Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Nusa Tenggara Timur

Mau PTM di SMAN 1 SoE, Rapat Ortuwa Digelar secara Virtual

Published

on

NTT, suaraborneo.com – Pembelajaran tatap muka yang tidak terlaksana sejak adanya pandemi covid-19 menjadi hal urgen yang dirindukan peserta didik dan orang tua wali serta guru.

Menyikapi hal ini, pihak SMA Negeri 1 SoE, kabupaten Timor tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur berinisiatif melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan terlebih dahulu menggelar rapat internal sekolah kemudian dilakukan rapat bersama orang tua wali (Ortuwa) secara virtual, Selasa, (5/10/2021) melalui aplikasi zoom.

Jibrael Y. Issu, dalam arahannya, ketika membuka rapat menandaskan bahwa hari ini kita melaksanakan rapat bersama orang tua guna membicarakan beberapa hal terkait pembelajaran tatap muka terbatas.

Dijelaskan kepala sekolah tersebut, untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini akan dibagi dalam shift, karena jumlah peserta didik sebanyak 1200 lebih maka shift pertama sebanyak 600 lebih untuk Minggu pertama dan Minggu berikutnya juga demikian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni mencuci tangan, pakai masker, mengecek suhu badan, jelasnya.

Selain itu, dijelaskan bahwa tiga mata pelajaran untuk satu hari, 90 menit per mata pelajaran dan pembelajarannya selama lima hari yakni Senin sampai Jumat, sedangkan Sabtu itu guru mengoreksi tugas siswa di rumah, jelasnya.

Ditambahkan kepala sekolah tersebut, terkait siswa yang belum divaksin, kita telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas kota SoE namun obatnya masih kurang sehingga kita belum mendapatkan pelayanan, kita tunggu informasi selanjutnya dari pihak puskesmas, tambahnya.

Sementara itu, Andi Amsikan, Waka kurikulum sekolah tersebut menuturkan bahwa terkait pembelajaran tatap muka terbatas seperti apa yang telah dijelaskan bapak kepala sekolah, kita sudah mempersiapkan tim covid-19 disekolah agar tidak tercipta cluster baru. Selain itu, dijelaskan, terkait siswa yang belum divaksin dan tidak akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, kita dari sekolah akan berikan LKS, tuturnya.

Bapak Leka, orang tua siswa, pada kesempatan itu mengatakan bahwa sebagai orang tua sangat mengapresiasi pembelajaran tatap muka terbatas yang akan dilakukan karena selama ini dilakukan pembelajaran secara daring ada yang mengikutinya secara baik dan ada yang mengikuti dengan tidak serius. Selain itu, kami orang tua siap menandatangani surat pernyataan agar anak-anak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas, pungkasnya.

Sedangkan bapak Sine, yang juga orang tua siswa meminta pihak sekolah agar menghubungi tim covid-19 di daerah sehingga ada rekomendasi untuk pembelajaran tatap muka terbatas ini, pintanya. (Albert Baunsele)

 181 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer