuknya Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno untuk pertama kali ke Mapolres Bengkayang.

Setelah bersalaman dan berkenalan dengan para Pejabat Utama Polres Bengkayang, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno bersama AKBP Arif Agung Winarto memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Bengkayang.

Kepada seluruh personel Polres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak terima kasih dari masuk hingga akhir penugasan sebagai Kapolres berjalan dengan baik.

“Saya AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena perjalanan saya dari awal masuk sebagai Kapolres hingga akhir penugasan dibantu oleh rekan-rekan semua baik perwira, bintara maupun PNS sehingga saya dapat menjalankan tugas sebagai Kapolres selama 11 bulan 10 hari berjalan dengan baik”, kata AKBP Arif Agung Winarto.

“Selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang, semua permasalahan, semua kegiatan baik opsnal maupun pembinaan. Saya ucapkan terima kasih selama saya disini situasi kamtibmas cukup kondusif, pelanggaran-pelanggaran bisa kita minimalisir sehingga satuan ini tidak mendapat teguran dari satuan atas”, tambahnya.

Terakhir, AKBP Arif Agung Winarto memohon maaf apabila ada kesalahan selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang.

“Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama pribadi maupun keluarga apabila ada kesalahan sengaja maupun tidak sengaja. Semaksimal mungkin saya melaksanakan tugas sebagai Kapolres melakukan dengan adil, tetapi manusia dalam memberikan suatu rasa adil tidaklah sempurna kecuali tuhan yang maha esa. Saya mohon maaf apabila kebijakan saya tidak sesuai yang diharapkan rekan-rekan”, tutup AKBP Arif Agung Winarto.

Sementara itu, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno mengapresiasi kegiatan penyambutan yang dilakukan dan memohon dukungan dan kerjasama untuk bekerja lebih baik lagi.

“Saya mengapresiasi kepada pak Arif Agung atas acara yang dilaksanakan hari ini mulai dari gerbang hingga kita berdiri diatas mimbar. Terima kasih atas, semoga kedepan kami dan keluarga mendapatkan dukungan, support, kerjasama dari rekan-rekan sekalian”, katanya.

“Kami akan melanjutkan kebijakan, pembangunan-pembangunan, apabila ada yang akan diperbaiki akan kita perbaiki sama-sama sehingga satuan ini yang terdiri dari sub-sub sistem dapat bekerja dengan lebih baik lagi”, tutupnya.

Untuk diketahui bahwa AKBP Dr. Bayu Suseno sebelum menjabat Kapolres Bengkayang adalah Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, sementara itu AKBP Arif Agung Winarto mendapat jabatan baru sebagai Wadansatbrimob Polda Jateng. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Masyarakat Bengkayang Diminta Lestarikan Terus Adat dan Budaya Leluhur

Published

on

Event budaya dan adat Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Masyarakat Kabupaten Bengkayang diminta untuk terus melestarikan tradisi budaya dan adat leluhur.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutannya pada event budaya dan adat Barape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang. Senin (4/7/2022).

“Masyarakat dan kita semua harus menjaga adat tradisi leluhur agar selalu dilestarikan dan tak tergerus oleh perkembangan jaman,”timpalnya disela-sela sambutan.

Ia juga menginginkan, masyarakat dapat mengekspresikan tatanan tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur, salah satunya dengan kegiatan Barape’ Sawa’ saat ini.

Moderenisasi yang terus berkembang diharapkannya juga tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Kata Bupati Darwis, pihaknya terus mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal melestarikan budaya dan tradisi adat di Kabupaten Bengkayang.

Untuk, itu ia terus mengimbau agar masyarakat memiliki rasa kecintaan yang besar terhadap adat dan budaya, sehingga tak melupakan budaya asli lokal dan terpengaruh dengan budaya lainnya, yang dapat merusak generasi dan moral bangsa.

“Semoga kegiatan event budaya Berape’Sawa’ini juga dijadikan momentum bagi masyarakat untuk mengambil peran membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan ditengah-tengah keberagaman adat istiadat, budaya dan agama,”tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Ribuan Masyarakat Padati Event Adat Budaya Berape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang

Published

on

Pergelaran event budaya Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ribuan masyarakat dan wisatawan padati rumah adat Dayak atau Ramin Bantang menyaksikan pergelaran event budaya Barape’ Sawa’ ke-8, Senin (4/7/2022). Sore.

