Layanan Prima Di Akhir Tahun 2021, Bank Kalsel Sediakan Dana Rp 1,4 Triliun – SuaraBorneo.com
Connect with us

Banjarmasin

Layanan Prima Di Akhir Tahun 2021, Bank Kalsel Sediakan Dana Rp 1,4 Triliun

Published

on

BANJARMASIN, suaraborneo.com – Pemerintah telah menyusun jadwal libur Natal dan Tahun Baru 2022 dimana meniadakan cuti bersama. Pemerintah pun menghimbau masyarakat agar tidak mudik sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Kendati demikian, berbagai aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun tentunya berimbas pada meningkatnya kebutuhan uang tunai. Bank Kalsel sebagai entitas bisnis yang mengedepankan pelayanan prima, tentunya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan perbankan khususnya dalam menghadapi periode akhir tahun tersebut.

Bank Kalsel telah memproyeksikan dana keluar yang diperlukan masyarakat sejak tanggal 24 Desember hingga 31 Desember 2021 sebesar ± Rp1,4 triliun.

Dijabarkan secara rinci, dana yang diperlukan antara lain untuk pembayaran pajak nasabah, pembayaran dana SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) seperti termijn proyek, sertifikasi guru dan dana desa, pencairan kredit, cover pengiriman uang antar bank (BI RTGS dan SKN-BI), cover pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) bulan Januari 2022 dan tentunya kebutuhan penarikan uang tunai nasabah dan termasuk persiapan fisik kas ATM di seluruh kantor cabang Bank Kalsel.

Bank Kalsel memberlakukan jam operasional layanan kantor pada Jumat, 31 Desember 2021 tetap berlaku seperti biasa namun diatur beberapa batasan sebagai berikut :

1. Transaksi penarikan tunai ditiadakan

2. Transaksi setoran tunai dan pemindahbukuan antar rekening Bank Kalsel dibatasi sampai dengan pukul 15. 00 WITA (14.00 WIB untuk Kantor Cabang Jakarta).

3. Terkait penerimaan Layanan Setoran Negara (pajak) diberikan waktu hingga pukul 17.00 WITA untuk kantor cabang dan pukul 15.00 WITA untuk kantor cabang pembantu.

4. Penerimaan dan penyelesaian transaksi BI RTGS dan SKN-BI sampai dengan pukul 15.00 WITA atau 14.00 WIB. Atas hal ini, Bank Indonesia tetap membuka layanan sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.

5. Untuk pembayaran angsuran kredit, dapat dilakukan sesuai jam layanan yang berlaku saat ini.

Bank Kalsel juga memitigasi gangguan layanan pada mesin ATM (anjungan tunai mandiri) sebagai upaya optimalisasi layanan menjelang tahun baru. Bank Kalsel telah menunjuk pegawai sebagai PIC (person in charge) dengan beberapa tugas antara lain :

1. Pengecekan mesin ATM secara berkala untuk memastikan ketersediaan uang di dalamnya serta dapat beroperasi dengan lancar.

2. Melakukan monitoring dan pengawasan untuk memastikan tidak adanya penggunaan alat skimming baik yang terpasang pada mesin ATM maupun pada CCTV.

3. Senantiasa melakukan pengawasan pada lokasi – lokasi mesin ATM untuk meminimalisir tindak kriminalitas.

Aplikasi Bank Kalsel Online yang dapat diakses secara cepat, dimana saja dan kapan saja menjadi pilihan yang tepat untuk mendapatkan layanan perbankan.

Berbagai menu mulai dari transfer antar bank maupun sesama rekening, isi pulsa, isi token PLN, bayar tagihan PDAM, bayar uang kuliah dan lain – lain.

Sehingga kebutuhan berbagi, kirim uang maupun pembayaran tagihan oleh nasabah Bank Kalsel tetap dapat terpenuhi dengan baik.

Demikian informasi terkait persiapan Bank Kalsel dalam memberikan layanan menghadapi akhir tahun 2021. Untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait produk maupun berbagai macam aktivitas Bank Kalsel, silakan mengunjungi website resmi di www.bankkalsel.co.id atau media sosial instagram @bankkalsel. Jika dalam hal terdapat gangguan layanan, dapat menghubungi Call Center Bank Kalsel di nomor 0800 1122 000. Bank Kalsel Setia Melayani, Melaju Bersama! (adv/ad)

Bagikan ke

Banjarmasin

Gubernur Kick Off Semarak 74 Tahun Provinsi Kalimantan Selatan, “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”

Published

on

Kick Off Semarak 74 Tahun Provinsi Kalimantan Selatan, “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor atau Paman Birin melakukan Kick Off Semarak 74 tahun Provinsi Kalsel sekaligus launching logo Hari Jadi (Harjad) di Mahligai Pancasila pada Rabu (17/7) malam.

