Ketua LP KPK Lampung dan LSM Topan RI  Way Kanan Menduga CV Arka Karya Kerjakan Rehab Jalan Ruas Simpang 4 Kasui (Link 074) Asal-asalan – SuaraBorneo.com
Connect with us
FILE-MASAK-15 IK-AN-1A

KrimHum

Ketua LP KPK Lampung dan LSM Topan RI  Way Kanan Menduga CV Arka Karya Kerjakan Rehab Jalan Ruas Simpang 4 Kasui (Link 074) Asal-asalan

Published

on

WAY KANAN, suaraborneo.com – Terbukti dibeberapa titik telah mengalami kerusakan, belum selasai Provisional Hand Over (PHO) yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Proyek dengan sumber dana ABPD Provinsi Lampung sebesar Rp 1.617.852.000, ditakutkan hanya menjadi Bancakan bagi mereka – mereka saja yang perut gendutnya.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Topan RI Way Kanan Nur, saat melaksanakan jumpa pers, bertempat di Kesekretariatan Topan RI Way Kanan, Jum’at (10/12).

Ditambahkan olehnya, pembangunan rambat beton nya diduga tidak sesuai dengan standar beton k225. Dimana saat ini terlihat di dalam pelaksaan proyek tersebut banyak mengalami kerusakan dan mengalami keretakan di beberapa tempat.

“Untuk itu hendaknya  rekananan dalam mengerjakan proyek tersebut harus profesional, sebagai perwakilan dari masyarakat pekerjaan tersebut lebih maksimal,” kata Nur.

Dalam mencari keuntungan, hendaknya pihak rekanan dalam pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan dan RAB, sehingga  hasil maksimal, dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Saat dihubungi Via Handphone, pihak Terkait pekerjaan rehabilitas jalan yang ada di Kampung Gistang menjelaskan, bahwa selama dalam pengerjaannya, telah diawasi oleh konsultan tenaga ahli dan orang yang berkompeten di bidangnya,

“Terkait dengan keluhan dari masyarakat perlu dikaji lagi,
bagaimana bisa narasumber itu bisa menyimpulkan begitu, dari mana penelitian narasumber tersebut,” katanya.

Namun saat di singgung adanya beberapa titik pekerjaan yang ada mengalami kerusakan dirinya mengatakan.

“Akan kami rangkum dahulu semuanya, itu kemaren keterangan dari tenaga kerja, karena masih basah sudah di injak mobil, jadi ya nanti kita perbaiki, dan tetap ada perawatan dan pertanggung jawaban dari pelaksana,” ujarnya. (Zul/A yusup /tim)

KrimHum

Kawanan Maling Bawa Kabur Brankas Berisi Uang Rp 31 Juta Milik Alfamart Perbaungan

Published

on

Ilustrasi Toko Alfamart. (Foto/Ist)

SERGAI, SuaraBorneo.com – Toko minimarket Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai dibobol pelaku tindak pidana pencurian atau maling, pada Senin (3/10) sekitar pukul 10.55 WIB.

Insiden tersebut berdasarkan Laporan Polisi (LP) yang diterima oleh SPKT Polsek Perbaungan, pada Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Pukul 13.30 WIB

Dengan nomor LP / B / 230 / X /2022 / SPKT /POLSEK PERBAUNGAN / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tanggal 3 Oktober 2022, pelapor diketahui Maya Nivita Sari (Kepala Toko Alfamart) (32) warga Dusun II Desa Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.

Informasi dihimpun media ini, pada hari Senin tanggal 3 Oktober 2022 sekira pukul 11.28 wib, pelapor sebagai Kepala Toko Alfamart di Jalan Serdang Kelurahan Simpang Tiga Pekan Perbaungan mendapat kabar dari seseorang bahwa toko nya dirampok.

Kemudian Pelapor langsung berangkat menuju toko Alfamart tersebut dan Pelapor menemui karyawan yang jaga pada saat itu yakni saksi Erdianti Utami Nasution dan Sri Ramadani.

Di dapat informasi kedua saksi tersebut bahwa pelaku sebanyak 2 (dua) orang dan kemudian membawa kedua saksi dan menuju keruangan brangkas penyimpanan uang dan dipaksa untuk membuka brangkas dan pelaku membawa kabur uang yang ada didalam brangkas.

Pelapor maupun saksi tidak mengetahui identitas pelaku pencurian uang milik Toko Alfamart tersebut.

