Satresnarkoba Musnahkan 5 Gram Narkotika Jenis Sabu – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Bengkayang

Satresnarkoba Musnahkan 5 Gram Narkotika Jenis Sabu

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Satnarkoba Polres Bengkayang kembali melakukan pemusnahan Narkotika jenis sabu seberat 5 gram. Pemusnahan tersebut dilakukan di Halaman Belakang Mapolres Bengkayang, Jumat (10/9/2021).

Kasatreskoba Polres Bengkayang, Iptu Maju K. Siregar mengatakan Narkotika yang dimusnahkan merupakan hasil tindak lanjut penangkapan dari wilayah pesisir di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

“Hari ini kita lakukan pemusnahan Narkotika jenis sabu,”katanya.

Iptu Maju menyebut, seberat 5 gram Narkotika jenis sabu dimusnahkan, oleh jajaran Satnarkoba bersama BNN, Kejaksaan Negeri Bengkayang dan pihak terkait lainnya.

Dikatakannya, 5 gram sabu tersebut dari hasil penangkapan tersangka inisial AT, beberapa hari yang lalu.

Sebelum dimusnahkan, Narkotika jenis sabu tersebut dilakukan uji tes untuk mengetahui keasliannya.

“Barang buktinya, setelah mendapatkan ketetapan status penyitaan dari Kejaksaan Negeri, barang yang telah disisikan untuk pengujian Balai POM, untuk pembuktian di Pengadilan, selebihnya di Musnahkan,”ungkapnya.

Kini, tersangka AT atas perbuatannya dalam kasus tersebut, terancam pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika dengan ancaman hujuman pidana penjara minimal 4 tahun, paling lama selama 12 tahun atau denda paling sedikit 800 juta rupiah.(RB)

Bengkayang

Masyarakat Bengkayang Diminta Lestarikan Terus Adat dan Budaya Leluhur

Published

on

Event budaya dan adat Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Masyarakat Kabupaten Bengkayang diminta untuk terus melestarikan tradisi budaya dan adat leluhur.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutannya pada event budaya dan adat Barape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang. Senin (4/7/2022).

“Masyarakat dan kita semua harus menjaga adat tradisi leluhur agar selalu dilestarikan dan tak tergerus oleh perkembangan jaman,”timpalnya disela-sela sambutan.

Ia juga menginginkan, masyarakat dapat mengekspresikan tatanan tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur, salah satunya dengan kegiatan Barape’ Sawa’ saat ini.

Moderenisasi yang terus berkembang diharapkannya juga tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Kata Bupati Darwis, pihaknya terus mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal melestarikan budaya dan tradisi adat di Kabupaten Bengkayang.

Untuk, itu ia terus mengimbau agar masyarakat memiliki rasa kecintaan yang besar terhadap adat dan budaya, sehingga tak melupakan budaya asli lokal dan terpengaruh dengan budaya lainnya, yang dapat merusak generasi dan moral bangsa.

“Semoga kegiatan event budaya Berape’Sawa’ini juga dijadikan momentum bagi masyarakat untuk mengambil peran membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan ditengah-tengah keberagaman adat istiadat, budaya dan agama,”tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Ribuan Masyarakat Padati Event Adat Budaya Berape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang

Published

on

Pergelaran event budaya Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ribuan masyarakat dan wisatawan padati rumah adat Dayak atau Ramin Bantang menyaksikan pergelaran event budaya Barape’ Sawa’ ke-8, Senin (4/7/2022). Sore.

Para wisatawan dan masyarakat Bengkayang itu pun tampak antusias, menyaksikan pembukaan gelaran event adat dan budaya tahunan di Ramin Bantang.

Satu persatu pengunjung mengenakan baju adat khas Dayak bewarna merah lengkap dengan aksesoris beriringan menuju halaman Rumah Ramin Bantang yang telah disediakan oleh panitia.

Terlihat, beberapa stand dan spot-spot tenda pun dipenuhi pengunjung, merah, pekat dan bersorak.