Para wisatawan dan masyarakat Bengkayang itu pun tampak antusias, menyaksikan pembukaan gelaran event adat dan budaya tahunan di Ramin Bantang.

Satu persatu pengunjung mengenakan baju adat khas Dayak bewarna merah lengkap dengan aksesoris beriringan menuju halaman Rumah Ramin Bantang yang telah disediakan oleh panitia.

Terlihat, beberapa stand dan spot-spot tenda pun dipenuhi pengunjung, merah, pekat dan bersorak.

Pasalnya, event adat dan budaya Berape’ Sawa’ sendiri telah hampir 2 tahun vakum, terhenti akibat Pandemi Covid-19.

Salah satu pengunjung, Hengky mengatakan, sangat senang dan bangga kegiatan adat budaya tahunan ini dapat diselenggarakan kembali oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.

Sebab, ia merindukan acara Berape’ Sawa’ yang meriah ini diselenggarakan setiap tahunnya.

“Saya sangat senang dan antusias, akhirnya Berape’ Sawa’ yang ke-8 diselenggarakan kembali,”ungkapnya kepada Inside.

Hengky menginginkan, kegiatan event budaya terbesar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rundown acara yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Yulianus mengatakan, kegiatan event budaya Berape’ Sawa’ saat ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya dan adat, dengan simbol berakhir musim tanam padi dan melanjutkan dengan musim tanam padi baru kedepannya.

“Tujuannya adalah dengan adanya keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat Dayak Bekatik di Kabupaten Bengkayang, terhadap musim tanam padi,”imbuhnya.

Yulianus melanjutkan, selain menjadi simbol budaya berakhir musim tanam padi, event budaya dan adat ini juga diharapkannya dapat memperkenalkan sikap toleransi pada semua suku di Kabupaten Bengkayang, serta memperkenalkan permainan khas rakyat agar selalu eksistensi.

“Bahkan, sebagai upaya menggali potensi wisata daerah, khususnya wisata adat dan budaya,”paparnya.

Kemudian, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan,

Kemudian, diwaktu yang sama pula, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan, moderenisasi yang terus berkembang diharapkan tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Upaya dalam mempertahankan tradisi tersebut dituangkan dalam suatu agenda di Kabupaten Bengkayang yaitu yang dikenal dengan istilah Berape’ Sawa’.

Bupati Darwis, menegaskan tradisi budaya Berape’ Sawa’ merupakan tradisi suku Dayak Bekatik mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan, kepada Jubatta yang telah memberikan panen pada musim tanam sebelumnya.

“Tradisi ini menandai akan dimulainya musim tanam atau berladang. Sehingga setelah acara ini masyarakat akan mulai membuka lahan untuk kegiatan berladang. Dengan kata lain bahwa Berape’ Sawa’.

Ia pun berharap, dengan adanya gelaran event budaya dan adat terbesar di Kabupaten Bengkayang ini, akan membangkitkan semangat parawisata di Kabupaten Bengkayang kedepannya.

“Kita dukung agenda atau event berikutnya, sehingga banyak orang datang ke Bengkayang untuk berwisata,”pungkasnya.

Diketahui, kegiatan event budaya dan adat Berape’ Sawa’ yang ke 8 ini, dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 Juli 2022, yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, perlombaan permainan rakyat, karnaval budaya, pentas seni, hingga hiburan musik lainnya.

Kegiatan itu pun diramaikan dengan kontingen dari 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Lembah Bawang, Sungai Betung, Bengkayang, Teriak, Lumar, Suti Semarang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas, Samalantan dan Jagoi Babang. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Kominfo Bengkayang Tunggu Giliran Pendistribusian Alat Konversi Siaran TV Analog STB

Published

on

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan akan mengawal proses pembagian Set Top BOx (STB) gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bengkayang.

Pembagian alat konversi siaran tv analog ke siaran digital tersebut, merupakan program dari Kementerian Kominfo menjelang Analog Switch Off (ASO) migrasi siaran TV analog ke digital.