Atas kejadian tersebut Pelapor ( Kuasa PT Sumber AlfariaTri Jaya TBK) mengalami kerugian atas hilangnya uang Rp 31.658.782,- (Tiga puluh satu juta enam ratus lima puluh delapan ribu tujuh ratus delapan puluh dua rupiah) sehingga merasa keberatan dan membuat pengaduan agar pelaku dapat di proses dilidik di sidik dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Saat dikonfirmasi Kanit Reskrim Polsek Perbaungan IPDA Zulfan Ahmadi kepada wartawan Selasa (4/10) mengatakan para pelaku masuk kedalam Alfamart dan membawa secara paksa dua Karyawan Alfamart kedalam ruangan Brangkas lalu pelaku memaksa Karyawan untuk membuka brangkas yang berisi uang tunai.

“Kerugian mencapai sebesar Rp 31.658.782- (Tiga Puluh Satu Juta Enam Ratus Lima Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Delapan Puluh Dua rupiah). Sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya. [yusnar]

Continue Reading

Jakarta

Samanta, Sosok Wanita Pengusaha Kena Tipu, Beberkan Kasus Menimpa Dirinya

Published

on

Samanta Wanita pengusaha Indonesia saat melakukan aksi. (Foto/Ist) 

JAKARTA, SuaraBorneo.com – Samanta Wanita pengusaha Indonesia yang cukup punya nama dan pergaulannya juga bukan kaleng – kaleng, Senin (12/09/2022).

Di hadapan Awak media’ Samanta Janda beranak 4 membeberkan krologis seluruh kejadian yang menimpa dirinya.

Niatnya untuk membesarkan ke 4 anaknya sepeningal suaminya, Samanta menerima tawaran kerjasama bisnis dari
Salah seorang yang mengaku pengusaha tambang batu bara yang punya nama , A Palaloi Tabrang.

Dengan iming-iming Keuntungan besar 100 JT Rupiah perbulan dan keuntungan – keuntungan lainya, sehingga membuat ibu samanta tertarik akan tawaran tersebut. Alhasil ratusan juta sampai milyaran Rupiah uang ibu Samanta Melayang.

Karena waktu yang dijanjikan jauh meleset dan akhirnya Samanta mengutus kepercayaannya untuk mengecek tambang batu bara tapi ternyata semuanya fiktif.

Dalam menjalankan modus operandinya
Aloy menunjukan Photo-photo di tumpukan batu bara, selfi di plang perusahan batu bara, bahkan selfi di dekat tongkang yang sedang lewat untuk meyakinkan pada Samanta akan kebenaran oroyek tersebut.

Karena iming-iming dashat itu dan niat Samata mencari tambahan untuk membesarkan ke 4 putra/putrinya, sejumlah uang yang diminta oleh A Palaloi pun
Dia transfer.

“Ternyata semua itu fiktif ” pungkas Samata sambil mengusap air matanya.

Samata berusaha terus menelusuri siapa A Palaloi sebenarnya, dan ternyata orang tersebut memang punya catatan hitam pernah terlibat catatan kriminal 26 Juni 2014.

Lebih lanjut Samanta mengatakan, saat ini dirinya cuma terus dijanji-janjikan yang tak kunjung ada akhirnya. Dirinya kembali ditipu dengan beberapa lembar cek kosong dari Bank Mandiri dengan nilai ratusan juta rupiah.

“Sampai saat ini Andi Palaloi tidak menunjukan itikad baiknya, bahkan dengan santainya dan seolah-olah tanpa dosa dia bilang akan Jadi Sultan nikel dan akan mencalonkan dirinya sebagai anggota DPR RI dari Partai Nasdem,” ujar Samanta.

Saya tidak punya kepentingan apa-apa, saya hanya menuntut hak saya agar uang saya dikembalikan beserta seluruh kerugian
Saya, dari total uang, total bunga bank yang saya bayar bertahun-tahun, janji keuntungan 100juta / bulan, dan lain-lain.

“Saya hanya minta kepada Ketua umum partai Nasdem Bapak Surya Paloh, apakah partai Nasdem mau mengusung orang yang cacat moral yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum, menipu perempuan
Seorang janda yang beranak 4,” pungkas Samanta. (Rohena/wwn/Azs)

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Setelah Jadi Saksi ASN PPATK Kini Ditetapkan Jadi Tersangka Minta Keadilan

Published

on

HW (40) memenuhi panggilan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah aset daerah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Hulu Sungai Selatan (HSS). (Foto/Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Setelah ditetapkan sebagai tersangka yang mana sebelumnya hanya menjadi saksi, HW (40) memenuhi panggilan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah aset daerah di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Hulu Sungai Selatan (HSS),

Terlihat HW yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) menyambangi Kantor Satreskrim Polres HSS didampingi dua orang pengacaranya.

Berdasarkan keterangan HW, pihaknya datang setelah sebelumnya pada Agustus 2021 sampai dengan Agustus 2022 diperiksa memberikan keterangan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Karena sebelumnya status saya hanya sebagai saksi kok Tanggal 31 Agustus 2022 ditetapkan tersangka disusul surat dari polisi,” ucapnya, Selasa (6/9/22).

HW mengaku tidak mengetahui terkait adanya kasus dugaan korupsi. Pasalnya, dia hanya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) atau melaksanakan pekerjaan sesuai arahan dari pimpinan.

Mengenai pembelian tanah itu, sebelumnya objek tanah tersebut sudah dinilai oleh apraisal (pihak ketiga) yang berkompeten untuk mengkonfirmasi status sampai dengan harga tanah tersebut yang menjadi acuan oleh pemerintah daerah.

“Secara teknis, kita bekerja sudah seusai peraturan dan atas petunjuk pimpinan,” terangnya.

Apalagi, proses jual beli tanah tersebut diketahui pimpinan. Sesuai struktur organisasi pemerintahan bahwa Kepala Dinas yang mengetahui, menyetujui, dan keputusan atas pengeluaran anggaran.

“Saat ini yang saya tahu hanya saya (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditetapkan tersangka,” ungkap HW.

Pihaknya tak pernah menyangka bakal jadi tersangka, alasannya lantaran HW hanya bekerja sebagai pelaksana teknis berdasarkan perintah dan arahan dari pimpinan.

HW meminta agar proses hukum yang berjalan benar-benar sesuai berdasarkan Undang-undang.

“Saya minta keadilan yang seadil-adilnya, karena saya hanya menjalankan perintah atasan,” pungkasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres HSS AKP Matnur menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan bukti-bukti hasil penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah aset daerah tersebut.

“Sudah masuk ke tahap penetapan tersangka. Kita memiliki tiga alat bukti,” jelasnya.

Diketahui, permasalahan jual beli tanah di RT 2, RW 1 Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado tersebut sebelumnya pernah disidangkan pada Pengadilan Negeri (PN) Kandangan dalam gugatan yang diajukan pemerintah daerah kepada pemilik tanah.

Dalam gugatan yang diajukan pemerintah daerah tersebut, ternyata tanah yang dijual statusnya masuk dalam kawasan hutan lindung.

Sedangkan putusan PN Kandangan Nomor 1/Pdt.G/2022/PN Kgn sebagai mana yang telah diberitakan, majelis hakim menjatuhkan putusan gugatan tidak dapat diterima atau NO.

Pertimbangannya, pemerintah daerah tidak menunjukkan bukti bahwa tanah yang dibeli berstatus hutan lindung dari instansi berwenang yakni Badan Pertanahan Nasional.

Majelis hakim juga mempertimbangkan bahwa seharusnya gugatan tersebut tidak perlu diajukan karena tanah yang dibeli jika benar-benar berstatus hutan lindung maka bisa dikonversi sebagaimana keterangan pihak notaris saat diperiksa sebagai saksi persidangan.

Pasalnya, tujuan pembelian tanah sesuai dengan tujuan yakni untuk pengembangan wisata alam Objek Wisata Air Panas Tanuhi Loksado. [ari]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Petugas Gabungan Berhasil Amankan Ratusan Miras Di Alfalah Gang Anugrah

Published

on

Petugas gabungan terdiri TNI, Polri, Satpol PP Hulu Sungai Selatan (HSS), sita ratusan botol minuman keras (Miras). (Foto/Ist)

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Petugas gabungan yang terdiri TNI, Polri ,Satpol PP HSS , sita ratusan botol minuman keras atau miras dirumah salah di satu warga di Jalan Al-Falah Kandangan, Jum’at Sore (05/08/2022)

Dalam Operasi Penggerebekan bermula dari giat cipta kondisi yang dilakukan Satpol PP HSS, TNI, Polri , Ketika berpatroli keliling wilayah, mereka mendapati dua warga yang sedang mabuk miras oplosan di sebuah warung.