Pasalnya, event adat dan budaya Berape’ Sawa’ sendiri telah hampir 2 tahun vakum, terhenti akibat Pandemi Covid-19.

Salah satu pengunjung, Hengky mengatakan, sangat senang dan bangga kegiatan adat budaya tahunan ini dapat diselenggarakan kembali oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.

Sebab, ia merindukan acara Berape’ Sawa’ yang meriah ini diselenggarakan setiap tahunnya.

“Saya sangat senang dan antusias, akhirnya Berape’ Sawa’ yang ke-8 diselenggarakan kembali,”ungkapnya kepada Inside.

Hengky menginginkan, kegiatan event budaya terbesar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rundown acara yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Yulianus mengatakan, kegiatan event budaya Berape’ Sawa’ saat ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya dan adat, dengan simbol berakhir musim tanam padi dan melanjutkan dengan musim tanam padi baru kedepannya.

“Tujuannya adalah dengan adanya keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat Dayak Bekatik di Kabupaten Bengkayang, terhadap musim tanam padi,”imbuhnya.

Yulianus melanjutkan, selain menjadi simbol budaya berakhir musim tanam padi, event budaya dan adat ini juga diharapkannya dapat memperkenalkan sikap toleransi pada semua suku di Kabupaten Bengkayang, serta memperkenalkan permainan khas rakyat agar selalu eksistensi.

“Bahkan, sebagai upaya menggali potensi wisata daerah, khususnya wisata adat dan budaya,”paparnya.

Kemudian, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan,

Kemudian, diwaktu yang sama pula, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan, moderenisasi yang terus berkembang diharapkan tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Upaya dalam mempertahankan tradisi tersebut dituangkan dalam suatu agenda di Kabupaten Bengkayang yaitu yang dikenal dengan istilah Berape’ Sawa’.

Bupati Darwis, menegaskan tradisi budaya Berape’ Sawa’ merupakan tradisi suku Dayak Bekatik mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan, kepada Jubatta yang telah memberikan panen pada musim tanam sebelumnya.

“Tradisi ini menandai akan dimulainya musim tanam atau berladang. Sehingga setelah acara ini masyarakat akan mulai membuka lahan untuk kegiatan berladang. Dengan kata lain bahwa Berape’ Sawa’.

Ia pun berharap, dengan adanya gelaran event budaya dan adat terbesar di Kabupaten Bengkayang ini, akan membangkitkan semangat parawisata di Kabupaten Bengkayang kedepannya.

“Kita dukung agenda atau event berikutnya, sehingga banyak orang datang ke Bengkayang untuk berwisata,”pungkasnya.

Diketahui, kegiatan event budaya dan adat Berape’ Sawa’ yang ke 8 ini, dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 Juli 2022, yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, perlombaan permainan rakyat, karnaval budaya, pentas seni, hingga hiburan musik lainnya.

Kegiatan itu pun diramaikan dengan kontingen dari 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Lembah Bawang, Sungai Betung, Bengkayang, Teriak, Lumar, Suti Semarang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas, Samalantan dan Jagoi Babang. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Kominfo Bengkayang Tunggu Giliran Pendistribusian Alat Konversi Siaran TV Analog STB

Published

on

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan akan mengawal proses pembagian Set Top BOx (STB) gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bengkayang.

Pembagian alat konversi siaran tv analog ke siaran digital tersebut, merupakan program dari Kementerian Kominfo menjelang Analog Switch Off (ASO) migrasi siaran TV analog ke digital.

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang mengatakan, untuk Kabupaten Bengkayang sendiri belum mendapatkan giliran pendistribusian STB tersebut kepada masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut saat ini di Kalbar yang baru menjalan pendistribusian STB pada periode pertama yaitu di Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

“Di Kabupaten Bengkayang kemungkinan mendapatkan jatah di periode ketiga,”ungkap Elisabeth, Jumat (17/6/2022).

Elisabeth menegaskan, untuk menyambut kebijakan Kementerian dalam perpindahan saluran TV analog ke digital, pihaknya sudah melakukan persiapan.