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang mengatakan, untuk Kabupaten Bengkayang sendiri belum mendapatkan giliran pendistribusian STB tersebut kepada masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut saat ini di Kalbar yang baru menjalan pendistribusian STB pada periode pertama yaitu di Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

“Di Kabupaten Bengkayang kemungkinan mendapatkan jatah di periode ketiga,”ungkap Elisabeth, Jumat (17/6/2022).

Elisabeth menegaskan, untuk menyambut kebijakan Kementerian dalam perpindahan saluran TV analog ke digital, pihaknya sudah melakukan persiapan.

Salah satu persiapan tersebut dengan melakukan sosialisasi, dan koordinasi dengan dinas terkait dalam penerapan dan realisasi perpindahan saluran tv tersebut.

“Kominfo sebagai pengawas dan pendampingan dalam hal ini sudah melakukan upaya sosialisasi lewat media, dan melakukan koordinasi dengan dinas sosial terkait sasaran pembagian STB,”paparnya.

Ia menuturkan, perihal pendistribusian STB secara gratis tersebut adalah kewenangan Dinas sosial sebagai dinas yang memiliki data masyarakat kurang dan memiliki data kategori yang pantas mendapatkan STB gratis dari kementerian.

“Kita akan terus koordinasi, agar pendistribusian ini tepat sasaran,”katanya.

Elisabeth pun menambahkan, pihaknya siap dan akan terus mengawal proses dan alur migrasinya TV analog ke digital di Kabupaten Bengkayang agar berjalan dengan baik.

“Kita tunggu saja, yang pasti akan kita kawal karena instruksi dari kementerian,”timpalnya.

Diketahui, proses pembagian STB gratis oleh Kementerian Kominfo disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Untuk penerima bantuan STB adalah warga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang masuk dalam daftar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos.

Persyaratannya, penerima bantuan STB gratis wajib memiliki televisi analog, berada pada cakupan wilayah layanan siaran TV digital terestrial, bersedia menerima bantuan, dan satu rumah tangga kurang mampu hanya menerima satu STB. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

PD Aman Bengkayang Serahkan Peta Wilayah Adat Di Desa Sekaruh dan Temia Sio

Published

on

Penyerahan peta partisipatif kepada masyarakat desa Sekaruh. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Aliansi Masyarakat Adat (Aman) Bengkayang kembali menyerahkan Peta wilayah adat di dua desa di kecamatan teriak kabupaten Bengkayang, Senin (13/6).

Dua desa yang menerima peta wilayah adat yakni Desa sekaruh dan desa Temia sio. Untuk desa Temia sio di serahkan pada tanggal 10 Juni 2022.

Peta wilayah adat yang di serahkn merupakan hasil pemetaan partisipatif di lakukan langsung oleh seluruh masyarakat di masing-masing desa tersebut tahun 2020 lalu

Di dampingi langsung oleh lembaga Aliansi masyarakat adat Nusantara Bengkayang

Penyerahan peta pada 13 Juni 2022 di saksikan pemerintah kecamatan teriak, seluruh masyarakat tokoh adat, BPD, pemuda, tokoh perempuan.

Kepala desa sekaruh Petrus sidik mengaku bersyukur wilayah adat desa Sekaruh mendapat bantuan langsung dari lembaga tersebut

“Atas pemetaan yang di lakukan pendampingan oleh Aman terhadap wilayah, saya selaku kades berterima kasih,karna peta ini sangat penting kemudian akan di usulkan menjadi peta desa,” ungkap Kades sekaruh

Sementara koordinator pemetaan wilayah adat dari aliansi masyarakat Adat Nusantara Bengkayang , Ignasius prianto mengatakan pemetaan di lakukan dalam rangka memperjelas status luas wilayah adat desa sekaruh dan desa Temia sio.

“Sebelum di lakukan penyerahan peta ,kita sudah melakukan beberapa tahapan pendamping mulai musyawarah adat tapal batas, pelatihan menggunakan GPS dan cara pengambilan titik koordinat kepada masyarakat sesuai batas yang sudah di sepakati lalu di lanjutkan pengambilan titik koordinat kemudian pengolahan data menjadi peta sehingga di lakukan penyerahan peta,” ungkapnya.

