18 Anggota DPRD Bengkayang Tolak RAPERDA APBD 2022, Buntut Kontra Pinjaman Dana PEN – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

Bengkayang

18 Anggota DPRD Bengkayang Tolak RAPERDA APBD 2022, Buntut Kontra Pinjaman Dana PEN

Published

on

BENGKAYANG, suaraborneo.com – DPRD kabupaten Bengkayang Menggelar Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Terhadap Raperda tentang APBD Kabupaten Bengkayang Tahun Anggaran 2022, Selasa malam (29/11) pukul 19.00 sampai selesai. Paripurna ini sempat berjalan alot dari jadwal yang telah ditentukan atau mundur hingga sekitar 3 jam.

Sidang yang pimpinan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Fransiskus didampingi wakil-wakil ketua, Jonedhi dan Esidorus, serta dihadiri oleh Bupati Bengkayang.

Pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang APBD tahun 2022 kali ini ditolak. Hal tersebut dikarenakan 18 anggota DPRD yang hadir menyatakan menolak Raperda APBD 2022. Sementara yang menerima usulan Raperda tentang APBD 2022 hanya 9 anggota DPRD dari dua fraksi, yakni Gerindra dan Golkar (partai pengusung).

Salah satu alasan Penolakan Raperda APBD oleh DPRD ini tak lepas dari adanya perubahan suku bunga dari Pinjaman PEN yang dianggap berubah dari penyampaian awal eksekutif ke Legislatif.

Setidaknya ada 12 pokok inti dari laporan yang menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan terhadap Raperda APBD, yang sudah melalui tahap-tahap pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kabupaten Bengkayang serta saran dan masukan dari rapat internal dan fraksi-fraksi di Banggar DPRD kabupaten Bengkayang.

Laporan pembahasan Banggar tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Jonedhi dan kemudian dilanjutkan oleh Esidorus. Dalam bacaan keputusan secara bergantian menyatakan menolak Raperda APBD tahun anggaran 2022 dan meminta untuk membatalkan atau menolak dana pinjaman PEN.

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bengkayang Esidorus mengatakan, pimpinan rapat dan Banggar DPRD kabupaten telah memperhatikan dan memperhatikan semua hasil rapat-rapat bersama tim anggaran Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan semua syarat serta masukan dari seluruh fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Bengkayang dalam rapat internal Bengkayang terhadap semua program kegiatan dan kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang, pada Raperda APBD tahun 2022, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut :
Pertama, substansi pada Raperda APBD pada anggaran 2022 Jumlah pendapatan sebesar 1,062 triliun, jumlah belanja sebesar 1,327 triliun, jumlah defisit sebesar Rp 264,9 M, jumlah penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 267,9 M, jumlah pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp .2,9 M, dan jumlah pembiayaan netto sebesar Rp.264,9 M.

Kedua, kebijakan pemerintah Kabupaten Bengkayang Pada pada Raperda APBD Kabupaten Bengkayang Tahun 2022 terdapat program dan dan kegiatan yang dibiayai dari dana yang bersumber dari pinjaman daerah melalui program PEN Kabupaten Bengkayang di PT Sarana Multi Infrastruktur atau PT SMI sebesar 250 miliar dengan bunga sebesar 6,19% satu kalipagu yang dibayar selama 8 tahun sebesar Rp.15,4 miliar rupiah serta tidak dilengkapi dengan dokumen perencanaan berupa kajian akademis.

Ketiga, Pada tanggal 28 Juni 2021 Bupati Bengkayang dengan surat nomor 600/1768/adm. BMB perihal pemberitahuan PEN kepada DPRD Kabupaten Bengkayang tanpa di lampiri usulan program kegiatan yang dibiayai melalui dana pinjaman. Keempat, tanggal 31 Agustus 2021, Kabupaten Bengkayang mengundang dengan surat nomor 172/549/FPB-A perihal undangan rapat meminta penjelasan dan pemaparan terkait dengan pinjaman daerah beserta dengan peruntukan pinjamannya pada rapat tersebut dijelaskan oleh pihak eksekutif terkait dengan suku bunga yang menguntungkan daerah Kabupaten Bengkayang dengan bunga 6,9% satu kali pagu yang dibayar selama 8 tahun sebesar Rp 15,4 miliar rupiah dengan simulasi pembayaran bunga sebesar Rp.2,5 miliar rupiah pertahun termasuk biaya pengelolaan oleh PT SMI.

Kelima, pada tanggal 14 September 2021 DPRD Kabupaten Bengkayang menginisiasi pertemuan secara zoom meeting bersama pihak Kemendagri, Kementerian Keuangan, PT. SMI, dan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang untuk meminta penjelasan mengenai pinjaman daerah melalui PT. SMI, bahwa penjelasan terkait dengan program dan kegiatan yang diusulkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bengkayang yang dibiayai melalui pinjaman daerah yang dimaksud harus dibahas bersama antara eksekutif dan legislatif. Namun kenyataan hal tersebut ditentukan secara sepihak oleh eksekutif.

Keenam, kesepakatan antara eksekutif dan legislatif pada saat KUA dan PPAS serta Raperda APBD perubahan Tahun anggaran 2021, KUA dan PPAS APBD tahun 2022 nota pengantar Bupati terhadap APBD Tahun 2022 pandangan umum fraksi-fraksi jawaban Bupati Bengkayang terhadap pandangan umum fraksi-fraksi, bahwa suku bunga pinjaman adalah sebesar 6,9% satu kali pagu selama 8 tahun. Namun berubah pada saat rapat pembahasan Raperda APBD tahun 2020 pada tanggal 16 November 2021 menjadi 6, 19% dibayar per tahun selama masa pinjaman.

