Connect with us
FILE-MASAK-LOGO-SB-5

Kaltim

Lahan Tambak Di Kaltara, Gubernur Tidak Lanjuti Yang Belum Sertifikat

Published

on

SAMARINDA, SuaraBorneo.com – Sertifikasi lahan tambak juga menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara. Mengingat masih banyak lahan tambak yang belum bersertifikat.

Untuk itu Gubernur Kaltara, Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum menemui Kepala Kantor Wilayah Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kalimantan Timur, Andi Asnaedi, Kamis (14/10/2021) guna menindaklanjuti kedatangan Wakil Menteri ATR/BPN pada bulan Maret lalu.

“Persoalan tanah menjadi prioritas, salah satunya sertifikasi tambak. Kami terus berupaya menyelesaikannya khususnya mengenai perubahan status lahan tambak yang masuk dalam kawasan hutan agar segera disertifikatkan oleh masyarakat,”terang Gubernur saat berada di Samarinda, Kalimantan Timur.

Karena itu, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan harapan dan solusi kepada pemerintah daerah dan masyarakat dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan agraria di provinsi termuda ini.

Seperti diketahui, Kaltara memiliki luas wilayah 75.467 kilometer persegi yang terdiri atas empat kabupaten dan satu kota. Meliputi 55 kecamatan, 35 kelurahan, dan 447 desa, dengan jumlah penduduk 742.245 jiwa.

“Alhamdulillah kita dibantu Kanwil ATR/BPN Kaltim saat ini sedang gencar-gencarnya melaksanakan pendaftaran sertifikasi lahan masyarakat, dengan harapan ke depannya dapat memberikan ketenangan dan keamanan masyarakat Kaltara,” jelasnya.

Tak hanya itu, sertifikasi lahan masyarakat tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan investasi dan pembangunan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kaltara. Baik ekonomi masyarakat yang berada di wilayah kota maupun desa, sesuai visi Gubernur dan Wakil Gubernur Zainal A.Paliwang-Yansen TP.

Dari pertemuan itu, Gubernur berharap agar status tanah di Kaltara baik milik pemerintah, perusahaan, atau masyarakat memiliki kejelasan status peruntukkan dan kepemilikannya, serta tidak tumpang tindih.

“Hal ini agar dapat mengurangi potensi konflik dan sengketa lahan di Provinsi Kaltara. Kemudian saya juga mengharapkan melalui kegiatan ini tali silaturahmi Pemprov Kaltara dengan Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian ATR/BPN menjadi semakin erat dan kuat,” harap Gubernur.

Seperti diketahui, Wakil Menteri (Wamen) Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Surya Tjandra melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kunker Wamen didampingi oleh anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fernando Sinaga dan Muhammad Idris, beserta Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Asnaedi. (mndd).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kaltim

Hadirkan Ribuan Produk UMKM di Indonesia, Hari ini! Pameran Virtual UMKM Pertamina SMEXPO 2021

Published

on

SAMARINDA, suaraborneo.com – Pertamina SMEXPO 2021 berlangsung hari ini (12/10). Ajang pameran virtual ini bakal diluncurkan bersama Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kalimantan Timur (GBBI Kaltim). Berbagai persiapan telah dilaksanakan dan masyarakat pun dapat segera ambil bagian pada acara tersebut.

Pjs. SVP Corporate Communication & Investor Relations PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, masyarakat dan UMKM umum dapat berpartisipasi pada acara Pertamina SMEXPO 2021 setelah melakukan registrasi pada situs https://smexpo.pertamina.com. “Registrasinya cukup cepat. Tidak sampai lima menit, masyarakat sudah bisa login dan bebas berbelanja,” katanya, Selasa (11/10/2021).

Terdapat dua pilihan registrasi. Yakni sebagai penjual (UMKM) dan sebagai pembeli. Untuk daftar sebagai penjual, UMKM perlu memasukkan informasi terkait usahanya. Mulai dari nama pemilik dan usaha, alamat usaha, nomor ponsel, akun media sosial, jumlah tenaga kerja, omzet, sekilas tentang UMKM dan unggah foto produk. Kemudian membuat kata sandi untuk keamanan akun.