Kick off ditandai dengan membunyikan meriam bambu oleh Paman Birin didampingi Supian HK disambut pertunjukan oleh Teater Langit Jingga dari SMA 5 Banjarmasin.
Semarak 74 Provinsi Kalsel tahun ini mengusung tema “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam” sebagian cerminan keinginan kuat untuk memberikan yang terbaik bagi Banua.

Tampak hadir dalam kick off itu Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar, pimpinan Forkopimda, Bupati/Walikota atau yang mewakili, para asisten, staf ahli gubernur dan Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Mengawali sambutannya, Paman Birin menyebutkan Kalsel laksana sehelai kain dari surga, sebagai gambaran untuk sebuah daerah yang luar biasa dengan kekayaan alam melimpah.

“Ini jadi modal dasar untuk menjadikan masyarakat Kalsel sejahtera lahir dan batin,” ujar.

Disebut Paman Birin, 74 tahun bukan waktu sebentar dan itu didapat karena jasa para pejuang dan pahlawan. Dan semangat merekalah yang perlu diwarisi generasi sekarang dan selanjutnya untuk membangun Banua dan mensejahterakan masyarakatnya.

Peringatan Hari Jadi senantiasa menjadi momentum untuk merefleksikan kilas balik pembangunan dan pencapaian selama beberapa tahun terakhir.

Diungkapkan Paman Birin, Provinsi Kalsel sejauh ini telah melewati banyak dinamika dan tantangan, yang dilalui dengan ketangguhan, kekuatan, dan kerja keras antara elemen masyarakat.

Beberapa parameter menjadi perhatian bersama, seperti capaian indeks pembangunan manusia, indeks kualitas
lingkungan hidup, serta sederet prestasi yang membanggakan.

Alhamdulillah, parameter tersebut menunjukkan tren positif selama dua periode kepemimpinan. Inilah yang membuat kita semakin mantap dan percaya diri dalam menyambut hari jadi ke-74 Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Peluncuran hari jadi Provinsi Kalsel dibingkai dalam nilai-nilai harmoni dan spiritual yang mendalam.

Dalam beberapa tahun terakhir, selalu
menggaungkan nama Kalsel Babussalam, yang bermakna pintu keselamatan. Kalsel Babussalam menjadi doa bersama, agar masyarakat Kalsel meraih keberkahan dan keselamatan di dunia maupun di akhirat.

Kalsel Babussalam juga mengandung harapan agar Banua ini menjadi tempat yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

Sementara itu, Sekdaprov Roy Rizali Anwar didampingi panitia pelaksana kick off, Heriansyah menyebutkan, peringatan hari jadi ke 74 Provinsi Kalsel tahun ini dirangkai sejumlah kegiatan, mulai yang berskala lokal maupun nasional, bahkan internasional.

Event-event yang diselanggarakan antara lain, virtual run, pameran seni lukis, karasminam ragam Banua Banjar, kejuaraan internasional paralayang, konser Rhoma Irama, festival budaya pasar terapung, pekan olahraga wartawan nasional, karnaval Geopark Meratus, dan lomba pawai budaya.

Kemudian, sekali puncak hari jadi, digelar juga kirab merah putih, lomba pawai budaya, atraksi pesawat terbang, jazz sungai, gowes geopark, lomba masak, hingga pencatatan rekor MURI 1000 pemain sinoman hadrah. [abdi/sb]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bantuan Pembelian Laptop untuk Penunjang Pendidikan Kepada Salah Satu Anak Pensiunan Pegawai Bank Kalsel

Published

on

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris UPZ Bank Kalsel, Junaidi kepada Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Wujud keberadaan kepedulian Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam membantu keluarga pensiunan Bank Kalsel baik masih hidup maupun meninggal dunia.

Untuk tahun ini UPZ Bank Kalsel membantu anak salah satu pensiunan pegawai Bank Kalsel yaitu Almarhum Bapak Umiansyah yakni Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda.