Ketujuh, pada 17 November 2021 DPRD Kabupaten Bengkayang mengundang eksekutif dengan nomor surat 172/778/fpp-a perihal rapat dengar pendapat serta penjelasan terkait dengan bunga pinjaman daerah PEN melalui PT SMI diterangkan oleh wakil Bupati Bengkayang baru mengetahui perubahan simulasi pembayaran bunga pada hari Rabu tanggal 17 November 2021. Delapan, Bahwa perencanaan dan pengawasan kegiatan yang biayanya melalui pinjaman daerah PEN tidak berdasarkan asas efektivitas dan efisiensi dan cenderung tidak prosedural. Sembilan, kajian akademik terkait dengan dampak Pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdapat covid-19 dengan tujuan membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja serta penyerapan tenaga kerja tidak pernah disampaikan kepada lembaga DPRD Kabupaten Bengkayang.

Sepuluh, kebijakan Pemda Kabupaten Bengkayang pada program dan kegiatan yang dibiayai dari dana pinjaman daerah Kabupaten Bengkayang pada PT. SMI sebesar Rp.250 miliar rupiah terkait dengan pembayaran bunga pinjaman DPRD Kabupaten Bengkayang merasa dibohongi dimana pernyataan awal pada APBD perubahan anggaran tahun 2021 bunga sebesar 6,19% atau Rp.15,4 miliar dibayar sekali selama 8 tahun. Namun setelah dilakukan kesepakatan MoU antara Bupati Bengkayang bersama PT. SMI pada tanggal 14 Oktober 2021 bunga pinjaman 6,19% ternyata harus dibayar setiap tahun secara tetap selama jangka waktu 8 tahun sebesar Rp 68,9 miliar, sehingga selisih dengan suku bunga sebesar Rp 53,5 miliar.

Sebelas, Badan anggaran DPRD Kabupaten Bengkayang dengan memperhatikan kemampuan daerah Kabupaten Bengkayang yang tidak memadai untuk membayar bunga pinjaman Pemerintah Kabupaten Bengkayang di PT PSMI sebesar Rp.250 miliar rupiah dengan masa pembayaran selama 8 tahun di setiap batang tubuh Raperda tentang APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2022 dan APBD tahun berikutnya. Terakhir, Banggar menilai kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang pada program dan kegiatan yang dibiayai dari dana PEN Pemerintah Kabupaten Bengkayang pada PT. SMI DPRD Kabupaten Bengkayang melihat dari aspek resiko rawan terjadi penyimpangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan bidang pengawasan yang berpotensi terjadi permasalahan hukum.

“Setelah memperhatikan menimbang mencermati beberapa hal tersebut di atas, maka Banggar DPRD Kabupaten Bengkayang berkesimpulan bahwa pinjaman daerah PEN melalui PT. SMI agar dibatalkan,” tutup Esidorus.

Menanggapi laporan Badan Anggaran DPRD kabupaten Bengkayang, dan tidak disetujuinya Raperda APBD tahun 2022, Bupati Bengkayang Sebastianus kepada awak media berharap, permasalahan tersebut dapat diselesaikan dan pada akhirnya mendapatkan kesepakatan bersama.

Darwis dalam paripurna pengambilan keputusan ini juga sangat menyayangkan belum adanya kesamaan komitmen terkait kebijakan daerah dalam pembahasan anggaran, sehingga tidak dapat disetujui bersama.

Oleh karena itu, Darwis berharap adanya keseriusan Kabupaten Bengkayang untuk dapat kiranya mencari solusi atas perbedaan pandangan dalam menyikapi kebijakan daerah, sehingga dapat disepakati dan disetujui bersama demi kepentingan rakyat dan masyarakat Kabupaten Bengkayang.

“selaku kepala daerah, saya berharap permasalahan ini difasilitasi dan pendampingan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sehingga APBD Tahun anggaran 2022 dapat disetujui bersama dan ditetapkan dengan peraturan daerah,” ucap Bupati.

Darwis menjelaskan, paripurna pengambilan keputusan terhadap Raperda APBD merupakan kelanjutan dari proses penyusunan dan pembahasan Raperda APBD yang telah disampaikan nota keuangan tentang Raperda. Tentu kata Darwis, dalam proses pembahasan telah terjadi dinamika dan berbagai pandangan berbeda terhadap regulasi dan kebijakan yang tertuang dalam Raperda APBD 2022. Oleh sebab itu perlu adanya satu pandangan yang sama, demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bengkayang.

“berbagai perbedaan dan pandangan harusnya dapat diselesaikan bersama sehingga tercipta persepsi yang sama terhadap regulasi dan kebijakan daerah. Namun sangat disayangkan pada hari ini belum adanya kesamaan komitmen terkait kebijakan daerah dalam pembahasan anggaran, sehingga tidak dapat disetujui bersama,” kata Darwis.

Lanjut Darwis, dalam permasalahan ini tentu tetap ada upaya mediasi antar eksekutif dan legislatif. Mediasi bisa difasilitasi oleh Pemprov Kalbar melalui Gubernur. Jika dengan cara itu pun nantinya tetap tidak mendapatkan kesepakatan bersama, maka terpaksa menyusun Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang APBD tahun 2022, yang berdasarkan RPJMD, RKPD dan KUA-PPAS.