Sedangkan registrasi untuk pembeli lebih sederhana. Tinggal mengisi nama, alamat email, nomor ponsel, dan kata sandi untuk keamanan akun. Kemudian centang pernyataan persetujuan dan terakhir klik “Registrasi Pembeli”. “Akan ada verifikasi ke email yang didaftarkan. Setelah diverifikasi, masyarakat bisa langsung login,” imbuh Fajriyah.

Usai login, masyarakat bisa langsung bertransaksi di booth virtual UMKM peserta PERTAMINA SMEXPO 2021 dan dapat dipilih masyarakat secara bebas. Setelah memilih produk yang diinginkan, pembeli akan diminta mengisi alamat pengiriman dan jenis ekspedisi yang tersedia. “Selesaikan pembayaran dan tunggu barang sampai di rumah,” tuturnya.

Selain itu, pengunjung dapat langsung melakukan pembelian besar melalui fitur Produk Grosir. Pada kategori ini, pengunjung dapat melakukan pembelian dengan harga lebih murah, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Sembari belanja, tersedia beragam acara menarik tersedia dalam event, meliputi coaching session, business matching, SMEXPO Live Show,. Serta menikmati berbagai acara menarik di Pertamina SMEXPO 2021 yang disemarakan oleh artis-artis Indonesia seperti Kunto Adjie, Endank Soekamti, Novia Bachmid” tutur Fajriyah.

Selain melalui situs smexpo.pertamina.com, masyarakat juga dapat mengikuti keseruan acara melalui kanal Youtube Pertamina, BUMN, dan Gen UMKM. Untuk informasi terbaru, masyarakat dapat mengakses media sosial @pertamina dan @gen_umkm. Sebagai informasi, Pertamina juga mengadakan SMEXPO Show Case 2021 yang dilakukan secara offline tanggal 15 – 17 Oktober 2021 di Mall Kota Kasablanka Jakarta. Jadi jangan sampai ketinggalan.

Pertamina SMEXPO 2021, merupakan wujud konsistensi Pertamina dalam menggalakan dan mendukung pertumbuhan ekonomi sesuai dengan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) point 8 yaitu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh serta pekerjaan yang layak untuk semua serta implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. )ad-sb)

 

 

Continue Reading

Kaltim

Mustika Covid Kecamatan, Larang Kegiatan Pasar Malam Digelar Di Pendopo Talisayan

Published

on

TALISAYAN, suaraborneo.com – Camat Talisayan dan Mustika Covid Kecamatan, Melarang adanya kegiatan yang mengakibatkan kerumunan Masyarakat (Pasar Malam) Sabtu 25 September 2021.

Camat Talisayan Mansyur mengatakan, bahwa sesungguhnya mereka ini datang subuh jum’at sebelum aku, ke Tanjung Redeb mengikuti kegiatan. Pulang malam sampai di sini subuh ada Masyarakat melapor bahwa mau ada kegiatan pasar malam kok” bisa di biarkan, sementara ini kita masih mengatasi pandemi Covid, termasuk masih ada Masyarakat kita yang kena Covid .

“Jadi saya bilang kegiatan apa, itu di depan rumah dinas Camat, banyak tenda-tenda. dan aku selesai sholat subuh, saya jalan-jalan memantau ternyata betul adanya. Kalau itu bisa menibulkan kerumunan, sehingga larangan PPKM di abaikan dan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dan saya kordinasi sama Kapolsek, Denramil, Satgas agar segera mengadakan pertemuan, kemarin Jam 2 dan kami mengundang para panitia dari kampung termasuk Kepala Kampung Talisayan.

Dan saya bertanya pada mereka yg Mengizinkan, dan apa tujuanya mereka datang kesini. Dan menurut panitia pelaksana sudah ada kordinasi sama pak Sekcam ,dan di kasih lampu hijau oleh pak Sekcam. Jadi aku Wa Beliau kebetulan Beliau mengarah ke Tanjung, jadi sampai di Tanjung baru Beliau membalas Wa ku. Katanya mukin mereka salah paham apa yg ku ucapkan pada mereka kata pak Sekcam.