Sebelumnya Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda sudah pernah dibantu oleh UPZ Bank Kalsel untuk perbaikan laptop namun namun saat ini laptop yang digunakan mengalami kerusakan sehingga harus membutuhkan laptop yang baru.

Atas hal tersebut UPZ Bank Kalsel membantu pembelian laptop kepada Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda, dengan ketersediaan perangkat teknologi yang diberikan oleh UPZ Bank Kalsel.

Adapun dalam penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris UPZ Bank Kalsel, Junaidi kepada Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda.

“Semoga bantuan tersebut diharapkan bisa dapat berguna dalam menunjang pendidikan perkuliahan Muhammad Wahyu Zulmi dan Ermy Marlinda,” ungkap Junaidi.

Bagi Donatur dan Sahabat Akselenials yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv/ad]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Bank Kalsel Bantu Pendidikan Kepada Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Di Rumah Singgah Sayyidah Khadijah Thahirah Il Banjarmasin

Published

on

Rumah Singgah Sayyidah Khadijah Thahirah II Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua Banjarmasin. (Foto/Ist) 

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua Banjarmasin merupakan salah satu wadah komunitas relawan untuk saling berbagi. Lembaga ini mengakomodir kegiatan pembelajaran nonformal untuk anak-anak usia sekolah dari keluarga kalangan tidak mampu.

Untuk melakukan kegiatannya Yayasan telah memiliki Rumah Singgah Sayyidah Khadijah Thahirah II Banjarmasin hingga sekarang telah memiliki anak asuh berjumlah 49 orang.

Berdasarkan hal tersebut Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) turut berpartisipasi dalam membantu kegiatan dimaksud dengan memberikan bantuan dana pendidikan kepada 26 anak yatim piatu dan dhuafa di Rumah Singgah Sayyidah Khadijah Thahirah II Yayasan Anak Bangsa Mandiri Banua Banjarmasin.

“Semoga bantuan tersebut dapat meringankan kesulitan dalam membayar biaya pendidikan kepada 26 orang anak yatim piatu dan dhuafa yang kurang mampu di Rumah Singgah Sayyidah Khadijah Thahirah II Banjarmasin. Sehingga dapat menciptakan generasi unggul melalui pendidikan yang layak dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa,” ungkap Ketua UPZ Bank Kalsel.

Bagi Donatur dan Sahabat Akselenials yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara kita yang membutuhkan, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam program-program kegiatan yang diinisiasi oleh UPZ Bank Kalsel dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui UPZ Bank Kalsel. [adv/ad]

Rekening Zakat, Infak dan Sedekah :
Bank Kalsel Syariah
6500844928 (Zakat)
6500846214 (Infak dan Sedekah)
A.n Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel
Konsultasi dan Konfirmasi transfer via WA Center UPZ Bank Kalsel:0811505153

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Buruh ke DPRD Kalsel Tuntut Cabut Kebijakan Tapera 

Published

on

Aksi unjuk rasa buruh di depan gedung DPRD Provinsi Kalsel. (Foto/Rizki)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sejumlah buruh di Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Senin (8/7/2024) siang.

Puluhan buruh yang melakukan aksi tergabung dalam Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) Kalsel dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel.

Mereka terlebih dahulu konvoi menggunakan sepeda motor dan berhenti di depan kantor DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin. (Sumber : Kanalkalimanta.com)

Aksi para buruh di Banjarmasin tersebut merupakan reaksi dan penolakan atas rencana kebijakan Tabungan Perumahan rakyat (Tapera).

Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan membentangkan sejumlah spanduk penolakan Tapera.

Selain soal Tapera, para buruh juga menyampaikan beberapa aspirasi meminta pencabutan sejumlah aturan.

Mereka meminta pencabutan aturan seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Ciptakerja menjadi Undang-Undang.

Berikutnya, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Ketentuan Impor Tekstil dan Produksi Tekstil. Serta izin usaha kurir dan logistik asing.

Tuntutan massa aksi buruh juga meminta agar outsourching dihapus dan menolak upah murah (hostum).

Salah seorang perwakilan buruh, Yoeyoen Indharto mengatakan, meskipun saat ini penerapan kebijakan Tapera dilakukan penundaan, pihaknya tetap belum puas sebelum benar-benar dicabut.

“Kita tahu bahwa Tapera ditunda, harus dicabut, buang,” tegas Yoeyoen.