Setelah dilakukan pengembangan temuan, titik operasi terpusat ke sebuah rumah di Gang Anugerah Jalan Al-Falah RT 5 RW 02 Kelurahan Kandangan Kota.

Dijelaskan Kapolsek kandangan Kota Iptu Puwardi ,Sekitar pukul 16.00 Wita, petugas gabungan mulai melakukan operasi penggerebekan, al Hasil berbuah manis, karena ditemukan ratusan botol miras berbagai jenis, mulai dari anggur merah Malaga, alkohol Cap Gajah hingga miras oplosan yang disimpan dalam botol,” papar Kapolsek Kandangan Iptu Purwadi.

“Sementara untuk pelaku yang diamankan dari penggerebekan itu berjumlah satu orang dan akan diproses hukum sebagaimana mestinya,” Jelasnya,

Sementara Rusmadi selaku Kabid ketertiban umum Satpol PP dan Damkar HSS, mengatakan Keberhasilan ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan TNI/Polri.

“Diharapkan masyarakat HSS lebih taat hukum, karena tidak seorang pun yang kebal dengan hukum,” pungkasnya. [ari]

Continue Reading

Banjarmasin

94 Nasabah Terverifikasi Skimming Kerugian Rp 1,9 Miliar, Bank Kalsel Lapor Ke Polda Kalsel

Published

on

Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT Polda Kalsel). (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Tindak skimming yang saat ini menimpa nasabah Bank Kalsel, menjadi perhatian serius dari manajemen Bank Kalsel, salah satunya dengan membentuk Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel. Fungsi utamanya adalah melakukan verifikasi kepada nasabah yang telah melapor untuk kemudian dilakukan penggantian terhadap kerugian yang dialaminya.

Saat ini, berdasarkan hasil investigasi Tim Penanganan Skimming Bank Kalsel, tercatat 94 nasabah telah terverifikasi dan terbukti mengalami tindak skimming dengan nilai kerugian nasabah mencapai Rp1,9 miliar. Lebih lanjut, ditemukan bahwa penggunaan transaksinya berada di luar wilayah Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya menuturkan, sudah dilakukan penggantian kepada nasabah yang terverifikasi skimming sesuai dengan nilai kerugian yang dilaporkan.

“Tindakan ini perlu diambil secara cepat dan tepat, dimana hal ini sebagai bentuk komitmen Bank Kalsel untuk selalu memastikan nasabah sebagai prioritas utama agar selalu merasa aman dan nyaman,” jelas Hanawijaya.

Bank Kalsel memahami sepenuhnya keresahan dan kecemasan nasabah yang mengalami tindak skimming. Hari ini, dipimpin oleh Direktur Utama dan Direktur Operasional Bank Kalsel, Hanawijaya dan Ahmad Fatrya Putra, dengan didampingi Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Konsultan Hukum Bank Kalsel, menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (SPKT POLDA KALSEL) untuk melaporkan kasus skimming yang terjadi di Bank Kalsel. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DITRESKRIMSUS) SUBDIT V TIPIDSIBER POLDA KALSEL untuk ditindaklanjuti.

Adapun laporan yang disampaikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 46 Jo Pasal 30 Ayat (1) dan (2) Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang telah diubah dengan Undang-undang No. 19 Tahun 2016, yang berbunyi ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik milik orang lain dengan cara apapun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik.

“Laporan telah kami lakukan kepada POLDA KALSEL yang dalam hal ini langsung ditindaklanjuti oleh Subdit V Tindak Pidana Siber. Secara umum pelaporan menyangkut kasus skimming yang telah merugikan nasabah Bank Kalsel. Atas hal tersebut, kami mengharapkan pelaku dapat ditemukan dan diadili sesuai hukum yang berlaku, sehingga hal serupa tidak terjadi lagi dimasa akan datang,” tegas Hanawijaya.