Kesimpulan saya selaku penanggung jawab Covid Talisayan, saya Masyur Camat Talisayan, Denramil Pak Basuki , Kapolsek Pak Tarigan, sepakat untuk tidak boleh sama sekali di lanjutkan kegiatan tersebut. yang mendengar panitia pak Sofyan , Pak Jamrah , kepala kampung Talisayan Pak Rachmat Setyawan dan pak Latti sebangai kordinator pedagang. Dan mereka sepakat untuk mereka harus bubar.

Aku di telpon pak Denramil bahwa kenapa belum bubar mereka , justru meraka asik menurunkan barang-barangnya dan siap untuk berjualan. dan kami berkumpul sekarang, tidak ada lagi tawar menawar Ucap Camat Talisayan

Kapten Arh Salamet Basuki menambahkan, disini satgas Covid Talisayan tentunya kita menegakkan aturan, yang sudah di berikan oleh pimpinan kita, yaitu Pemerintah daerah . artinya apa yang dilakukan mereka itu , melanggar aturan PPKM dan kita tidak main-main dalam aturan ini.

“Siapapun yang menyelenggarakan ini kita harus tegas, dan kita bubarkan. dan kita juga sudah mengigatkan kepada mereka, tapi tidak di hiraukan makan kami akan membubarkan secara paksa . Sampai jam 15.00 tidak di buka maka kami yg bongkar,” ucap Denramil Talisayan.

“Jangan kami dari pihak pedagang yang di salahkan, karena kami sudah masuk di semua apatur kampung udah kami temui satu persatu. bahwa untuk mengeluarkan ijin belum bisa tetapi secara lisan di bolehkan, memang ia dari Kepala Kampung , BPK , Pihak Polisi dan pihak Camat. itu semuanya satu suara bahwa untuk mengeluarkan ijin belum bisa tapi untuk secara lisan semua sepakat bahwa kami boleh buka.
Namun protokol kesehatan di penuhi , kami dari pihak pedagang siap itu.

“Jadi saya mohon jangan kami di pojokan, bahwa kami g ijin dari aparatur Kampung setempat, kami bukan orang bodoh masuk di kampung orang tanpa permisi,” pungkas pedagang. (junar)

Continue Reading

Kaltim

Koramil 0902-07/Talisayan Gelar Vaksinasi Tahap 2 Ke Masyarakat

Published

on

TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Masyarakat Kecamatan Talisayan, berbondong-bondong mengikuti vaksinasi tahap 2 yang di selenggarakan oleh Koramil 0902-07/Talisayan di Pendopo Kecamatan, Rabu (22/9/2021).

Kegiatan vaksinasi tahap 2 tersebut di bantu oleh tenaga Nakes Puskesmas , anggota Kodim, anggota Koramil, dan Ketua Rt.

Kapten Arh Salamet Basuki mengatakan, vaksin ini di sediakan oleh Komando atas yaitu Kodim, dan memerintahkan kepada saya, selaku koramil. untuk memberikan vaksin kepada Masyarakat di wilayah Talisayan.

“Dan alhamdulilah target kita 200 orang tercapai , walaupun sampai jam 5 sore. dan mudah-mudahan kedepanya apa bila ada vaksin lagi , saya berharap ke masyarakat lebih antusias, untuk vaksin berikutnya ucap Koramil Talisayan,” ungkapnya.

“Alhamdulilah dengan adanya vaksin ini, saya merasa bersukur bisa mendapatkan vaksin kedua ini. supaya saya sekeluarga terhindar dari virus mematikan ini. dan saya berterima kasih kepada pemerintah, terutama Koramil Talisayan yang menyelenggarakan acara ini,” pungkas selaku Masyarakat. (junar)

Continue Reading

Kaltim

Ciptakan Generasi Qur’ani, Sahabat UAS Kalimantan Dirikan Sekolah Berbasis Qur’an

Published

on

KALTIM, suaraborneo.com – Sejak Senin (6/9) sampai Kamis, (9/9), Ustadz Abdul Somad melaksanakan saferi dakwah di Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur atas jemputan Sahabat UAS Kalimantan.

