Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Nasional

Tim Terpadu TTS Tinjau Lokasi Situs Tunbes

Published

on

NTT, suaraborneo.com – Lokasi situs tunbes yg menjadi perbincangan hangat selama ini akhirnya direspon pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengutus tim terpadu untuk menggelar pertemuan dengan keluarga besar nuban dan nubatonis di teras polindes fatukusi, Rabu, (15/9/2021) dan yang hadir saat itu diperkirakan 300 orang.

Camat kie, Ludovikus Kause, ketika membuka kegiatan tersebut, menandaskan bahwa hari ini ada tim terpadu yg diutus oleh pak bupati utk mlihat secara langsung kondisi situs tunbes karena adanya laporan dari keluarga nubatonis dan nuban sehingga tim diutus kesini, tandasnya.

Sementara, ketua tim terpadu dari kabupaten TTS, dalam arahannya juga menerangkan bahwa Memang sudah ada laporan dari pak camat kepada bupati namun saat melihat lokasi ini hanya keluarga nuban sedangkan keluarga nubatonis tidak hadir waktu itu sehingga belum bisa dibuatkan kesimpulan, dengan demikian kami hari ini tim terpadu dari beberapa dinas terkait turun untuk melihat kondisi secara langsung supaya kami punya satu pemahaman, terangnya.

Alexander Nuban, saat itu juga menjelaskan bahwa laporan pak camat kepada pak bupati yang tembusannya kepada kami dan keluarga nubatonis sudah cukup jelas namun mungkin keluarga nubatonis merasa tidak puas dengan pembongkaran makam fiktif yang dipicu dengan pertengkaran antara Alexander S. Nubatonis dan Nithanel Nuban Tune bahwa itu adalah kuburan leluhur keluarga nubatonis yang bernama Seo Leu Nuban pada (25/6/2021) lalu, “Sehingga kami keluarga nuban tidak ikut serta ke lokasi tetapi kami minta melalui ketua tim untuk memerintahkan kepada keluarga nubatonis yang sore hari ini melihat langsung di lokasi supaya menggali dan menunjukkan tulang-tulang dari leluhur mereka Seo Leu Nuban,” pintanya.

Dilanjutkan Alexander Nuban, surat yang saya tulis 22 maret dan diterima pak bupati 29 maret namun hingga saat ini sudah 5 bulan 16 hari belum direspon pak bupati tetapi laporan keluarga nubatonis yg ditandatangani saudara Alexander Nubatonis dkk tanggal 9 Agustus langsung direspon sehingga hari ini tim yg terdiri dari dinas P dan K, dinas pariwisata, dinas kehutanan, kesbangpol, pol PP, bagian hukum setda dan camat Kie, kabupaten TTS hadir disini utk berdialog dan melihat kondisi situs tunbes yang dirusak keluarga nuban sesuai laporan keluarga nubatonis, dan meminta kepada tim terpadu agar tidak saja melihat di dalam situs tetapi melihat juga batu asa yang sudah dilingkar dengan campuran letaknya di luar situs yang merupakan titik tapal batas kapling ke empat suku nuban, nubatonis, tenis dan asbanu dimana ketiga suku yang lain yakni nubatonis, tenis dan asbanu kurang lebih 12 kilometer bujur sangkar sudah menjadi belukar.

Sedangkan situs yang saat ini luasnya kurang lebih 3 kilometer bujur sangkar adalah milik sah dari keluarga Nuban, tambahnya.

Sedangkan, tanggapan Alexander S. Nubatonis, saat itu bahwa kalau disebut Alexander Nubatonis itu bukan nama saya karena nama saya adalah Alexander S. Nubatonis dan kalau kaitan dengan pemilihan umum masa lampau jangan digubris tetapi kini harus fokus dengan situs tunbes, pungkasnya.

Secara terpisah, kepada media ini, Alexander Nuban, mengaku kecewa karena saat hendak kembali ke kupang baru memperoleh surat pemberitahuan dari penjabat desa fatukusi mengenai pertemuan pada rabu (15/9/2021), jam 10.00 wita namun surat pemberitahuan tersebut baru diterima keluarga nuban pada jam 5.50 di rumah bapak Nithanel Nuban .

Selain itu, Alexander Nuban juga menyangkan surat pemberitahuan tersebut karena hanya ditujukan khusus kepada keluarga Nuban. Kenapa dan ada apa? ungkapnya. (tim)

 339 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Umum

Populer