Lebih lanjut, Bank Kalsel kembali mengimbau kepada seluruh nasabah Bank Kalsel agar senantiasa berhati-hati dan melakukan mitigasi terhadap potensi skimming, antara lain dengan mengganti PIN ATM secara berkala, menjaga kerahasiaan data, dan menggunakan fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu (Cardless) melalui Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah dan jika nasabah mengalami kesulitan dapat menghubungi call center atau cabang Bank Kalsel terdekat. Kami berkomitmen untuk mengganti sepenuhnya kerugian nasabah yang terverifikasi dan terbukti skimming. Hal ini merupakan prioritas kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah,” pungkas Hanawijaya. [adv/ad]

Continue Reading

KrimHum

Acuk Ditangkap Polsek Tanjung Beringin, Temannya Diterbitkan sebagai DPO

Published

on

SERGAI, SuaraBorneo.com| Pelaku tindak pidana pencurian atau maling sepeda motor yang ditangkap YI alias Acuk (30) dan temannya yang masih buron inisial D diduga sudah beberapa kali beraksi.

Warga Dusun II, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu itu diamankan Polsek Tanjung Beringin di kediamannya pada hari Sabtu (30/7/2022) sekira pukul 11:00 WIB.

“Barang bukti yang berhasil diamankan berupa BPKB dan STNK, sedangkan kunci T dan sepeda motor sedang dalam pencairan. Untuk sementara terhadap pelaku diketahui sudah lebih 2 Laporan Polisi (LP),”demikian disampaikan Wakapolres Sergai, Kompol Sofyan, Kapolsek Tanjung Beringin AKP T Sihombing, Kanit Reskrim IPTU Maruli Sihombing, dan PS Kasi Humas Bripka Juparto Situmorang, di Mapolres Sergai Selasa (2/8/2022).

Kemudian, kata Wakapolres, terduga tersangka lainnya inisial D kini sudah diterbitkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan keduanya ini tidak menutup kemungkinan tersangkut tindak pidana kejahatan lainnya.

“Modus pelaku berpura pura bertamu dengan mengamati situasi sekitar jika dianggapnya sudah aman langsung melakukan pencurian dengan menggunakan diduga kunci palsu, mudah-mudahan 1 lagi terduga pelaku segera ditangkap,”paparnya.

“Atas perbuatan pelaku, dijerat Pasal 363 KHUP ayat (1), ke 3e, 4e, dan 5e dengan ancaman hukuman 7 tahun,”tegas Kompol Sofyan.

Sebelumnya, penangkapan pelaku atas adanya laporan korban Sahroni (57) warga Dusun III Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Dengan Polisi Nomor : LP/ B /42/ VII/ 2022 / SPKT/ POLSEK TANJUNG BERINGIN / POLRES SERGAI / POLDA SUMUT, tanggal 30 Juli 2022 tentang tindak pidana Pencurian Sepeda Motor dengan Pasal 363 KUHP.

Peristiwa tersebut terjadi pada Hari Jum’at tanggal 29 Juli 2022, sekira pukul 21.00 Wib, tepatnya Dusun II Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai.

Adapun kronologinya, berawal pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2022 sekira pukul 2022 WIB, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario, nomor polisi BK 5937 MV dengan tujuan berkunjung kerumah keponakan korban bernama Nurhaliza warga II Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin.

Setelah Korban sampai kemudian memarkirkan sepeda motor di halaman rumah dalam keadaan tidak terkunci stang, sekira pukul 21.00 WIB, saat akan korban pulang kerumahnya, korban sudah tidak menemukan lagi sepeda motor miliknya yang terparkir ditempat semula.

Setelah mengetahui hilangnya sepeda motor korban langsung memberitahu dan bertanya kepada keponakannya bahwa sepeda motornya telah hilang, lalu keponakan korban bertanya dengan orang disekitar lokasi.

Kemudian menurut keterangan saksi Nur Ainun menyebutkan melihat dua orang laki laki sedang mengambil sepeda motor milik korban dengan nama panggilan Acuk dan Dulah warga Dusun II Desa Pematang Kuala Kecamatan Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai.

Setelah mengetahui pelaku dikenali oleh beberapa teman korban, langsung pergi mencari kedua orang yang dimaksud, hingga akhirnya korban bertemu dengan Acuk yang sedang di dalam rumahnya.

Setelah di interograsi, akhirnya pelaku YI alias Acuk mengakui benar mengambil sepeda motor tersebut bersama dengan temannya yang melarikan diri.