Kehadiran Ustadz Abdul Somad kali sebagai bentuk dukungan untuk Sahabat UAS Kalimatan yang telah membuat sebuah yayasan pendidikan yakni Yayasan Nurul Azhar Kalimantan.

“Iya, UAS datang ke Kaltim untuk memberi dukungan kepada kami atas terbentuknya Yayasan Nurul Azhar Kalimantan. Dan alhamdulillah, ada jamaah yang berwakaf tanah ke yayasan untuk membuat sekolah qur’an”, jelas Ketua Pembina Yayasan, Ust. Muhammad Hatta.

Dijelaskan Ust Hatta, kehadiran UAS ke Kaltim untuk menyaksikan penyerahan tanah, dan juga melihat langsung keberadaan tanah tersebut.

“UAS menjadi penasehat di yayasan kami,” jelasnya.

Safari dakwah UAS di Kaltim ini juga menepis pemberitaan beberapa media online, yang mengatakan UAS ditangkap, UAS diperiksa polisi, UAS satu sel dengaan penista agama M Kece, dan judul-judul yang menyesatkan lainnya.

Ust Hatta menjelas, kalau dahulu dakwah UAS selalu dalam bentuk tabligh akbar. Tapi sekarang, dakwah yang dianjutkan UAS bukan lagi membuat tabligh akbar, tetapi bagaimana mendirikan rumah quran, SD Quran, SMP Quran dan SMA Quran.

“Kita harus ciptakan generasi masa depan yakni generasi qur’ani. Generasi yang paham dengan agamanya. Demikian yang selalu dipesankan UAS kepada kami,” jelas Hatta. (ad-sb)

Continue Reading

Kaltim

Kondisi Jembatan Talisayan Sangat memprihatinkan, Butuh Penanganan Secepatnya

Published

on

TALISAYAN, SuaraBorneo.com – Jembatan Talisayan butuh perhatian husus, dari Pemerintah Kabupaten hingga pemerintah pusat, Selasa (10/8/2021).

Jembatan Talisayan yang menghubungkan antara kecamatan Talisayan dan kecamatan Biatan hingga ke kabupaten Berau. kondisnya saat ini sudah tadak layak lagi di lewati oleh Masyarakat, di karna sudah keropos semua di bagian bawa rangka dan besinya sudah ada yang patah dan bagian atas jalan sdh lubang.

“Saya selaku Masyarakat Talisayan berharap? kepada pemerintah Kampung, pemerintah Kecamatan agar segera menyampaikan ke pemerintah pusat . Mengenai jembatan yang sudah tidak layak lagi (rusak) agar segera cepat di perbaiki, jangan sampai ada hal-hal yang kita tidak inginkan terjadi, kondisi saat ini di Jembatan sudah keropos, dan sebagian sudah patah dan bagian atasnya sudah berlubang,” ungkap salah satu warga.

“Dan sementara kepala kampung Talisayan, Rachmat Setyawan melalui via telepon mengatakan mengenai Jembatan Talisayan, pada prinsipnya mengenai masalah Jembatan ini, sebenarnya bukan baru, kami sudah lama pusat perhatian kami.

“Kami sudah menyampaikan kepada pemerintah kabupaten, mengenai Jembatan Talisayan ini yang sangat memprihatinkan. Karna masalah jembatan ini bukan rana pemerintah Kampung,” ucapnya.

Adapun informasi yang kami terima dari pemerintah Provinsi, sekitaran bulan Oktober 2021 akan diadakan perbaikan oleh dinas terkait, masalah informasi benar atau tidaknya, kami belum bisa memastikan juga kemasyarakat realisasinya pekerjaan Jembatan ini.

kami berharap adanya realisasi secepatnya, dan saya mengambil keputusan, kalau bulan Oktober, waktunya masih dua bulanan. makanya aku ambil inisiatif, saya akan melakukan tindakan swadaya Masyarakat, dan selanjutnya kami akan mengalihkan jalur arus, mobil-mobil pemuat muatan-muatan berat terutama Cpo , muatan sawit perusahan dan sawit Masyarakat. sampai Jembatan ini selesai di kerjakan dari provinsi ucap Kepala Kampung Talisayan.