Ketua FSPMI Kalsel menilai, potongan upah sebesar 3 persen yang dikumpulkan hingga 20 tahun pun menurutnya tak akan cukup untuk membeli sebuah rumah, sehingga pihaknya tak yakin dengan kebijakan Tapera.

Yoeyoen dan para buruh meminta, lima poin tuntutan yang disampaikan buruh termasuk Tapera dan UU Ciptakerja supaya ditindaklanjuti oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel.

Perwakilan Sekretariat DPRD Kalsel yang menemui massa aksi, Adhi Saputra mengatakan akan menyampaikan tuntutan yang disampaikan buruh kepada pimpinan DPRD Kalsel.

Menurutnya, meskipun beberapa tuntutan yang disampaikan massa buruh juga sudah pernah disampaikan pada aksi-aksi sebelumnya, seperti Tapera dan UU Omnibuslaw/Ciptakerja, pihaknya akan tetap menindaklanjutinya.

“Yang jelas dokumen yang kami terima akan kami lanjutkan,” katanya.

Aksi damai yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam itu dijaga ketat oleh aparat kepolisian dari Polres Kota Banjarmasin dan Polda Kalsel. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur Kalsel Dukung Penguatan Pemangku Kepentingan Terhadap Pendidikan Vokasi

Published

on

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar dialog publik. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) menggelar dialog publik “Kebijakan Bersama Pemangku Kepentingan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan”, Selasa (16/07/2024) di Banjarmasin.

Kegiatan dihadiri dan dibuka Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Adi Santoso, narasumber dialog dan para pakar.

Paman Birin dalam sambutan tertulisnya mengapresiasi dialog publik yang digelar Poliban yang dianggap memiliki arti penting bagi penguatan peran pemangku kepentingan terhadap pendidikan vokasi.

Pemangku kepentingan daerah dan satuan pendidikan vokasi perlu menjalin kolaborasi sinergi dalam rangka melakukan revitalisasi pendidikan vokasi sebagaimana amanat Peraturan Presiden nomor 68 tahun 2022.

Program kemitraan menurut Paman Birin, menjadi wadah bersama dalam memperkuat kinerja tim koordinasi daerah vokasi atau TKDP serta memfasilitasi beragam aktivitas dalam rangka penguatan kolaborasi pembinaan hubungan juga keperluan kemitraan antar pemangku kepentingan di daerah.

Pemprov Kalsel sangat mendukung pelaksanaan program kemitraan dalam rangka pendidikan vokasi di Kalsel. Hal ini sejalan dengan misi Kalsel Maju sebagai ibu pintu gerbang IKN yaitu mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berbudi luhur.

Lembaga pendidikan vokasi mencetak lulusan-lulusan yang memiliki keahlian spesifik yang diserap dunia industri. Disisi lain dunia industri terus bergerak dinamis melahirkan kebutuhan baru seiring perkembangan zaman, sering akan hadirnya era Indonesia emas yang menuntut produktivitas dan daya saing.

Hal itu dapat menjadi hambatan atau peluang, tergantung bagaimana pendidikan vokasi mampu beradaptasi. Melalui program kemitraan, dapat mendorong daya saing dan kemampuan adaptasi pendidikan vokasi dengan cara yang menyeluruh serta sinambungan, terintegrasi,.dan terkoordinasi.
Dialog ini dapat juga menjadi sarana untuk berbagi gagasan dan menyelaraskan langkah-langkah dalam merevitalisasi pendidikan vokasi di daerah.

“Pemprov akan mendukung semua rumusan yang dihasilkan dalam diskusi dari semua unsur-unsur terkait”, ujar gubernur.

Sementara itu, Wakil Direktur 1 Poliban, Ahmad Rijani menyebut, perlu dilakukan upaya-upaya untuk mendorong pengembangan inovasi di daerah salah satunya melalui program fasilitas kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis potensi daerah.

Program ini merupakan salah satu program unggulan dari Direktorat Jenderal pendidikan vokasi Kementerian Pendidikan kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan membangun ekosistem kemitraan yang kuat antara perguruan tinggi, vokasi dunia usaha, dunia industri dan pemerintah daerah.

“Melalui program ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing daerah,” terang Ahmad Rijani.