Kemudian pelaku diboyong ke Mapolsek Tanjung Beringin, sedangkan terduga pelaku lainnya inisial D masih dalam pencarian. [yusnar]

Continue Reading

Hulu Sungai Selatan

Kejari HSS Musnahkan Barbuk Tindak Kejahatan

Published

on

Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Selatan (HSS). (Foto: Ist) 

KANDANGAN, SuaraBorneo.com – Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan Oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Hulu Sungai Selatan (HSS). Pemusnahan Barang Bukti (Barbuk) berbagai tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Kabupaten HSS. Pemusnahan ini dilakukan di halaman Kejaksaan Negeri HSS, Selasa (19/07/2022).

Kegiatan tersebut, dipimpin langsung oleh Kejari Nul Albar, SH, MH dan bersama dengan undangan yang berhadir yaitu, Kapolres HSS AKBP Sugeng Priyanto, S.I.K, MH, Kepala Rutan Kandangan Jeremia Leonta, SH, MH, Perwakilan Kepala Pengadilan Negeri HSS dan Perwakilan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten HSS.

Dalam sambutannya, Kejari HSS Nul Albar, SH, MH mengatakan, “Kegiatan pemusnahan barang bukti / barang rampasan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap / inkracht ini merupakan kegiatan rutin Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan,” ucapnya ke awak media”

Sedangakan untuk Narkotika sebanyak 51 perkara dengan rincian sabu seberat 81, 64 gram dimusnahkan dengan cara diblender.

Kemudian BB Undang-undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951 di antaranya berupa senjata tajam dan perjudian masing-masing sebanyak sembilan perkara dimusnahkan dengan di potong menggunakan alat gerinda.

UU Perdagangan sebanyak dua perkara dengan BB berupa alkohol 19,7 persen sebanyak 23 botol, alkohol 25 persen sebanyak enam botol, alkohol 40 persen sebanyak 21 botol, alkohol 43 persen sebanyak 35 botol, dan alkohol 95 persen sebanyak enam botol dituang ke dalam tong.

Carnophen sebanyak 108 butir, UU Kesehatan sebanyak 5 perkara, seledyrl sebanyak 331 butir, dextro sebanyak 30 butir, UU Perikanan sebanyak dua perkara, serta berbagai jenis alat kejahatan lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Selain itu Nul Albar mengatakan dari semuanya, yang paling dominan adalah penyalahgunaan narkoba golongan I jenis sabu,” jelasnya.

Kegiatan pemusnahan BB tersebut dirangkai dengan program Bapandir Lawan Media (Balada) yang merupakan program inovasi dari bidang intelijen.

Dikesempatan itu Kejari HSS, tak lupa menyampaikan telah membuat inovasi baru untuk mendukung program wilayah birokrasi bebas melayani yakni Anda Bertanya Kami Siap Menjawab (ANTAKASIWA), Antar Tilang Langsung Sampai (ANTILAMA), Siap Melayani Antar Jemput Saksi (SILANJEKSI), Antar Barang Bukti (ABABIL), Satu Hari Bersama Kami di Datun (SARISAKATUN), dan Sosialisasi Peduli Masyarakat (SOSIS PEDAS).

“Beberapa inovasi baru ini sebagai upaya meningkatkan pelayanan maupun informasi kepada publik,” pungkasnya. [adv/HSS]

Continue Reading

KrimHum

Polisi Sergai Bekuk 6 Pengedar Narkotika di Sejumlah Lokasi

Published

on

Personel Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) membekuk 6 terduga pengedar narkotika. (Foto: Ist) 

SERGAI, SuaraBorneo.com – Personel Sat Res Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) membekuk 6 terduga pengedar narkotika dari sejumlah lokasi dan waktu yang berbeda.

“Senin (23/5) lalu , petugas berhasil menangkap S (31) , DIP (41) dan SU (34) di kawasan Dusun I Desa Kesatuan , Kecamatan Perbaungan , Kabupaten Sergai ,” ujar Wakapolres Sergai Kompol Sofyan didampingi Kasat Res Narkoba AKP Juriadi Sembiring , KBO Iptu Bonar Manurungv, Kanit I Ipda Anggiat Sidabutar dan PS Kasi Humas Bripka Juparto Situmorang ketika menggelar konferensi pers, Rabu (13/7), di Mapolres Setempat.

Kemudian lanjut Wakapolres , memasuki akhir Juni 2022 , petugas juga meringkus dua pengedar sabu inisial FH (29) dan MY (26) di Lingkungan VII Kelurahan Tualang , Kecamatan Perbaungan.