“Anggota DPRD Dapil 3, Subroto yang ditemui di kediamanya mengatakan, memang husus Jembatan Talisayan ini sudah cukup lama, dan kita sendiri di lapangan bahwa Jembatan itu sudah jebol kebawah.

walaupun tidak terlalu lebar tapi sangat membahayakan sekali, kalau tidak segera cepat di tangani . dan salah satu catatan bahwa, Jembatan ini adalah akses satu-satunya penghubung antara Kecamatan Biduk-Biduk hingga Kekabupaten Berau dan sebagainya.

walaupun wewenang ada di Provinsi kami selaku Anggota Dewan mewakili Dapil 3, kami sudah suarakan mengenai masalah Jembatan Talisayan ini. Kami minta agar segera di tangani secepatnya, Jembatan ini di kerjakan.

Karna kemungkinan hal-hal yg kita tidak inginkan terjadi , dan Jembatan juga akan merembet ke yang lain, atau membesar di lubang yang di tandai Masyarakat dengan kayu dan kantong plastik.

“Saya sudah sampaikan kepada Ketua DPR Provinsi Drs Makmur H.A.P.K.,M.M. saya Wa Beliau dan sampaikan masalah Jembatan Talisayan ini, meminta turun segera Dinas PU Provinsi untuk kelapangan. dan tidak lama lagi ada anggaran perubahan tahun 2021, dan Jembatan Talisayan ini betul-betul di proritas utama, agar kegiatan-kegiatan Masyarak di pesisir Talisayan tidak terganggu,” pungkas Subroto. (junar)

Continue Reading

Kaltim

Covid-19 Belum Berakhir, Masyarakat Makin Menjerit

Published

on

Catatan : Ketua JMSI Kaltim M.Sukri

Lebih setahun pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Beragam siasat negara, tak cukup ampuh menghentikan ‘tarian’ virus yang pertama kali merebak di Wuhan, China itu. Bukannya berkurang, lonjakan angka Covid makin sulit dibendung.

Akhir Desember 2019, Covid masih ‘berdansa’ di Jakarta dan Bogor, tapi sekarang Covid justru terus berselancar ke pegunungan dan lembah pedalaman.

Terbaru, Covid-19 merenggut nyawa sepasang suami istri di Kampung Linggang Purworejo, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat. Daerah pedalaman berjarak sekitar 9 jam dari ibu kota Kalimantan Timur, Samarinda, Mereka meninggalkan seorang anak bernama Alviano Dava Raharjo atau Vino, bahkan Gubernur Kaltim Isran Noor pun berinisiatif untuk mengadopsi Vino yang kini harus hidup sebatang kara.

Istilah penanganan Covid pun silih berganti. Hampir tak terhitung. Perubahan judul itu setiap hari melintas di ruang pikir rakyat yang kian sesak berkelahi dengan urusan perut mereka.

Karantina, lockdown, local lockdown, PSBB, PPKM, PPKM Mikro, PPKM Mikro Diperketat, PPKM Darurat sampai sekarang diubah lagi menjadi PPKM Level 4.

Sementara dari rumah sakit dan rumah-rumah karantina para tenaga kesehatan, dokter dan perawat mulai kelelahan. Jumlah kasus yang terus melonjak membuat mereka harus mengeluarkan tenaga super ekstra dengan tingkat kehati-hatian yang super ketat. Pasalnya, sudah tidak terhitung tenaga kesehatan yang terpapar dan akhirnya meninggal dunia.

Pemimpin negara tak jarang selisih pendapat di depan rakyat. Koordinator PPKM Darurat Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan misalnya bilang, Covid-19 terkendali. Sementara Si Pemberi Amanah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bilang Covid-19 sudah tidak terkendali sehingga membingungkan rakyat.