Narasumber dialog adalah Ahmad Saufi (Asisten Deputi Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Tinggi Kementerian Koordinator Bidang PMK), Supian HK (Ketua DPRD Provinsi Kalsel), Shinta Laksmi Dewi (Ketua Kadin Kalsel), Ariadi Noor (Kepala Bappeda Provinsi Kalsel), dan Irfan Sayuti (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel). [ad/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Akibat Konsumsi Kecubung, Seorang Pria Cerburkan Diri Ke Sungai Martapura Bawah Jembatan Dewi

Published

on

Korban akibat mengkonsumsi kecubung atau racikan zenith. (Foto/Ist)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Warga di Kalimantan Selatan saat ini sedang resah melihat kelakuan anak muda yang semakin aneh dan melanggar hukum.

Fenomena yang saat lagi viral adalah mengkonsumsi kecubung atau racikan zenith dengan tanaman kecubung, akibat zat adiktif atau bahan candu ini menimbulkan efek halusinasi dan rasa senang berlebih atau euforia.

Kasus yang baru saja terjadi akibat mengkonsumsi racikan tanaman kecubung seorang remaja putri ditemukan terkulai di Simpang Anem dan seorang pria ceburkan diri ke Sungai Martapura Bawah Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin.

Kejadian di Simpang Anem, Kecamatan Banjarmasin Barat seorang remaja putri diduga mabuk kecubung terlihat teler dari mulut mengeluarkan busa dan terkulai di depan sebuah rumah, Senin (8/7/2024).

Dalam vidoe yang dibagikan akun jejak_sikurir, tampak bagian mulut mengeluarkan busa dan terkulai di depan sebuah rumah.

Ia tampak lemas tak berdaya. Banyak warga yang mengerubuti remaja yang diduga mabuk kecubung tersebut.

Akun tersebut juga menyebutkan jika ada yang mengenal sosok remaja tersebut untuk memberitahu keluarganya.

“Bagi yang mengetahui atau mengenal bisa di sampaikan kepada pihak keluarganya cek muka (depan) Simpang Anem parak langgar pembayaran listrik kakanakan pinanya (sepertinya) mabuk kecubung jar kada kawa ditakuni (ditanya) kalo ada yang kenal.”

Pria Ceburkan Diri ke Sungai Martapura

Kasus kedua, seorang pria menceburkan diri di Sungai Martapura di bawah Jembatan Dewi, Jalan A Yani km 1 Banjarmasin, Minggu (7/7/2024) malam.

Dikutip akun instagram info_banjarmasin, detik-detik pria menceburkan diri tersebut terekam video warga.

Beruntungnya salah seorang warga sigap langsung menolong pria tersebut dan mengangkat ke permukaan.
Baca Juga: Video Pencarian Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Siring 0 Km Banjarmasin, Korban Mau Mencuci Tangan

Disebutkan dalam video pria tersebut mabuk kecubung yang kali ini marak di Kota Banjarmasin.

“Katanya kecubung jua (juga) nah di Jembatan Dewi,” ucap pria dalam video.

Obat terlarang zenith kecubung dikabarkan marak beredar di Kalimantan Selatan (Kalsel), termasuk di Banjarmasin.

Efeknya berhalusinasi. Konon efek kecubung (Datura metel), tanaman yang mengandung efek pembius itu diracik bersama Zenith, obat keras yang mengandung zat Carnophen.

Fenomena obat racikan terlarang, zenith dengan tanaman kecubung dikabarkan marak beredar di Kalsel, termasuk di Banjarmasin.

Mengenal Tanaman Kecubung, dari Bahaya hingga dan Cara Mengatasi Efeknya

Kecubung adalah tanaman hias yang sudah lama dimanfaatkan sebagai obat alternatif karena mengandung berbagai senyawa aktif. Namun, tanaman ini juga sering disalahgunakan sebagai zat adiktif atau bahan candu yang dapat menimbulkan efek halusinasi dan rasa senang berlebih atau euforia.

Kecubung (Datura sp.) adalah tanaman semak yang memiliki bunga menyerupai trompet berwarna putih atau ungu, serta buah yang berbentuk bulat dan berduri. Di Indonesia, kecubung sering dijadikan tanaman hias karena bentuk bunganya yang khas dan cantik.

Karena mengandung beragam senyawa aktif, kecubung juga sering dijadikan sebagai obat alternatif. Tanaman ini dipercaya dapat menyembuhkan memar, luka, sakit gigi, demam, rematik, asam urat, dan asma.