Salah satu persiapan tersebut dengan melakukan sosialisasi, dan koordinasi dengan dinas terkait dalam penerapan dan realisasi perpindahan saluran tv tersebut.

“Kominfo sebagai pengawas dan pendampingan dalam hal ini sudah melakukan upaya sosialisasi lewat media, dan melakukan koordinasi dengan dinas sosial terkait sasaran pembagian STB,”paparnya.

Ia menuturkan, perihal pendistribusian STB secara gratis tersebut adalah kewenangan Dinas sosial sebagai dinas yang memiliki data masyarakat kurang dan memiliki data kategori yang pantas mendapatkan STB gratis dari kementerian.

“Kita akan terus koordinasi, agar pendistribusian ini tepat sasaran,”katanya.

Elisabeth pun menambahkan, pihaknya siap dan akan terus mengawal proses dan alur migrasinya TV analog ke digital di Kabupaten Bengkayang agar berjalan dengan baik.

“Kita tunggu saja, yang pasti akan kita kawal karena instruksi dari kementerian,”timpalnya.

Diketahui, proses pembagian STB gratis oleh Kementerian Kominfo disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Untuk penerima bantuan STB adalah warga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang masuk dalam daftar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos.

Persyaratannya, penerima bantuan STB gratis wajib memiliki televisi analog, berada pada cakupan wilayah layanan siaran TV digital terestrial, bersedia menerima bantuan, dan satu rumah tangga kurang mampu hanya menerima satu STB. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

PD Aman Bengkayang Serahkan Peta Wilayah Adat Di Desa Sekaruh dan Temia Sio

Published

on

Penyerahan peta partisipatif kepada masyarakat desa Sekaruh. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Aliansi Masyarakat Adat (Aman) Bengkayang kembali menyerahkan Peta wilayah adat di dua desa di kecamatan teriak kabupaten Bengkayang, Senin (13/6).

Dua desa yang menerima peta wilayah adat yakni Desa sekaruh dan desa Temia sio. Untuk desa Temia sio di serahkan pada tanggal 10 Juni 2022.

Peta wilayah adat yang di serahkn merupakan hasil pemetaan partisipatif di lakukan langsung oleh seluruh masyarakat di masing-masing desa tersebut tahun 2020 lalu

Di dampingi langsung oleh lembaga Aliansi masyarakat adat Nusantara Bengkayang

Penyerahan peta pada 13 Juni 2022 di saksikan pemerintah kecamatan teriak, seluruh masyarakat tokoh adat, BPD, pemuda, tokoh perempuan.

Kepala desa sekaruh Petrus sidik mengaku bersyukur wilayah adat desa Sekaruh mendapat bantuan langsung dari lembaga tersebut

“Atas pemetaan yang di lakukan pendampingan oleh Aman terhadap wilayah, saya selaku kades berterima kasih,karna peta ini sangat penting kemudian akan di usulkan menjadi peta desa,” ungkap Kades sekaruh

Sementara koordinator pemetaan wilayah adat dari aliansi masyarakat Adat Nusantara Bengkayang , Ignasius prianto mengatakan pemetaan di lakukan dalam rangka memperjelas status luas wilayah adat desa sekaruh dan desa Temia sio.

“Sebelum di lakukan penyerahan peta ,kita sudah melakukan beberapa tahapan pendamping mulai musyawarah adat tapal batas, pelatihan menggunakan GPS dan cara pengambilan titik koordinat kepada masyarakat sesuai batas yang sudah di sepakati lalu di lanjutkan pengambilan titik koordinat kemudian pengolahan data menjadi peta sehingga di lakukan penyerahan peta,” ungkapnya.

Koordinator pemetaan wilayah adat dari pengurus daerah (PD) aman Bengkayang prianto menjelaskan peta sangat penting untuk mengetahui luasan wilayah dan status wilayah adat di suatu komunitas adat.

“Saat ini masyarakat adat sudah mengetahui luasan wilayah adat nya setelah di lakukan pemetaan secara partisipatif,” jelas Prianto.