Belakangan, Luhut yang juga duduk di kursi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, mengakui keganasan Covid-19.

Secara terbuka dia lalu mengatakan, varian Delta tidak terkendali. Berikutnya, dia meminta masyarakat “paham” upaya keras dari pemerintah untuk menangani pandemi ini. Sehebat apa pun upaya pemerintah, tanpa dukungan masyarakat dan komponen bangsa lainnya, tidak akan maksimal. Kata Luhut.

Berbagai cara sudah dilakukan memang. Baik dalam upaya pencegahan dan penanganan pasien Covid-19, maupun langkah-langkah strategis untuk memulihkan ekonomi nasional yang jungkir balik dihajar Covid.

Mulai memberikan paket sembako Covid yang juga ‘disunat’ sana-sini oleh menteri dari partai penguasa. Ada pula bantuan untuk UMKM, masyarakat miskin, pekerja bergaji di bawah UMP dan segala macam. Tapi rasanya, kehidupan masyarakat tetap saja sulit.

Berbagai kebijakan pemerintah mulai soal protokol kesehatan, vaksin, refocusing anggaran untuk Covid dan segala kebijakan lainnya, ternyata tidak cukup ampuh untuk menghentikan Covid.

Kelompok kritis seperti Fadli Zon berpandangan. Pemerintah salah dalam mendiagnosa pandemi ini. Akibatnya, strategi dan kebijakan yang diambil pun tidak akurat. Hasilnya bisa dilihat secara kasat mata. Angka kasus positif Covid-19 di Indonesia, kian mengkhawatirkan.

Salah satu langkah yang menurut Fadli Zon, tidak tepat adalah ketika Indonesia tidak bisa menghitung betapa rawan pandemi ini hingga urusan pemenuhan oksigen pasien.

Juni lalu misalnya, ketika varian Delta mengamuk di India, hingga rumah sakit di sana lumpuh kekurangan oksigen, Indonesia tanpa banyak analisa mengirimkan berton-ton oksigen ke India. Sebulan kemudian, justru banyak warga Indonesia yang terkapar mati karena rumah sakit sudah kehabisan oksigen.

Maka kritik pun dilancarkan. Penanganan pandemi ini, tidak bisa hanya dipimpin oleh Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi dan Menko Perekonomian. Upaya mengatasi pandemi ini harus langsung dipimpin oleh Presiden Jokowi.

Maka tidak heran, di tengah masih tingginya kasus positif yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai pembatasan, masyarakat hanya bisa mengeluh.

Beragam meme di media sosial pun bermunculan. Salah satunya momen saat Presiden Joko Widodo terlihat duduk di tempat tidur di salah satu rumah sakit. Entah kapan foto itu diambil. Lantas di bawahnya tertulis “Bapak jangan sakit ya, biar rakyat aja yang sakit, kalo bapak yang sakit, siapa dong nyakitin rakyat.”

Tentu ini sindiran yang cukup menyengat Presiden. Jokowi pasti tidak ada sedikit pun niatan menyakiti rakyatnya. Sebaliknya, Presiden pasti punya keinginan besar, mimpi besar dan kerja besar untuk melindungi rakyatnya. Menyehatkan rakyat dan memulihkan kembali ekonomi nasional.

Tapi apakah niat Presiden itu benar-benar diikuti para pembantunya? Nah itu yang sulit diungkapkan dan sulit dibuktikan. Kecuali yang sedang dalam proses hukum untuk korupsi bantuan paket sembako korban Covid yang menyeret Menteri Sosial Jualiari Batubara dari PDIP.

Banyak usaha tutup, berjualan dibatasi, sopir taksi tak dapat penumpang, kuli pelabuhan makin sulit cari rejeki. Rakyat disuruh berdiam diri di rumah tapi pekerja WNA, leluasa masuk seperti di rumah sendiri.

Setujukah anda jika setahun ke depan gaji insentif dan lain-lain hak pejabat, mulai dari Presiden, Menteri dan setingkatnya, serta para kepala daerah, termasuk gaji/honor/tunjangan dan lain-lain pendapatan anggota badan-badan yang digaji negara dipotong untuk rakyat yang sedang menghadapi simalakama antara menghindari sakit dan harus mencari makan.