Koordinator pemetaan wilayah adat dari pengurus daerah (PD) aman Bengkayang prianto menjelaskan peta sangat penting untuk mengetahui luasan wilayah dan status wilayah adat di suatu komunitas adat.

“Saat ini masyarakat adat sudah mengetahui luasan wilayah adat nya setelah di lakukan pemetaan secara partisipatif,” jelas Prianto.

Prianto berharap Peta yang sudah ada bisa di manfaatkan sebagai mana mestinya oleh pihak desa maupun masyarakat. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

FPMKB Yogjakarta Se-kalimantan Gelar Turnamen Futsal

Published

on

Foto bersama Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang gelar Futsal FPMKB di Lapangan putsal Planet Yogjakarta. (Foto: Ist)

YOGJAKARTA, SuaraBorneo.com – Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (FPMKB) Yogjakarta Menggelar Turnamen Futsal FPMKB CUP II Se-kalimantan di lapangan Futsal planet Yogjakarta, Sabtu (04/6/2022) lalu.

Turnamen Futsal FPMKB Cup II ,ini Latar belakangi II dalam rangka menjalin silahturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan sesama mahasiswa Kalimantan di Yogyakarta.

“ Turnamen Futsal FPMKB secara khusus untuk menyatukan kembali seluruh mahasiswa kabupaten Bengkayang, membangkitkan semangat dan menghidupkan kembali dinamika mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta ” Ungkap ronaldus Budi Talino Panitia FPMKB Cup II

beberapa tahun terakhir Turnamen Futsal FPMKB sempat terhenti karena Terjadi Wabah pandemi Covid-19.

“Acara ini akan menjadi batu loncatan untuk mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta agar lebih aktif dan progresif ke depannya, saling berkerjasama, bahu membahu untuk memberi kontribusi nyata kepada Kabupaten Bengkayang saat ini dan saat yang akan datang,” terang Ronaldus Budi Talino

Panitia Turnamen Futsal Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang juga mengucapkan terimaksih dan Apresiasi kepada para Alumni FPMKB Yogyakarta, Sponsoprship dan semua pihak yang telah berkontribusi serta mendukung acara turnamen Futsal FPMKB CUP II baik dukungan secara moril maupun materil. (R)

Continue Reading

Bengkayang

Gairah Olahraga Futsal di Bengkayang Kembali Bergeliat

Published

on

Turnamen AFK U-30 Futsal Bengkayang kembali digelar. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Sempat terhenti akibat melonjaknya kasus Covid-19 pada akhir tahun 2022 lalu, kini semangat dan gairah Olahraga di Kabupaten Bengkayang kembali bergeliat, salah satunya adalah olahraga futsal.

Saat ini, berbagai ajang turnamen tengah bergulir dan kembali diselenggarakan oleh Asosiasi Futsal Kabupaten, mulai dari usia 21 tahun hingga usia 30 tahun.

Salah satu peserta, turnamen AFK U-30, Adrianus Riadi (40 th) menilai, bergeliatnya olahraga saat ini di Bengkayang sangat baik dan harus terus dilakukan oleh pihak terkait dan masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut meski Pandemi Covid-19 telah landai, menjaga kebugaran tubuh harus dilakukan setiap individu, agar Herd Immunity terus meningkat.

“Kita harap olahraga di Kabupaten Bengkayang ini semakin berkembang dan bergelora,”ungkap Riadi.

Capten Tim Futsal Blokchain tersebut pun menginginkan kedepannya adanya turnamen-turnamen futsal yang digelar asosiasi maupun pihak swasta, agar para bibit-bibit muda, khususnya di wilayah perbatasan dapat dilihat potensinya dan terwadahi, serta dapat mengharumkan nama Bengkayang di event bergengsi.

“Semoga KONI dan Asosiasi dapat melihat prospek kedepannya, agar bibit muda dapat ditingkatkan melalui turnamen dan event-event yang digelar,”tambahnya. (R)

Continue Reading

Umum

Populer