Namun, kecubung juga memiliki zat beracun yang dapat menimbulkan beberapa gejala berbahaya jika dikonsumsi, terlebih jika disalahgunakan sebagai zat adiktif atau psikotropika. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Gubernur Kalsel dan Acil Odah Bagikan 9 Ribu Paket Sembako Program Keluarga Harapan

Published

on

Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP PKK Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan sebanyak 9 ribu paket sembako. (Foto/Adpim)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor atau Paman Birin didampingi Ketua TP PKK Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah membagikan sebanyak 9 ribu paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Ribuan paket sembako yang diangkut sejumlah pick up ini dilepas langsung oleh Paman Birin dan Acil Odah pada Senin (7/15) pagi di halaman Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Paman Birin menyampaikan pembagian sembako yang merupakan Program Keluarga Harapan (PKH) ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“PKH ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu,” ujar Paman Birin.

“Program ini tidak hanya memberikan bantuan secara finansial, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup melalui akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial lainnya,” tambah Paman Birin.

Paman Birin juga mengatakan bahwa bantuan ini datangnya juga dari masyarakat sendiri.

Tak lupa Paman Birin sampaikan harapannya agar para penerima dapat semakin berdaya dan mandiri.

“Mudah-mudahan bantuan yang kita bagikan hari ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di Banua kita yang tercinta di Kalsel, mudah-mudahan berkah semua dan para penerima semakin berdaya dan mandiri” sampai Paman Birin usai pelepasan.

Salah seorang penerima, Suyanti dari Alalak Utara menyampaikan rasa gembira dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima.

“Sangat senang dan berterima kasih kepada Paman Birin dan Acil Odah. Mudah-mudahan program ini berlanjut di kepemimpinan selanjutnya,” ujarnya.

Suyanti menyampaikan bantuan yang diterima adalah paket anak sekolah, TPH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan uang tunai.

Nurhasanah dari Guntung Manggis Banjarbaru juga menyampaikan bahwa bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu.

“Alhamdulillah bantuan ini Insya Allah sangat bermanfaat. Mudah-mudahan hal baik ini terus berlanjut,” ujarnya. [ad/adpim]

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Waspada! Dampak Negatif Judi Online, Ini Akibatnya

Published

on

Dampak Judi Online. (Foto/Ilustrasi)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Sebagian kalangan mungkin menganggap judi online sebagai sarana permainan untuk mencari hiburan dan keuntungan. Sayangnya, kebanyakan dari mereka masih belum menyadari betul dampak negatif akibat judi online seperti di bawah ini.

Beragam dampak negatif akibat kecanduan judi online

Judi online kini tengah ramai diperbincangkan. Berbekal aplikasi layaknya permainan pada ponsel pintar, mereka bisa meraih jackpot atau kemenangan besar bila berhasil mendapatkannya.

Sama halnya dengan minuman keras dan narkotika, judi juga dapat menyebabkan kecanduan.

Kecanduan judi yang disebut juga gambling addiction atau gambling disorder merupakan salah satu bentuk dari gangguan mental yang dijelaskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Fifth Edition (DSM-5).

Berikut ini beberapa dampak negatif akibat judi online, yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental, kondisi finansial, hingga hubungan sosial dari pelakunya.

1. Mengganggu kesehatan mental akibat depresi berkepanjangan

Seseorang yang kerap berjudi cenderung mengalami stres, kecemasan, dan depresi. Kondisi ini umumnya terjadi bila mereka merasa tidak mampu mengendalikan kebiasaan judinya.

Dikutip dari laman Mental Health Foundation, kemenangan ketika judi memengaruhi bagian otak yang melepaskan dopamin. Hormon ini bisa menciptakan perasaan senang dan bahagia.

Jika Anda kecanduan judi, aktivitas lain mungkin tidak akan membuat diri Anda merasa senang. Akhirnya, berjudi akan menjadi pelarian untuk mendapatkan sensasi tersebut.

2. Memperburuk kondisi finansial keluarga

Salah satu bahaya judi online adalah merosotnya kondisi finansial atau keuangan seseorang.

Meski pada awalnya bisa untung besar, umumnya orang yang terjebak dalam perjudian online akan menghabiskan banyak uang dalam waktu singkat.