Para pejabat mungkin masih bisa makan, meski satu atau dua tahun berdiam di rumah, tapi orang-orang kecil yang belum tentu bisa makan dua kali sehari, akan semakin sulit bila tak diurusi oleh negara.

Diagnosa pandemi ini memang harus tepat. Sebab jika tidak, pasti bukan pejabat yang sakit, tapi rakyat. Karena mereka pasti sulit cari makan dan tak punya duit untuk bayar utang.

Rakyat itu tak ubahnya seperti sandal jepit. Jadi kemana pun sang empunya membawa pergi, dia akan setia dan patuh mengikuti sang tuan. Meski harus selalu sakit karena selalu di bawah dan diinjak-injak.

Maka kepada para pemimpin, bahagiakan lah rakyat kalian, jangan sakiti, jangan pula dana bansos dikorupsi, atau sibuk mencari keuntungan gede dengan kekuasaan di tangan di tengah sakit yang sampai hari ini masih dirasakan rakyat yang faktanya semakin sulit mencari makan.

Rakyat sebenarnya sudah muak dengan banyak diskusi, karena mereka hanya butuh eksekusi. Mereka juga akan taat patuh protokol kesehatan dan ikut menyukseskan program vaksinasi agar bisa kembali makan nasi, sehari tiga.(*/ad)

Continue Reading

Kaltim

Belum Ditemukan, ABK Kapal Gamasi 01 Diduga Tenggelam

Published

on

TALISAYAN, suaraborneo.com – ABK kapal Gamasi yang bernama Hendra, umur kira-kira (25) tahun , di duga jatuh dan tenggelam pada hari kamis 1 Juni 2021 dan sampai saat ini belum di temukan.

Dan di dalam pencarian korban yg tenggelam tersebut , di hadiri langsung oleh kapolsek Talisayan, Kepala Kampung Talisayan, Polairud Polres Berau, Polairud Polda, anggota Koramil Talisayan, BPBD Talisayan , Masyarakat Talisayan.

“Polairud polres Berau mengatakan kepada Tim Suara Borneo, senin 05 Juni 2021. mulai ada informasi terjatuhnya Abk Gamasi 01, Dan kami ada enam kapal, menelusuri lokasi yang di perkirakan jatuhnya korban. dan sampai saat ini, sudah hari ke lima terjatuhnya korban, belum ada tanda-tanda keberadaanya.

Kendala-kendala di lokasi karana musim agin selatan dan golombang besar, makanya kami kewalahan dalam pencarian. mulai pagi sampai sore aja, karna kalau malam jarak pandang tidak memukinkan di lanjutkan.
dan saya menghimbau agar nelayan-nelayan menggunakan sefty agar menjaga keselamatan anda
Ucap Agus Supriadi

“Kami berharap salaku teman dan kelurga korban, muda-mudahan korban cepat ketemu dalam keadaan hidup atau sudah meningal . Ucap keluarganya

“Kami sudah turun langsung melakukan pencarian di hari pertama dia jatuh. mulai pagi hingga sore tidak menuai hasil, dan mau masuk malam terpaksa pencarian kita hentikan dulu, karna jarak pandang tidak mendukung.

Dan saya, menghimbau kepada pengusaha kapal mulai kapal kecil hingga kapal besar. tolong di usahakan sefty (pelampunya) supaya tidak terjadi lagi Abk-Abk yg jadi korban tenggelam akibat tidak menggunakan sefty.

Saya berharap korban bisa ditemukan sebelum waktunya di stop pencarian. karna ini ujuk kemanusiaan dan harapan kami, kemunikasi terus berjalan sampai di temukan korban. dan saya berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang terlibat pencarian ini, yang berusaha semaksimal mukin menemukan korban. dan bagi keluarga korban agar bersabar dan perbanyak berdoa agar cepat korban di temukan ucap kepala Kampung Talisayan Rachmat Setyawan. (junar)

Continue Reading

Populer