Prianto berharap Peta yang sudah ada bisa di manfaatkan sebagai mana mestinya oleh pihak desa maupun masyarakat. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

FPMKB Yogjakarta Se-kalimantan Gelar Turnamen Futsal

Published

on

Foto bersama Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang gelar Futsal FPMKB di Lapangan putsal Planet Yogjakarta. (Foto: Ist)

YOGJAKARTA, SuaraBorneo.com – Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (FPMKB) Yogjakarta Menggelar Turnamen Futsal FPMKB CUP II Se-kalimantan di lapangan Futsal planet Yogjakarta, Sabtu (04/6/2022) lalu.

Turnamen Futsal FPMKB Cup II ,ini Latar belakangi II dalam rangka menjalin silahturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan sesama mahasiswa Kalimantan di Yogyakarta.

“ Turnamen Futsal FPMKB secara khusus untuk menyatukan kembali seluruh mahasiswa kabupaten Bengkayang, membangkitkan semangat dan menghidupkan kembali dinamika mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta ” Ungkap ronaldus Budi Talino Panitia FPMKB Cup II

beberapa tahun terakhir Turnamen Futsal FPMKB sempat terhenti karena Terjadi Wabah pandemi Covid-19.

“Acara ini akan menjadi batu loncatan untuk mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta agar lebih aktif dan progresif ke depannya, saling berkerjasama, bahu membahu untuk memberi kontribusi nyata kepada Kabupaten Bengkayang saat ini dan saat yang akan datang,” terang Ronaldus Budi Talino

Panitia Turnamen Futsal Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang juga mengucapkan terimaksih dan Apresiasi kepada para Alumni FPMKB Yogyakarta, Sponsoprship dan semua pihak yang telah berkontribusi serta mendukung acara turnamen Futsal FPMKB CUP II baik dukungan secara moril maupun materil. (R)

Continue Reading

Bengkayang

Gairah Olahraga Futsal di Bengkayang Kembali Bergeliat

Published

on

Turnamen AFK U-30 Futsal Bengkayang kembali digelar. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Sempat terhenti akibat melonjaknya kasus Covid-19 pada akhir tahun 2022 lalu, kini semangat dan gairah Olahraga di Kabupaten Bengkayang kembali bergeliat, salah satunya adalah olahraga futsal.

Saat ini, berbagai ajang turnamen tengah bergulir dan kembali diselenggarakan oleh Asosiasi Futsal Kabupaten, mulai dari usia 21 tahun hingga usia 30 tahun.

Salah satu peserta, turnamen AFK U-30, Adrianus Riadi (40 th) menilai, bergeliatnya olahraga saat ini di Bengkayang sangat baik dan harus terus dilakukan oleh pihak terkait dan masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut meski Pandemi Covid-19 telah landai, menjaga kebugaran tubuh harus dilakukan setiap individu, agar Herd Immunity terus meningkat.

“Kita harap olahraga di Kabupaten Bengkayang ini semakin berkembang dan bergelora,”ungkap Riadi.

Capten Tim Futsal Blokchain tersebut pun menginginkan kedepannya adanya turnamen-turnamen futsal yang digelar asosiasi maupun pihak swasta, agar para bibit-bibit muda, khususnya di wilayah perbatasan dapat dilihat potensinya dan terwadahi, serta dapat mengharumkan nama Bengkayang di event bergengsi.

“Semoga KONI dan Asosiasi dapat melihat prospek kedepannya, agar bibit muda dapat ditingkatkan melalui turnamen dan event-event yang digelar,”tambahnya. (R)

Continue Reading

Bengkayang

GMKI Kutuk Keras Aksi Bejat Oknum Guru Honorer Cabuli Muridnya

Published

on

Bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bengkayang Mengutuk keras Kejadian Kasus Oknum guru honorer cabuli Muridnya yang akhir-akhir ini tengah Viral muncul ke publik melalui berbagai media masa online di Bengkayang

Terkait Aksi Cabul yang dilakukan oleh LPS terhadap siswa nya sendiri yang masih kelas XI SMA di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Bengkayang.