Namun lanjutnya, situasi kedepan masih ada rentang waktu selama 15 hari untuk mencari kesepakatan bersama, dengan Gubernur turun tangan memfasilitasi kesepakatan.

“Jika tak terjadi kesepakatan akan ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada),” tegasnya kembali.

Sementara saat ditanyai kaitannya dengan dana PEN, Bupati Darwis memastikan pihaknya tetap akan melanjutkan kerjasama itu demi masyarakat Kabupaten Bengkayang.

“Mengenai suku bunga (menyoal PEN) sudah dihitung oleh Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan. Tak jadi masalah, no problem,” tegasnya.

Sebelumnya disela-sela Rapat, Bupati Bengkayang juga sempat menjelaskan mengenai Rapat Rapipurna tentang Raperda APBD kali ini merupakan kelanjutan dari proses penyusunan dan pembahasan rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2022.

Dimana pada tanggal 1 Oktober 2021 telah disampaikan nota keuangan tentang rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2022. Kemudian pada tanggal 4 Oktober 2021, dilanjutkan dengan rapat paripurna pemandangan umum fraksi-fraksi kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna jawaban Bupati atas pemandangan umum terhadap fraksi-fraksi.

“Dilanjutkan pada tanggal 11 Oktober 2021 dengan pembahasan bersama antara badan anggaran dan tim anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

“Dalam proses pembahasan, saya yakin telah terjadi dinamika dan berbagai pandangan berbeda terhadap regulasi dan kebijakan yang tertuang dalam rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun anggaran 2022. Oleh sebab itu perlu adanya satu pandangan yang sama, demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bengkayang,” terangnya.

Dia menuturkan, berbagai perbedaan dan pandangan harusnya dapat diselesaikan bersama sehingga tercipta persepsi yang sama terhadap regulasi dan kebijakan daerah.

“Namun Sangat disayangkan pada hari ini belum adanya kesamaan komitmen terkait kebijakan daerah dalam pembahasan anggaran. Sehingga tidak dapat disetujui bersama. Oleh karena itu dalam kesempatan ini saya mengharapkan keseriusan bersama untuk dapat mencari solusi atas perbedaan pandangan dalam menyikapi kebijakan daerah sehingga dapat disepakati dan disetujui bersama demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bengkayang,” paparnya.

Darwis juga berharap agar permasalahan ini nantinya dapat difasilitasi dan pendampingan dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Sehingga APBD Tahun anggaran 2022 dapat disetujui bersama dan ditetapkan dengan peraturan daerah.

Kendati demikian, dia kembali mengingatkan apabila berbagai upaya yang akan dilakukan bersama baik melalui diskusi, mediasi, dan fasilitasi dari pemerintah yang lebih tinggi tidak dapat titik temu, maka dengan terpaksa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yakni Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia nomor 77 tahun 2020 tentang pedoman teknis pengelolaan keuangan daerah, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2021 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun anggaran 2022.

“Selaku kepala daerah, saya harus menyusun rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD Tahun anggaran 2022 dengan berpedoman kepada RPJMD, RKPD, KUA, serta PPAS,” jelasnya.

Meski Rancangan APBD tahun anggaran 2022 tidak dapat disetujui bersama, Bupati Darwis tetap mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang terhormat, karena telah menyelesaikan pembahasan rancangan APBD Tahun anggaran 2022. Khususnya telah menyepakati KUA-PPAS Tahun anggaran 2022.

“Maka sesuai dengan ketentuan dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun anggaran 2022, maka untuk memperoleh pengesahan rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD beserta lampirannya akan disampaikan paling lambat 15 hari,” ungkapnya.

“Terhitung sejak DPRD tidak mengambil keputusan bersama dengan kepala daerah terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD, selanjutnya apabila dalam batas waktu 30 hari Gubernur sebagai Wakil pemerintah pusat tidak mengesahkan rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD, Kepala Daerah menetapkan rancangan peraturan kepala daerah tentang APBD menjadi Peraturan Kepala Daerah tentang APBD Tahun anggaran 2022,” timpalnya.

Lebih jauh Bupati juga mengingatkan, seluruh kepala OPD bahwa pada saat ini sudah memasuki hari terakhir bulan November 2021. Dengan demikian, sambungnya, sisa waktu untuk melaksanakan kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD Tahun anggaran 2021, efektifnya hanya kurang lebih tiga pekan lagi.

Dengan demikian, dia meminta kepada setiap kepala OPD untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan, sehingga rencana belanja yang telah dianggarkan dapat diselesaikan tepat waktu dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya juga meminta agar seluruh kepala OPD dan jajaran untuk dapat memaksimalkan sisa waktu yang ada guna memacu penyerapan anggaran baik fisik maupun keuangan. Sehingga pada akhir tahun anggaran 2021 ini, penyerapan anggaran dapat dilaksanakan secara maksimal,” pesannya.

“Pada kesempatan yang baik ini juga perlu saya sampaikan dan tegaskan kepada seluruh kepala UPTD untuk tetap berhati-hati dalam menggunakan dan mempertanggungjawabkan anggaran,” tutup Darwis.

PEN tetap Berjalan

Ketua DPRD kabupaten Bengkayang, Fransiskus usai rapat kepada awek media menyatakan, penolakan terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2021 oleh anggota DPRD merupakan hak politik, sehingga proses dan keputusan tetap dihargai. Ia menjelaskan, dari 27 Anggota DPRD yang hadir, ada 18 menolak dan 9 menyetujui.

“Sesuai dengan kehadiran anggota DPRD sudah memenuhi ketentuan. Ketika Pimpinan menanyakan persetujuan itu, yang setuju hanya 9 orang selebihnya menolak. Itu hak politik ya, jadi kita menghargai itu,” ucap Fran.

Terkait penolakan DPRD akan Raperda APBD tersebut masih memiliki kesempatan untuk mediasi. Nantinya kata Fran, pimpinan DPRD bersama kepala daerah akan di mediasi oleh Gubernur Kalbar. Jika mediasi yang akan dilakukan nantinya tidak mencapai kesepakatan tentu akan dilakukan Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Masih ada tahapan, hari ini tahapan final tapi nanti kita dimediasi oleh gubernur pasti akan ditanya alasannya,” ucap Fran.

“Sekali lagi, terkait dengan menolak dan tidak menolak merupakan hak politik masing-masing. Sebagai pimpinan partai pendukung di Bengkayang, apapun program yang disampaikan Bupati tentu yang berpihak pada masyarakat kami mendukung. Kalau tidka berpihak pada masyarakat tetap kami menolak walaupun kami partai pendukung,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait dengan adanya permintaan batalnya PEN, Fran menjelaskan program PEN tetap berjalan karena sudah ditetapkan dalam APBD perubahan, bukan APBD murni.

” Tadi yang dipersoalkan teman-teman ialah suku bunganya yang ada selisih. Tapi kami sudah konsultasi dengan pemerintahan yang lebih tinggi BKD provinsi dan BPK RI Provinsi Kalbar. Sehingga pelaksanaan dari program PEN tetap berjalan, karena bukan masuk dalam APBD murni,” tegas Fran. (rbn)

Bengkayang

Komisi III DPRD Bengkayang Sidak SMPN 4 Tak Punyai Gedung Sekolah

Published

on

Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya. (Foto/Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang melalui Komisi III bidang kesehatan dan pendidikan melakukan sidak SMPN 4 Bengkayang yang tak mempunyai gedung sekolah permanen sejak dibuka tahun 2020 silam.

Sidak tersebut pun dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD, Jonedhi dan didampingi oleh Ketua Komisi III, Martinus Khiu berserta anggota komisi lainnya, Kamis (4/8/22).

Diketahui pula sidak tersebut dilakukan Komisi III DPRD Kabupaten Bengkayang untuk memastikan informasi bahwa sekolah SMPN 4 berpindah lokasi bahkan harus melakukan belajar mengajar dilantai kelas, akibat jumlah kursi dan meja yang tak memadai.

Terlihat satu persatu ruangan yang ditumpangi SMPN 4 Bengkayang di Sekolah Swasta SMAK ditinjau.

Mereka pun menyapa anak-anak yang belajar di lantai, yang tak beralas apapun, hanya ditemani buku dan alat tulis belajar.

Siswa-siswi SMPN 4 pun terlihat riang gembira, dalam benaknya setelah dilakukan peninjauan, gedung permanen dan sarana-prasarana seperti kursi dan meja, bakal ia dapatkan, sehingga dapat belajar dengan penuh konsentrasi.

Selepas meninjau lokasi SMPN 4, Wakil Ketua DPRD, selaku koordinator Komisi III, Jonedhi menyebut, ia sebagai wakil rakyat akan mengawal dan menindaklanjuti keluhan orang tua siswa dan pihak sekolah kepada pemerintah terkait realisasi gedung permanen SMPN 4 dan sarana-prasarana penunjang pembelajaran.

“Pertemuan kita hari ini untuk memastikan kondisi dan keluhan pihak sekolah dan siswa yang beberapa hari ini viral di media,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III, Martinus Khiu mengutarakan, pihaknya dalam waktu dekat akan mencarikan solusi terbaik, salah satunya dengan melakukan rapat dengan pihak dinas terkait, untuk menyelesaikan persoalan pendidikan yang dinilainya sangat riskan.

“Kita akan mencari solusi, saya sedih dan kasian, melihat kondisi di SMKN 4 ini,” timpalnya.

Martinus memastikan, pihaknya selaku Komisi III bidang pendidikan dan kesehatan akan terus menindaklanjuti permasalahan tersebut hingga direspon pemerintah dan segera dapat mengucurkan anggaran untuk merealisasikan pembangunannya.

Kepala Sekolah, SMKN 4 Bengkayang, Yulius mengungkapkan terimakasih kepada DPRD Kabupaten Bengkayang yang telah berkunjung melihat kondisi sekolah yang ia pimpin.

Ia berharap, sejak tiga tahun terakhir, harapan para guru dan murid dapat dibantu oleh wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah.

“Kita ucapkan terimakasih telah datang, dan meninjau ke SMPN 4. Semoga kedepan dapat dibantu dan disuarakan kepada pemerintah,” tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

1.120 Peserta Atlet Karate Ikuti Turnamen di Kabupaten Bengkayang

Published

on

Open Turnamen Karate Se-kalimantan barat di kabupaten Bengkayang. (Foto : Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo.com – Sebanyak 1.120 Peserta Atlet karate Se Kalimantan Barat Mengikuti Open Turnamen Bengkayang Cup yang di buka dihalaman Kantor Bupati Bengkayang, Rabu (27/7).

Open Turnamen Bengkayang Cup di buka langsung Wakil Bupati Bengkayang Syamsul Rizal.

Turnamen kali ini, diikuti 14 kabupaten kota di Kalimantan Barat, dan terdiri dari 1.120 peserta.

Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia kabupaten Bengkayang, Rudi menyampaikan, open turnamen karate adalah ajang silahturahmi penggiat dan penggerak olahraga Karate. Sekaligus menjadi ajang menjaring anak-anak dan kaum muda yang berprestasi di olahraga karate.

“Untuk mempromosikan olahraga karate dikalangan anak muda melalui Open Turnamen, yang nantinya di persiapkan menjadi atlet karate yang hebat,” ungkap Rudi dalam pembukaan turnamen tersebut.

Rudi berharap karate lewat Open turnamen Bengkayang Cup mampu menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi serta dapat menumbuhkan semangat untuk kemajuan di cabang olah raga karate di Bengkayang, dan Kalbar pada umumnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal menyampaikan, Bengkayang Cup Karate Open Turnamen se-kalimantan Barat akan merebutkan piaya bergilir Bupati Bengkayang tahun 2022. Wabup Rizal juga mengapresiasi seluruh kesiapan panitia pelaksana dan para atlet yang terlibat.

“Mari Kita jadikan turnamen ini sebagai ajang untuk meningkatkan silahturahmi para pecinta karate, dan mencari bibit bibit atlet karate yang handal dan tangguh siap memajukan perkembangan olah raga karate,” ucap Rizal.

Kata Rizal , selama berlangsungnya Open Turnamen seluruh peserta turnamen harus mengedepankan sportivitas tinggi dan menerima baik itu menang dan kalah setiap pertandingan.

“Turnamen ini tentu ada yang menang dan kalah kita harap bisa saling menerima, raihkan kemenangan dan prestasi serta junjung tinggi sportivitas,” pesan Wabup.

Selain itu, Wabup Rizal juga menyatakan, open turnamen piala bergilir Bupati Bengkayang ini juga sebagai pemanasan awal dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalbar (Porprov) mendatang.
Disela-sela wawancara Wabup juga mempromosikan objek wisata yang da di kabupaten Bengkayang.

“Manfaat kan lah objek wisata yang ada, agar Bengkayang bih dikenal,” pungkasnya.

Wabup juga mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan selama bertanding. Ia pun berpesan, jika nantinya terdapat kesalahpahaman dan hal lainnya dapat diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan.

Ketua KONI kabupaten Bengkayang, Mardiansyah Herman mengapresiasi pengurus Forki dan semua pengurus perguruan karate di Bengkayang yang telah melaksanakan kegiatan ini. Menurut Herman, KONI sendiri mendukung penuh kegiatan yang berlangsung dengan sejumlah Fasilitas seperti menyiapkan mobil angkut baik untuk pelatih, peserta atlet, official yang ikut dalam turnamen ini.

“Kita harap, enam perguruan yang ikut turnamen bisa bersaing dan dari turnamen ini akan dipersiapkan Porprov Kalbar mendatang,” pungkasnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, Jabat Kapolres Bengkayang

Published

on

AKBP Dr Bayu Suseno Kapolres Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, Suaraborneo. com – Setelah sebelumnya melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Polda Kalbar, kini AKBP Dr. Bayu Suseno resmi menjabat sebagai Kapolres Bengkayang yang baru.

Kedatangan Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno disambut dengan tradisi adat pemotongan tebu serta jajar kehormatan dari personel Polres Bengkayang, Rabu (13/07/22).

Tarian penyambutan dari Sanggar Pabayo Tarigas Bengkayang juga turut mengiringi masuknya Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno untuk pertama kali ke Mapolres Bengkayang.

Setelah bersalaman dan berkenalan dengan para Pejabat Utama Polres Bengkayang, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno bersama AKBP Arif Agung Winarto memberikan arahan kepada seluruh personel Polres Bengkayang.

Kepada seluruh personel Polres Bengkayang AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak terima kasih dari masuk hingga akhir penugasan sebagai Kapolres berjalan dengan baik.

“Saya AKBP Arif Agung Winarto mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena perjalanan saya dari awal masuk sebagai Kapolres hingga akhir penugasan dibantu oleh rekan-rekan semua baik perwira, bintara maupun PNS sehingga saya dapat menjalankan tugas sebagai Kapolres selama 11 bulan 10 hari berjalan dengan baik”, kata AKBP Arif Agung Winarto.

“Selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang, semua permasalahan, semua kegiatan baik opsnal maupun pembinaan. Saya ucapkan terima kasih selama saya disini situasi kamtibmas cukup kondusif, pelanggaran-pelanggaran bisa kita minimalisir sehingga satuan ini tidak mendapat teguran dari satuan atas”, tambahnya.

Terakhir, AKBP Arif Agung Winarto memohon maaf apabila ada kesalahan selama bertugas sebagai Kapolres Bengkayang.

“Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama pribadi maupun keluarga apabila ada kesalahan sengaja maupun tidak sengaja. Semaksimal mungkin saya melaksanakan tugas sebagai Kapolres melakukan dengan adil, tetapi manusia dalam memberikan suatu rasa adil tidaklah sempurna kecuali tuhan yang maha esa. Saya mohon maaf apabila kebijakan saya tidak sesuai yang diharapkan rekan-rekan”, tutup AKBP Arif Agung Winarto.

Sementara itu, Kapolres Bengkayang AKBP Dr. Bayu Suseno mengapresiasi kegiatan penyambutan yang dilakukan dan memohon dukungan dan kerjasama untuk bekerja lebih baik lagi.

“Saya mengapresiasi kepada pak Arif Agung atas acara yang dilaksanakan hari ini mulai dari gerbang hingga kita berdiri diatas mimbar. Terima kasih atas, semoga kedepan kami dan keluarga mendapatkan dukungan, support, kerjasama dari rekan-rekan sekalian”, katanya.

“Kami akan melanjutkan kebijakan, pembangunan-pembangunan, apabila ada yang akan diperbaiki akan kita perbaiki sama-sama sehingga satuan ini yang terdiri dari sub-sub sistem dapat bekerja dengan lebih baik lagi”, tutupnya.

Untuk diketahui bahwa AKBP Dr. Bayu Suseno sebelum menjabat Kapolres Bengkayang adalah Danyon B Satbrimob Polda Kalbar, sementara itu AKBP Arif Agung Winarto mendapat jabatan baru sebagai Wadansatbrimob Polda Jateng. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Masyarakat Bengkayang Diminta Lestarikan Terus Adat dan Budaya Leluhur

Published

on

Event budaya dan adat Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Masyarakat Kabupaten Bengkayang diminta untuk terus melestarikan tradisi budaya dan adat leluhur.

Hal tersebut disampaikan langsung Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dalam sambutannya pada event budaya dan adat Barape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang. Senin (4/7/2022).

“Masyarakat dan kita semua harus menjaga adat tradisi leluhur agar selalu dilestarikan dan tak tergerus oleh perkembangan jaman,”timpalnya disela-sela sambutan.

Ia juga menginginkan, masyarakat dapat mengekspresikan tatanan tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur, salah satunya dengan kegiatan Barape’ Sawa’ saat ini.

Moderenisasi yang terus berkembang diharapkannya juga tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Kata Bupati Darwis, pihaknya terus mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam hal melestarikan budaya dan tradisi adat di Kabupaten Bengkayang.

Untuk, itu ia terus mengimbau agar masyarakat memiliki rasa kecintaan yang besar terhadap adat dan budaya, sehingga tak melupakan budaya asli lokal dan terpengaruh dengan budaya lainnya, yang dapat merusak generasi dan moral bangsa.

“Semoga kegiatan event budaya Berape’Sawa’ini juga dijadikan momentum bagi masyarakat untuk mengambil peran membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan ditengah-tengah keberagaman adat istiadat, budaya dan agama,”tutupnya. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Ribuan Masyarakat Padati Event Adat Budaya Berape’ Sawa’ ke-8 di Ramin Bantang Bengkayang

Published

on

Pergelaran event budaya Barape' Sawa' ke-8. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Ribuan masyarakat dan wisatawan padati rumah adat Dayak atau Ramin Bantang menyaksikan pergelaran event budaya Barape’ Sawa’ ke-8, Senin (4/7/2022). Sore.

Para wisatawan dan masyarakat Bengkayang itu pun tampak antusias, menyaksikan pembukaan gelaran event adat dan budaya tahunan di Ramin Bantang.

Satu persatu pengunjung mengenakan baju adat khas Dayak bewarna merah lengkap dengan aksesoris beriringan menuju halaman Rumah Ramin Bantang yang telah disediakan oleh panitia.

Terlihat, beberapa stand dan spot-spot tenda pun dipenuhi pengunjung, merah, pekat dan bersorak.

Pasalnya, event adat dan budaya Berape’ Sawa’ sendiri telah hampir 2 tahun vakum, terhenti akibat Pandemi Covid-19.

Salah satu pengunjung, Hengky mengatakan, sangat senang dan bangga kegiatan adat budaya tahunan ini dapat diselenggarakan kembali oleh pemerintah dan stakeholder lainnya.

Sebab, ia merindukan acara Berape’ Sawa’ yang meriah ini diselenggarakan setiap tahunnya.

“Saya sangat senang dan antusias, akhirnya Berape’ Sawa’ yang ke-8 diselenggarakan kembali,”ungkapnya kepada Inside.

Hengky menginginkan, kegiatan event budaya terbesar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rundown acara yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Ketua Panitia kegiatan tersebut, Yulianus mengatakan, kegiatan event budaya Berape’ Sawa’ saat ini merupakan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya dan adat, dengan simbol berakhir musim tanam padi dan melanjutkan dengan musim tanam padi baru kedepannya.

“Tujuannya adalah dengan adanya keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat Dayak Bekatik di Kabupaten Bengkayang, terhadap musim tanam padi,”imbuhnya.

Yulianus melanjutkan, selain menjadi simbol budaya berakhir musim tanam padi, event budaya dan adat ini juga diharapkannya dapat memperkenalkan sikap toleransi pada semua suku di Kabupaten Bengkayang, serta memperkenalkan permainan khas rakyat agar selalu eksistensi.

“Bahkan, sebagai upaya menggali potensi wisata daerah, khususnya wisata adat dan budaya,”paparnya.

