Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Banjarbaru

Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalsel Kembali Gelar Sosialisasi

Published

on

BANJARBARU, suaraborneo.com – Setelah beberapa minggu yang lalu Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sosialisasi dengan kader-kader dari Pimpinan Cabang KMHDI Banjarmasin dan Banjarbaru kini Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Selatan kembali lakukan sosialisasi kepada lembaga-lembaga Hindu yang ada di Kalimantan Selatan.

Lembaga-lembaga Hindu tersebut terdiri dari Pembimbing Masyarakat Hindu (Pembimas), Parisadha Hinda Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), dan Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor).

Dalam sosialisasi itu pun yang menghadiri dari lembaga-lembaga itu pun langsung dari ketua dari setiap lembaga yang sangat mengapresiasi dan mendukung kehadiran Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Selatan.

Tujuan Sosialisasi itu pun tetap sama yaitu menyampaikan gambaran umum mengenai Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Selatan itu seperti apa, tujuan di bentuk, serta arah geraknya nanti.

I Ketut Gunawan selaku koordinator tim khusus pembentukan Bakal Pimpinan Daerah KMHDI Kalimantan Selatan mengatakan tujuan pembentuan Bakal Pimpinan Daerah ini karena di Kalimantan Selatan sendiri ada dua Pimpinan Cabang yaitu di Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Dengan terbentuknya Pimpinan Daerah ini nanti yang di harapkan kedepannya agar arah geraknya itu lebih luas serta lebih berdampak lebih luas untuk umat Hindu yang ada disekitar kita khususnya di Kalimantan Selatan. ”Sama-sama kita ketahui jika hanya ada dua Pimpinan Cabang tetapi ada di luar daerah yang membutuhkan kedua Pimpinan Cabang ini tidak mempunyai power atas itu karena berada di luar jangkauan dari kedua Pimpinan Cabang, siapa bisa tetapi agak susah untuk menjangkau daerah di luar dari kedua Pimpinan Cabang itu. Dari situlah kami dari Pimpinan Cabang Banjarmasin dan Banjarbaru itu inisiatif untuk membentuk yang namanya Pimpinan Daerah agar kita menyentuh yang ada di luar kota” tuturnya.

“Program kerja program kerja ataupun langkah-langkah kami ke depan itu memang lebih fokus kepada pengabdian kepada umat Hindu karena ini merupakan pemikiran kader-kader juga terkait dengan masih banyak daerah-daerah lain yang perlu di perhatikan dan di bantu, ini juga yang melatarbelakangi menjadi esensi atau menjadi eksistensi bahwa mahasiswa arahnya menjadi pelopor agar terciptanya peningkatan SDM Hindu yang berkualitas” tambahnya.

Dalam kesempatan ini pun lembaga-lembaga Hindu yang ada di Kaliamantan Selatan menyampaikan masukan dan pandangannya mengenai Bakal Pimpinan Daerah KMHDI ini. Dari lembaga-lembaga pun sangat mendukung dan antusias dengan adanya Bakal Pimpinan Daerah KMHDI nantinya. Karena lembaga-lemabaga pun sangat merasa dengan adanya dua Pimpinan Cabang yaitu di Banjarmasin dan Banjarbaru itu pun sangat bermamfaat dan sangat membantu lembaga-lembaga sebagai eksekutor di lapangan untuk membantu umat.

“Sebagai bentuk dukungan saya, saya pun menghadiri sosialisasi online ini langsung dari kantor BIMAS Hindu yang mana itu merupakan langkah awal saya untuk nantinya akan mendukung dan terus bersinergi bersama KMHDI untuk kebermamfaatan umat kita khusunya di Kalimantan Selatan” tutur Marcedes selaku Pembimas Hindu

Dalam kesempatan lain I Ketut Artika selaku ketua PHDI Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan pada suaraborneo.com, sudah seharusnya Kalimantan Selatan mempunyai Pimpinan Daerah karena KMHDI ini sudah berdiri sejak 3 September tahun 1993 jadi umurnya sudah menginjak 28 tahun yang mana sudah memasuki usai dewasa sekali jika dilihat dari usia manusia dan juga sudah banyak Pimpinan Daerah yang ada di Indonesia ini yang sudah terbentuk itu artinya Kalimantan Selatan tidak kalah pentingnya walaupun di tahun 2021 ini baru mau membentuk Pimpinan Daerah. “Ketika Pimpinan Daerah Kalimantan Selatan terbentuk otomatis perlu dukungan-dukungan dari masyarakat, dukungan dari agama dan lembaga keagamaan dari pemerintah sehingga kita harus sering komunikasi juga”. Sabtu (09/10).

“Yang pertama Pimpinan Daerah harus dibuat, setelah jadi harus belajar organisasi sebagaimana sistem kemasyarakatan atau anggaran dasar anggaran rumah tangga yang sudah ada dari pusat itu perlu dipelajari kemudian selalu berkoordinasi dan untuk program-program barangkali bisa dibicarakan dan bisa menyesuaikan dengan program kerja dari Pimpinan Pusat itu dan diterjemahkan ke dalam program kerja daerah” tambah Nyoman Suarniki selaku ketua WHDI Provinsi Kalimantan Selatan.

I Made Bagia selaku ketua Puskor Provinsi Kalimantan Selatan juga mengatakan dukungannya dan agar bisa memperbanyak cabang agar di setiap kabupaten atau kota segera di bentuk Pimpinan Cabang untuk mempermudah Pimpinan Daerah nantinya jika sudah terbentuk “jadi alangkah bagusnya Pimpinan Daerah yang mau dibentuk ini berkonsultasi dulu dengan Pimpinan Pusat kira-kira langkah-langkah apa yang perlu ditempuh untuk bisa segera mungkin untuk pembentukan Pimpinan Daerah Provinsi di suatu organisasi adalah yang diharapkan serta lakukan lebih banyak komunikasi dengan tokoh-tokoh Hindu untuk penggemblengan” tutupnya. (hrs-sb)

 73 kali dilihat

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Umum

Populer