Lalu, sambung Sofyan , di awal Juli 2022 Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Sergai kembali menciduk I (50) alias Iwan , warga Jalan Gunung Arjuna , Kelurahan Mekar Sentosa (Mentos) , Kecamatan Rambutan , Kota Tebing Tinggi di sekitar Dusun III Desa Liberia , Kecamatan Teluk Mengkudu , Kabupaten Serdang Bedagai.

Menurut perwira berpangkat melati satu emas itu , keenam tersangka ditangkap petugas berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang menyebut , lingkungan tempat tinggal mereka kerap dijadikan sarang peredaran gelap narkotika jenis sabu maupun pil ekstasi.

Usai menerima info tersebut , tanpa berlama – lama , petugas bergegas menuju lokasi di maksud untuk melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pengedar tanpa perlawanan beserta sejumlah alat bukti kejahatan narkotika.

“Dari keenam tersangka ini , petugas turut mengamankan 131 Butir Pil Ekstasi , 50 Gram Sabu , 1 Timbangan Elektrik , 3 HP dan Uang Tunai diduga hasil kejahatan sebesar Rp 229.000 ,” ucap Sofyan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka , masih kata Sofyan , mereka mengaku sudah menjalankan bisnis haram itu selama dua tahun (sejak 2020) di beberapa Wilayah Hukum Polres Serdang Bedagai.

Atas perbuatannya , keenam pengedar narkotika itu akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dan diancam dengan Hukuman Penjara Maksimal 20 Tahun atau Seumur Hidup.

“Kini tersangka S , DIP , SU , FH , MY dan I beserta berbagai alat bukti kejahatan narkotika telah diamankan di Polres Serdang Bedagai untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan ,” pungkas Kompol Sofyan sembari menegaskan pihaknya tetap komit dalam memberantas peredaran gelap narkoba bersama elemen masyarakat guna menyelamatkan generasi penerus di Tanah Bertuah Negeri Beradat. [yusnar]

Continue Reading

Kalteng

Kejari Kapuas Musnahkan Barang Bukti Sabu Dan Senpi

Published

on

Kajari Kapuas Arif Raharjo dan Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono beserta pihak terkait dalam pemusnahan barang bukti sabu di kantor Kejari Selasa (12/7/2022). (Foto/Ist)

KUALA KAPUAS, SuaraBorneo.com – Jajaran Kejaksaan Negeri Kapuas Kalimantan Tengah menggelar kegiatan pemusnahan barang bukti, bertempat di halaman kantor Kejari Kapuas Jalan A Yani pada Selasa (12/7/2022).

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap periode September 2021 sampai dengan Juni 2021, dengan jumlah 77 perkara.

Diantaranya barang bukti perkara narkotika yang dimusnahkan sebanyak 139,07 gram sabu, ribuan butir obat terlarang hingga perkara tindak pidana umum yang menonjol lainnya seperti senjata api.

Pemusnahan barang bukti dilakukan langsung oleh Kepala Kejari Kapuas Arif Raharjo, Kapolres Kapuas AKBP Qori Wicaksono, para kasi Kejari Kapuas, Sekretaris BNK Kapuas, Fahruransi, Kadisdik, Suwarno Muriyat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan lainnya.

Pemusnahan barang bukti sabu tersebut dilakukan dengan cara dilarutkan menggunakan blender. Hingga pemotongan senjata api menggunakan mesin potong.

Kajari Kapuas Arif Raharjo mengatakan, pemusnahan barang bukti berdasarkan pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan
hukum tetap.

Baik berupa pidana pokok,pidana tambahan, barang bukti dan biaya perkara merupakan tugas Kejaksaan dengan tujuan diantaranya untuk kepastian dan keadilan hukum,” kata Arif Raharjo.

Namun demikian, pihaknya menyadari bahwa dalam melaksanakan fungsinya Kejaksaan tidak bisa sendiri, oleh karena itu Kejaksaan senantiasa bekerjasama dengan Kepolisian dan institusi penegak hukum lain serta pihak terkait lainnya.

“Hal ini mempunyai makna yang strategis terutama dalam melindungi masyarakat, serta untuk menggugah masyarakat agar tetap waspada terhadap peredaran narkoba, obat-obatan, kenakalan remaja, kekerasan dalam rumah tangga dan tindak pidana berkaitan dengan orang dan harta kekayaan,”ujar Kajari. (ujang/ery-SB).

Continue Reading

Umum

Populer