Kemudian, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan,

Kemudian, diwaktu yang sama pula, Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis juga mengatakan, moderenisasi yang terus berkembang diharapkan tak menjadi penghalang, namun menjadi sinergi dalam kreasi dan kelestarian budaya leluhur.

Upaya dalam mempertahankan tradisi tersebut dituangkan dalam suatu agenda di Kabupaten Bengkayang yaitu yang dikenal dengan istilah Berape’ Sawa’.

Bupati Darwis, menegaskan tradisi budaya Berape’ Sawa’ merupakan tradisi suku Dayak Bekatik mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan, kepada Jubatta yang telah memberikan panen pada musim tanam sebelumnya.

“Tradisi ini menandai akan dimulainya musim tanam atau berladang. Sehingga setelah acara ini masyarakat akan mulai membuka lahan untuk kegiatan berladang. Dengan kata lain bahwa Berape’ Sawa’.

Ia pun berharap, dengan adanya gelaran event budaya dan adat terbesar di Kabupaten Bengkayang ini, akan membangkitkan semangat parawisata di Kabupaten Bengkayang kedepannya.

“Kita dukung agenda atau event berikutnya, sehingga banyak orang datang ke Bengkayang untuk berwisata,”pungkasnya.

Diketahui, kegiatan event budaya dan adat Berape’ Sawa’ yang ke 8 ini, dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 Juli 2022, yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari ritual adat, perlombaan permainan rakyat, karnaval budaya, pentas seni, hingga hiburan musik lainnya.

Kegiatan itu pun diramaikan dengan kontingen dari 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Lembah Bawang, Sungai Betung, Bengkayang, Teriak, Lumar, Suti Semarang, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas, Samalantan dan Jagoi Babang. (Rbn)

Continue Reading

Bengkayang

Kominfo Bengkayang Tunggu Giliran Pendistribusian Alat Konversi Siaran TV Analog STB

Published

on

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan akan mengawal proses pembagian Set Top BOx (STB) gratis untuk masyarakat kurang mampu di Kabupaten Bengkayang.

Pembagian alat konversi siaran tv analog ke siaran digital tersebut, merupakan program dari Kementerian Kominfo menjelang Analog Switch Off (ASO) migrasi siaran TV analog ke digital.

Elisabeth Pondok, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Informasi Publik Kominfo Kabupaten Bengkayang mengatakan, untuk Kabupaten Bengkayang sendiri belum mendapatkan giliran pendistribusian STB tersebut kepada masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut saat ini di Kalbar yang baru menjalan pendistribusian STB pada periode pertama yaitu di Kota Pontianak, dan Kabupaten Kubu Raya.

“Di Kabupaten Bengkayang kemungkinan mendapatkan jatah di periode ketiga,”ungkap Elisabeth, Jumat (17/6/2022).

Elisabeth menegaskan, untuk menyambut kebijakan Kementerian dalam perpindahan saluran TV analog ke digital, pihaknya sudah melakukan persiapan.

Salah satu persiapan tersebut dengan melakukan sosialisasi, dan koordinasi dengan dinas terkait dalam penerapan dan realisasi perpindahan saluran tv tersebut.

“Kominfo sebagai pengawas dan pendampingan dalam hal ini sudah melakukan upaya sosialisasi lewat media, dan melakukan koordinasi dengan dinas sosial terkait sasaran pembagian STB,”paparnya.

Ia menuturkan, perihal pendistribusian STB secara gratis tersebut adalah kewenangan Dinas sosial sebagai dinas yang memiliki data masyarakat kurang dan memiliki data kategori yang pantas mendapatkan STB gratis dari kementerian.

“Kita akan terus koordinasi, agar pendistribusian ini tepat sasaran,”katanya.

Elisabeth pun menambahkan, pihaknya siap dan akan terus mengawal proses dan alur migrasinya TV analog ke digital di Kabupaten Bengkayang agar berjalan dengan baik.

“Kita tunggu saja, yang pasti akan kita kawal karena instruksi dari kementerian,”timpalnya.

Diketahui, proses pembagian STB gratis oleh Kementerian Kominfo disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Untuk penerima bantuan STB adalah warga kurang mampu atau rumah tangga miskin yang masuk dalam daftar DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos.

Persyaratannya, penerima bantuan STB gratis wajib memiliki televisi analog, berada pada cakupan wilayah layanan siaran TV digital terestrial, bersedia menerima bantuan, dan satu rumah tangga kurang mampu hanya menerima satu STB. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

PD Aman Bengkayang Serahkan Peta Wilayah Adat Di Desa Sekaruh dan Temia Sio

Published

on

Penyerahan peta partisipatif kepada masyarakat desa Sekaruh. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Aliansi Masyarakat Adat (Aman) Bengkayang kembali menyerahkan Peta wilayah adat di dua desa di kecamatan teriak kabupaten Bengkayang, Senin (13/6).

Dua desa yang menerima peta wilayah adat yakni Desa sekaruh dan desa Temia sio. Untuk desa Temia sio di serahkan pada tanggal 10 Juni 2022.

Peta wilayah adat yang di serahkn merupakan hasil pemetaan partisipatif di lakukan langsung oleh seluruh masyarakat di masing-masing desa tersebut tahun 2020 lalu

Di dampingi langsung oleh lembaga Aliansi masyarakat adat Nusantara Bengkayang

Penyerahan peta pada 13 Juni 2022 di saksikan pemerintah kecamatan teriak, seluruh masyarakat tokoh adat, BPD, pemuda, tokoh perempuan.