Ketua cabang GMKI Bengkayang Kristen Ret menyesalkan aksi yang tidak patut di tiru oknum guru itu (LPS)

“Memprihatikan dan miris sekali pelaku yang berinisial LPS, selain guru Honorer dan guru Kontrak, pelaku juga ketua dari salah satu OKP terkemuka di Kabupaten Bengkayang serta staf salah satu partai terbesar di Indonesia, termasuk orang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat di Bengkayang namun justru melakukan hal yang tidak terpuji,” ungkap Ketua Cabang GMKI Bengkayang

Menurut Kristen Ret, Sosok LPS seharusnya bisa menjadi figure, panutan, teladan atau contoh yang baik bukannya menjadi batu sandungan.

“Sesuai Peraturan perundangan ini kasus yang perlu di tangani lebih serius karena sudah melanggar UUD Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, merusak nilai moral, etika anak muridnya sendiri.
Jika dilihat dari modus pelaku sosok yang berinisial LPS ke korban M juga menjanjikan akan menikahi korban, belum lagi diketahui aksi yang dilakukan oleh LPS ini sudah yang keberapa kali namun kiranya kedoknya segera dibongkar oleh pihak yang berwajib,” pungkas Kristen Ret

GMKI Cabang Bengkayang Berharap kasus persetubuhan anak bawah umur dapat di tindak lebih tegas sehingga kasus serupa cabul oknum Guru terhadap siswanya Kedepan jangan lagi terjadi.

“Seharusnya menjadi figur baik namun karena nafsu birahi tak bisa dikontrol sehingga merusak salah satu dari generasi penerus bangsa, hal ini tidak menunjukan keprofesionalalitasnya, dan menjadi luka, pukulan bagi instansi-instansi tempat ia bekerja, Organisasi, bahkan masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkayang,” Kata Kristen Ret

Kristen Ret menjelaskan juga Kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Bengkayang yang hampir serupa namun tak sama setahun silam, menurut nya betapa mirisnya.

“Hal ini juga akan dijadikan bahan evaluasi bagi kita semua terkhusus tenaga pendidik, yang hampir setiap hari kontak langsung dengan para didikannya dan tidak hanya itu saja bahkan bagi kita semua,” tegas pungkas Kristen Ret

“Oleh karenanya kami dari GMKI Cabang Bengkayang mengutuk keras aksi bejat yang dilakukan oleh oknum yg berinisial LPS yang melanggar nilai Moral melanggar UUD tentang Perlindungan Anak dan merusak nilai moral dan etika, kami juga meminta kepada pihak yang berwenang supaya dapat memberikan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya, terimakasih, Shalom,” tutupnya. (r)

Continue Reading

Bengkayang

Polisi Amankan Oknum Guru Honorer Setubuhi Anak Dibawah Umur

Published

on

AKP Sagi saat Press rilis pelaku Pencabulan oknum guru honorer di Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Kasus rudapaksa anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Bengkayang saat ini. Kasus ini melibatkan seorang oknum guru honorer di salah satu sekolah di Kabupaten Bengkayang.

Pria berumur 33 tahun, alias LP tega menyetubuhi siswanya yang masih berusia 17 tahun, hingga 9 kali pada waktu yang berbeda.

Kini ia berhasil diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian Polres Bengkayang.

Kasatreskrim Polres Bengkayang, AKP Sagi saat Press Release di halaman Kantor Polres Bengkayang, Senin (6/6/2022). Menjelaskan bahwa pelaku tidak lain adalah orang dekat korban.

Sagi menyebut, awalnya pada tanggal 27 April lalu, tersangka LP berkenalan dengan korban lalu berpacaran.

Setelah berjalan status pacaran tersebut, pelaku merayu dan mengajak korban untuk pergi ke Sambas, yaitu disalah satu tempat di daerah Jawai.

Setelah itu, atas bujukan dan rayuan tersebut korban menyanggupinya, lalu korban dijemput pelaku.