Kondisi finansial yang terganggu akibat kebiasaan judi online kerap menjadi pemicu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Perilaku judi juga bisa menyebabkan stunting pada anak. Hal ini karena uang yang seharusnya untuk membeli makanan bergizi malah digunakan untuk mencari kesenangan lewat berjudi.

3. Memicu tindakan kriminal

Bukannya untung, banyak pelaku judi online kerap merugi. Kemenangan yang didapatkan bisa saja tidak sebanding dengan kekalahan yang dialami sebelumnya.

Kehabisan uang dan candu judi online dapat membuat Anda sering meminjam uang ke sana-sini untuk bermain kembali. Akibatnya, Anda mungkin jadi terlilit utang dan sulit membayar tagihan.

Apabila segala cara telah dilakukan, Anda mungkin melakukan tindak kriminal dengan mencuri atau menipu orang lain untuk mendapatkan uang.

4. Merusak hubungan dengan orang lain

Salah satu dampak negatif judi online adalah merusak hubungan dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga, teman, dan pasangan.

Ketika Anda terus-menerus menghabiskan waktu dan uang untuk melakukan judi online, Anda cenderung mengabaikan hubungan sosial yang penting dalam kehidupan.

Di samping itu, Anda mungkin merasa kurang tertarik untuk melakukan aktivitas selain berjudi dan lebih memilih untuk mengisolasi diri dari lingkungan sekitar.

5. Meningkatkan risiko bunuh diri

Pikiran dan perilaku bunuh diri terkait dengan kecanduan judi. Bahkan, orang yang kecanduan judi setidaknya dua kali lebih mungkin untuk meninggal dunia karena bunuh diri.

Sebuah tinjauan yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Psychiatry (2022) menunjukkan bahwa utang dan rasa malu akibat judi merupakan penyebab utama meningkatnya peluang bunuh diri.

Akan tetapi, perilaku ini juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti riwayat masalah kejiwaan dan kondisi kehidupan dari orang tersebut. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Banjarmasin

Sistem Zonasi Membuat Sekolah Kekurangan Siswa Jadi Sorotan Dewan Kota

Published

on

Pendaftaran siswa baru. (Foto/Ilustrasi)

BANJARMASIN, SuaraBorneo.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2024-2025 sudah selesai, namun sejumlah sekolah masih kekurangan siswa baru.

HAL ini terjadi untuk sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, baik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Beberapa contoh diantaranya di jenjang SD, seperti SDN Teluk Dalam 10, SDN Mawar 6, SDN Belitung Utara 3, SDN Kelayan Tengah 2 dan SDN Melayu 5, dan masih banyak diantaranya. Kemudian untuk jenjang SMP sendiri ada 15 sekolah yang mengalami kekurangan siswa. Beberapa diantaranya adalah, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13 dan SMPN 20.

Kepala Disdik Banjarmasin, Nuryadi mengatakan, kekurangan siswa di beberapa sekolah disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya karena jumlah siswa baru di wilayah sekolah itu memang sedikit, atau banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah agama.

“Masih ada sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Baik itu jenjang SD maupun SMP,” ujar Nuryadi, Rabu (3/7/2024).

Dari sini, Nuryadi pun mengaku telah menginstruksikan kepada sekolah yang masih kekurangan siswa baru, untuk tetap membuka penerimaan secara offline.

Tapi dengan catatan, hanya menerima siswa di luar dari zonasi. “Pendaftaran masih bisa dilakukan hingga tanggal 8 Juli,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Banjarmasin, Mathari pun angkat bicara. Ia menilai, bahwa sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB hanya membuat orang tua kesulitan menyekolahkan anaknya.

Khususnya, ketika di kawasan tempat tinggal yang bersangkutan, justru jauh dari fasilitas pendidikan atau sekolah. Alhasil ketika ingin menyekolahkan anaknya ke tempat lain, mereka jadi tertolak karena adanya sistem zonasi. “Itu pula yang membuat banyak anak tidak bisa sekolah,” ujarnya.

Untuk itu, Mathari meminta agar pemkot melalui Disdik Banjarmasin mengevaluasi sistem zonasi yang diterapkan. Sehingga tidak ada lagi kejadian sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik saat tahun ajaran baru dimulai.

Diketahui, PPDB Online dilaksanakan melalui beberapa jalur. Yakni jalur afirmasi, prestasi, perpindahan orang tua dan zonasi. (*)

Bagikan ke
Continue Reading

Umum

Populer