Kepala desa sekaruh Petrus sidik mengaku bersyukur wilayah adat desa Sekaruh mendapat bantuan langsung dari lembaga tersebut

“Atas pemetaan yang di lakukan pendampingan oleh Aman terhadap wilayah, saya selaku kades berterima kasih,karna peta ini sangat penting kemudian akan di usulkan menjadi peta desa,” ungkap Kades sekaruh

Sementara koordinator pemetaan wilayah adat dari aliansi masyarakat Adat Nusantara Bengkayang , Ignasius prianto mengatakan pemetaan di lakukan dalam rangka memperjelas status luas wilayah adat desa sekaruh dan desa Temia sio.

“Sebelum di lakukan penyerahan peta ,kita sudah melakukan beberapa tahapan pendamping mulai musyawarah adat tapal batas, pelatihan menggunakan GPS dan cara pengambilan titik koordinat kepada masyarakat sesuai batas yang sudah di sepakati lalu di lanjutkan pengambilan titik koordinat kemudian pengolahan data menjadi peta sehingga di lakukan penyerahan peta,” ungkapnya.

Koordinator pemetaan wilayah adat dari pengurus daerah (PD) aman Bengkayang prianto menjelaskan peta sangat penting untuk mengetahui luasan wilayah dan status wilayah adat di suatu komunitas adat.

“Saat ini masyarakat adat sudah mengetahui luasan wilayah adat nya setelah di lakukan pemetaan secara partisipatif,” jelas Prianto.

Prianto berharap Peta yang sudah ada bisa di manfaatkan sebagai mana mestinya oleh pihak desa maupun masyarakat. (rbn)

Continue Reading

Bengkayang

FPMKB Yogjakarta Se-kalimantan Gelar Turnamen Futsal

Published

on

Foto bersama Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang gelar Futsal FPMKB di Lapangan putsal Planet Yogjakarta. (Foto: Ist)

YOGJAKARTA, SuaraBorneo.com – Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang (FPMKB) Yogjakarta Menggelar Turnamen Futsal FPMKB CUP II Se-kalimantan di lapangan Futsal planet Yogjakarta, Sabtu (04/6/2022) lalu.

Turnamen Futsal FPMKB Cup II ,ini Latar belakangi II dalam rangka menjalin silahturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan sesama mahasiswa Kalimantan di Yogyakarta.

“ Turnamen Futsal FPMKB secara khusus untuk menyatukan kembali seluruh mahasiswa kabupaten Bengkayang, membangkitkan semangat dan menghidupkan kembali dinamika mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta ” Ungkap ronaldus Budi Talino Panitia FPMKB Cup II

beberapa tahun terakhir Turnamen Futsal FPMKB sempat terhenti karena Terjadi Wabah pandemi Covid-19.

“Acara ini akan menjadi batu loncatan untuk mahasiswa kabupaten Bengkayang di Yogyakarta agar lebih aktif dan progresif ke depannya, saling berkerjasama, bahu membahu untuk memberi kontribusi nyata kepada Kabupaten Bengkayang saat ini dan saat yang akan datang,” terang Ronaldus Budi Talino

Panitia Turnamen Futsal Forum Pelajar Mahasiswa Kabupaten Bengkayang juga mengucapkan terimaksih dan Apresiasi kepada para Alumni FPMKB Yogyakarta, Sponsoprship dan semua pihak yang telah berkontribusi serta mendukung acara turnamen Futsal FPMKB CUP II baik dukungan secara moril maupun materil. (R)

Continue Reading

Bengkayang

Gairah Olahraga Futsal di Bengkayang Kembali Bergeliat

Published

on

Turnamen AFK U-30 Futsal Bengkayang kembali digelar. (Foto: Ist) 

BENGKAYANG, suaraborneo.com – Sempat terhenti akibat melonjaknya kasus Covid-19 pada akhir tahun 2022 lalu, kini semangat dan gairah Olahraga di Kabupaten Bengkayang kembali bergeliat, salah satunya adalah olahraga futsal.

Saat ini, berbagai ajang turnamen tengah bergulir dan kembali diselenggarakan oleh Asosiasi Futsal Kabupaten, mulai dari usia 21 tahun hingga usia 30 tahun.

Salah satu peserta, turnamen AFK U-30, Adrianus Riadi (40 th) menilai, bergeliatnya olahraga saat ini di Bengkayang sangat baik dan harus terus dilakukan oleh pihak terkait dan masyarakat.

Pasalnya, ia menyebut meski Pandemi Covid-19 telah landai, menjaga kebugaran tubuh harus dilakukan setiap individu, agar Herd Immunity terus meningkat.

“Kita harap olahraga di Kabupaten Bengkayang ini semakin berkembang dan bergelora,”ungkap Riadi.

Capten Tim Futsal Blokchain tersebut pun menginginkan kedepannya adanya turnamen-turnamen futsal yang digelar asosiasi maupun pihak swasta, agar para bibit-bibit muda, khususnya di wilayah perbatasan dapat dilihat potensinya dan terwadahi, serta dapat mengharumkan nama Bengkayang di event bergengsi.

“Semoga KONI dan Asosiasi dapat melihat prospek kedepannya, agar bibit muda dapat ditingkatkan melalui turnamen dan event-event yang digelar,”tambahnya. (R)

Continue Reading

Umum

Populer