Sagi melanjutkan, setelah penjemputan itu, lalu pelaku mengingkari janjinya, kemudian membawa korban ke tempat tinggalnya pada pukul 11 malam, dan korban pun dibawa ke kamar pelaku.

“Saat itu korban sempat ingin meminta diantar pulang. Namun, pelaku tetap merayu korban untuk tetap tinggal di kamarnya,”kata AKP Sagi.

Kata Sagi, saat itu pelaku melakukan hal yang tak senonoh pada korban, dan hubungan bak suami istri pun terjadi.

Tak ayal, pada tanggal 2 Mei pun di waktu yang berbeda, pelaku LP kembali membujuk korban untuk untuk kembali melakukan adegan suami istri tersebut.

“Hingga sejak tanggal 2 Mei sampai 10 Mei mereka tinggal bersama-sama di rumah pelaku,”kata Sagi.

Dari hasil penyelidikan pihaknya, pelaku pun mengaku melakukan persetubuhan sebanyak sembilan kali kepada korban. Dengan bujuk rayu akan berjanji dinikahi.

Akan tetapi, pada tanggal 11 Mei, ketika korban pulang ke rumah kakak kandungnya di wilayah Kota Bengkayang. Korban menangis, lalu menceritakan kejadian tersebut.

Mendengar hal itu, kakak korban berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk meminta pertanggungjawaban dari pelaku (LP). Namun, tak ada niat baik dari pelaku (LP).

“Setelah tak ada niat baik dari pelaku, pihak keluarga melayangkan laporan ke unit PPA Satreskrim Polres Bengkayang,”ucap AKP Sagi.

Kini, tersangka LP telah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya. Dan terancam pidana maksimal 15 tahun penjara, berdasarkan UU perlindungan anak dan perempuan. (R)

Continue Reading

Bengkayang

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Gagalkan Sabu 13,6 Kg dari Malaysia

Published

on

Pelaku bersama barang bukti Sabu asal Malaysia. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, SuaraBorneo.com – Baru hari pertama melaksanakan tugas mengamankan wilayah perbatasan di Sektor Timur Provinsi Kalimantan Barat, Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 645/Gardatama Yuda.

Pada hari Selasa (31/5) siang telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Narkotika jenis Sabu seberat 13,6 Kilogram di Desa Semunying, Kecamatan Jagoi Babang, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Sabu asal Malaysia tersebut berhasil digagalkan masuk wilayah Indonesia oleh personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty dari Pos Pamtas Kumba Semunying. Selain barang haram tersebut, Satgas juga berhasil mengamankan satu orang yang diduga pelaku atau kurir berinisial IKM. Pria 22 tahun asal Desa Bakaru, Ulu Sadang, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Hendra Purwanasari, S.Sos melalui keterangan tertulisnya menjelaskan, kronologis kejadian awalnya pada hari Senin (30/5) malam Danpos Kumba Semunying Letda Inf Chandra mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada pelintas batas yang menyelundupkan Narkoba jenis sabu.

“Setelah informasi diterima dan melaporkan kepada Dan SSK II, kemudian Danpos Kumba Semunying menindaklanjuti informasi tersebut dengan menurunkan personelnya untuk melaksanakan pengendapan atau Ambush,” jelasnya.

Selanjutnya kata Kapendam, pada hari Selasa siang sekitar pukul 11.30 Kopda Feri bersama empat anggota dari Pos Kumba Semunying lainnya yang saat itu melaksanakan ambush di wilayah perkebunan sawit di Desa Semunying mendapati pelaku sesuai informasi yang diterima. Terhadap orang tersebut dilakukan pemeriksaan sesuai Protap dan berhasil diamankan dari IKM sebanyak 13 paket sabu yang dikemas dalam bungkus teh Cina merek Guayinwang.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, saat ini pelaku beserta barang bukti masih diamankan di Pos Pamtas Kumba Semunying,” kata Kolonel Inf Hendra Purwanasari mengakhiri. [RB]

Continue Reading

Umum

Populer